Menikah Dengan Bos Galak

Menikah Dengan Bos Galak
Menemani Istri Sakit


__ADS_3

Secara mengejutkan, Bi Ana mendapatkan kabar bahwa orang tuanya meninggal. Bayu tak bisa apa-apa selain mengizinkannya pulang kampung. Padahal, di situ sudah hari Senin, dan Bi Ana memberikan kabar itu saat Bayu melakukan rapat juga, bertambahlah rasa khawatir Bayu saat menyadari Ica harus sendirian dalam keadaan sakit. Untungnya, jam pulang kantor sudah mau tiba, dan Bi Ana juga sudah memberikan Ica makan. Jadi, ia bisa mengurangi rasa khawatirnya.


Lagian, Bayu terlalu berlebihan meninggalkan Ica yang sakit untuk masuk kerja. Terlalu berharap pada asisten rumah tangganya. Pada saat istri sakit pun, ia masih menganggap sepele, ego untuk lebih mengutamakan pekerjaannya lebih kuat. Dan karena Bi Ana harus pulang kampung, mau tak mau Bayu harus bekerja dari rumah untuk mengawasi Ica yang sakit. Ya, mengawasi saja. Ia berniat mengungkapkan keadaan Ica pada Manda, pasti sang bunda lebih tahu bagaimana merawat anaknya. Rupanya, Bayu masih menyimpan kesal soal itu.


"Raisa..., kamu udah makan, kan? Udah minun obatnya juga, kan? Apa lagi yang kamu perlukan?" tanya Bayu saat sesampainya ia di kamar. Ica hanya mengangguk menanggapi.


"Saya telpon bunda, ya? Di saat seperti ini, saya tidak berguna sama sekali. Mungkin, menyerahkan kamu untuk dirawat bunda adalah solusi paling tepat. Biarlah saya dikatakan nggak kompeten sebagai suami, tapi ini untuk kesembuhan kamu juga," ucap Bayu lagi. Kali ini Ica menggeleng, tapi tak dilihat oleh Bayu. Sampai akhirnya Ica mencegah Bayu menelpon Manda dengan memegang tangan Bayu kuat.


"Jangan, Mas. Besok Ica sembuh, kok. Ica nggak mau ngerepotin orang lain lagi," cegah Ica dengan pengucapan pelan dan terbata-bata.


"Apa yang harus saya lakukan agar kamu segera sembuh? Bi Ana pulang kampung, semalaman kamu terus dirawat sama Bibi, kan? Saya nggak punya pengalaman merawat orang sakit. Saya nggak bisa apa-apa." Bayu merendahkan diri.


"Ica pasti bilang kalau butuh. Mas Bayu istirahat aja. Kalau mau kerja juga nggak masalah. Jangan jauh-jauh, Mas Bayu kerjanya di kamar aja nemenin Ica. Ica takut sendirian," pinta Ica. Bayu mulai tenang dan menuruti ucapan Ica.


...----------------...

__ADS_1


Menemani Ica adalah prioritas Bayu saat ini. Ia merasa tak nyaman bekerja bukan di ruang kerjanya, tapi ini demi Ica. Karena Ica yang memintanya sendiri. Esok, ia putuskan untuk kerja dari rumah. Jika menemani Ica dapat mempercepat penyembuhannya, maka Bayu tak masalah harus bekerja dalam keadaan seperti ini.


Ica terlihat sudah tertidur, sementara Bayu masih berkutat dengan laptopnya.


"Ya Rabb..., aku terlalu bergantung pada Raisa setelah dia menjadi sekretarisku. Kini aku kelimpungan melakukan pekerjaan tanpa sekretaris. Padahal, aku yang dulu sama sekali tak membutuhkan orang lain untuk pekerjaan ini. Aku bisa mengerjakan semuanya sendiri seperti dulu, tapi mengerjakannya sekaligus khawatir soal Raisa malah membuatku tak fokus. Ditambah, Caca terus saja mengurangi nominal di laporannya. Aku takut Caca berkhianat dan menipu," pikir Bayu kalut. Dua wanita yang membuatnya khawatir di saat bersamaan.


Bisa-bisanya kejadian ini begitu pas. Ica yang sakit, Bi Ana pulang kampung karena orang tuanya meninggal sehingga tak dapat membantu Bayu merawat Ica. Masalah juga datang dari Caca, yang main hari kesalahan penulisan laporan tak ada habisnya. Masalah keuangan bisnis yang semakin hari semakin merosot, padahal Bayu terus memberitahu Caca untuk terus berusaha tingkatkan pekerjaannya. Bayu curiga kalau Caca memakai uang bisnis hanya untuk kesenangannya saja dan memanipulasi laporan. Bayu belum siap untuk tahu ia dikhianati Caca, meskipun bukti sudah terkumpul.


Bayu melihat exel yang Caca kirim sebelum Bayu dinas. Kemudian, ada note yang ditulis, pelakunya juga menyebutkan diri. Note dari Ica tentang laporan yang ditulis Caca.


"Maaf lancang Pak Bayu, saya melihat-lihat dokumen Anda saat Anda menyuruh mencarinya di komputer Anda. Dan saya terkejut saat menemukan dokumen ini. Ternyata, Mbak Caca malah menghilangkan satu digit angka nol di laporan. Isi data jika di jumlah dan laporan yang dibuat tidak sama. Saya mungkin lancang mengatakan ini, tapi asumsi saya Mbak Caca korupsi dan memanipulasi data. Sedikitpun tidak ada niat dendam di hati saya pada Mbak Caca. Saya hanya ingin membantu Anda sebisa saya di saat paling menyibukkan seperti sekarang. Anda bisa bandingkan dengan laporan yang akan dia kirim pekan selanjutnya dan pekan sebelum dokumen ini ia kirim. Jadi, saya tidak melakukan penuduhan tanpa bukti dan membuat Anda marah. Tertanda: Raisa."


...----------------...


Keesokan harinya di kantor. Tidak hadirnya Ica di hari Senin sudah menimbulkan pertanyaan untuk orang di divisi humas. Dan Bayu juga tidak ada keluar ruangan untuk memeriksa bawahannya seperti biasa. Hari ini pun, keduanya tampak tak bekerja di kantor. Bawahan Bayu itu mulai berspekulasi macam-macam dengan fenomena langka ini.

__ADS_1


"Pak Bayu rekor banget bisa bolos kerja. Apa pengaruh Ica, ya?"


"Iih..., mana mungkin bolos. Pasti dia masih tetap kerja walaupun nggak di tempat. Kayak nggak tahu aja bos galak kita gila kerjanya gimana."


"Kalau berduanya sampai bolos begini, mungkin mereka lagi bulan madu, kali? Sejak pesta pernikahan mereka, Pak Bayu nggak pernah ngajuin cuti, kan?"


"Iya, tuh bisa jadi."


"Ee..., jangan ngerumpi ah. Nanti tiba-tiba Pak Raka datang, malu tahu kita." Salah seorang dari mereka menghentikan gosip karena menyadari sekretaris Raka sedang mengunjungi divisi humas.


"Pak Raka? Apa benar Pak Bayu dan Ica nggak masuk kerja karena bulan madu?" Rupanya, sekretaris Raka ini menguping.


"Bulan madu? Kamu dengar dari siapa? Bayu memang mengabari saya untuk membawa pekerjaannya karena nggak bisa ke kantor hari ini. Tapi soal bulan madu, nggak ada disinggung."


"Saya juga dengarnya cuma dari gosip waktu main ke divisi humas, Pak."

__ADS_1


"Bayu dan Ica sama-sama nggak masuk? Apa benar bulan madu? Kenapa mereka nggak ada ngabarin?" batin Raka bertanya-tanya. Ia akan menanyakan ke Bayu dengan meneleponnya setelah pekerjaannya agak senggang karena penasaran.


...----------------...


__ADS_2