Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 30


__ADS_3

Malam yang ditunggu- tunggu pun tiba, setelah sholat isya, mereka semua telah berkumpul dilapangan, dimana acara akan berlangsung.


Masing- masing mengambil bagian sesuai dengan kesepakatan. Fisha mengambil bagian di Bidang Dokumentasi membantu Evan sebagai salah satu Panitia di acara itu..


"Duduk dulu Fish." mumpung acaranya belum dimulai." ucap Evan mengajak Fisha duduk di sampingnya


" Iya juga sih." mumpung belum mulai kita selfi yuuk." ajak Fisha sambil mengeluarkan kamera digital dari tas kecil yang dibawanya.


" Boleh juga nih." kamu aja yang aku fotoin." ucap Evan sambil membidik mengambil gambar Fisha dengan Kamera yang sedari tadi tergantung dilehernya


" Iih curang. aku belum siap juga." coba mana kulihat hasilnya."!! ucap Fisha mengambil kamera dari tangan Evan


" Kamu cantik kok."!! ucap Evan memperlihatkan hasil bidikannya ke arah Fisha


"Aaah kamu jahat bangeet."!! masa kayak gini dibilang cantik." heeehe ini mah ngehina secara halus namanya." ucap Fisha tertawa


" Mana ada ngehina secara halus." kamu beneran cantik kok kayak gitu." ucap Evan tersenyum


Mereka berdua terbuai dengan candaan dan bergurau ria.Sehingga tidak menyadari ada sepasang mata yang duduk tidak jauh dari mereka ,tengah memperhatikan mereka dengan perasaan tak menentu.


" Astagafirullah hal aziim." Ya Allah..ada apa dengan perasaanku ini.sakit ya Allah." lirih Hafids menyaput dadanya yang sesak.

__ADS_1


" Kamu kenapa Fids."?? tanya Hanan yang melihat Hafids menyaput dadanya


" Ngga pp kok." Berasa sesak aja." ucap Hafids


"Sesaknya bukan karena sakit fisik., tapi sesaknya karena ada luka yang tak berdarah di hati kamu." !! ucap Hanan pelan sambil mengambil tempat duduk dihadapan Hafids


" Maksud kamu."?? tanya Hafids tidak paham


" Maksud aku, Dada kamu sesak karena melihat kedekatan mereka berdua kan."?? ucap Hanan menunjuk dengan ekor matanya ke arah Fisha dan Evan yang asyik bercanda


" Aah sembarangan kamu."!! sanggah Hafids berusaha menyembunyikan perasaannya


" Udahlah Fids." daripada kamu seperti ini terus." lebih baik cepat selesaikan masalah ini." jangan biarkan hal ini berlarut- larut


" Aku belum siap buat menikah Naan." belum kepikiran sampai disana." mau fokus kuliah dulu." ucap Hafids


" Ya terserah kamu aja." Kalau kamu belum siap buat menikah. maka lebih baik segera selesaikan masalah kamu dengan Fisha."


" Jangan beri dia harapan." dan jangan biarkan dia menunggu terlalu lama." kasihan anak orang jangan digantung." ucap Hanan


" Aku tidak pernah memberikan dia harapan." ucap Hafids

__ADS_1


" Iya kamu tak beri dia harapan." tapi kamu selalu khawatirin dia, bahkan amarahmu tempo hari seperti memarahi seorang kekasih.bukan hanya sekedar sebagai orang yang bertanggung jawab atas keselamatan mereka." ucap Hanan panjang lebar


" Kenapa kamu mikirnya seperti itu."?? siapapun yang melakukan hal seperti, aku juga akan melakukan hal yang sama."!! ucap Hafids membela dirinya


"Okey baiklah.aku bisa apa coba.?? ucap Hanan mengalah


"Hheehe kamu nih aneeh."udahlah ngga usah dibahas." Kalau jodoh ngga akan kemana."!! ucap Hafids tersenyum


" Iyaa sih.," tapi nahan perasaan itu... nyeseknya tuh disini."!! ucap Hanan memegang dadanya dengan tujuan menyindir Hafids


Setelah semuanya berkumpul, Acarapun di buka.dimulai dengan penampilan lomba membaca Al' quran, Hafids sebagai juri membantu beberapa orang panitia.


Keseriusan Hafids dalam memberikan komentar dan juga masukan, tidak disia- siakan oleh Fisha mengambil gambarnya


saking seriusnya membidik mengambil gambar Hafids, tampa disadarinya orang yang dijadikan objek fotonya, tengah menatap kearahnya, pandangan keduanya bertemu cukup lama dan berhasil membuat Fisha salah tingkah karena ketahuan memotretnya diam- diam


" Huufff sial ketahuan lagi."!! duuh marah ngga yaa."!! gumam Fisha kabur dari tempat acara dan duduk memojok disudut lapangan


" Nana kemana sih."?? sok sibuk bangeet tuh anak."!! gumam Fisha sambil mencari sosok Nana dari jauh


" Haiii boleh kenalan nggak".??? ucap salah satu cowok yang berasal dari desa sebelah

__ADS_1


" Ooh boleh saya Fisha." ucap Fisha menyebut namanya tampa mengulurkan tangannya..


__ADS_2