
Cerita berakhir. Caca telah menceritakan soal masa lalunya dengan Bayu. Dan semuanya menjadi jelas sekarang, Ica yang hanya orang baru itu tak ada apa-apanya dibandingkan dengan Caca yang sudah lama bersama Bayu dan mengenal dengan baik tentang Bayu. Sepintas Ica merasa seperti orang jahat yang telah merebut Bayu dari Caca.
"So..., gitu deh. Aku sama Bayu kenalan, terus saling suka, terus Bayu ngelamar aku dan aku tolak, terus kita jadi mutusin buat merintis bisnis bareng dan jadi rekan bisnis sekarang. Dirga menjadi saksinya. That's it, sesimpel itu, Ica. Yang nggak simpel itu, ternyata Bayu masih menyimpan rasanya untuk aku. Dia jadi beneran cari cewek lain buat dia nikahin, dan menikah tapi mencintai cewek yang bukan istrinya," Caca memasuki epilog, dan itu adalah epilog yang begitu nyelekit di hati pendengarnya. Ica matanya sudah berkaca-kaca mendengarnya.
"Kamu tahu, nggak, sih, Raisa, aku bangga banget nerima nama julukan ini dari Bayu. Caca..., kelihatan imut, kan? Hahaha. Kedengarannya kamu nggak dipanggil Ica, ya? Hahahaha, udah ngerti, deh, aku sekarang. Emang cintanya Bayu ke aku nggak pernah berubah dari dulu," sarkas Caca.
"Sebenarnya aku marah banget waktu Bayu ngenalin calonnya yang ternyata adalah kamu, Ica. Bahkan sejak Bayu bilang kalau dia bakal nikah sesaat setelah aku sama dia baikan waktu itu, rasanya aku pingin berantem lagi dan marah, tapi nggak aku lakuin karena susah buat marahan sama orang yang kita sayang, kan? Hahaha, aku kecewa sama Bayu yang nggak nepatin ucapannya sendiri waktu itu. Dia bilang waktu lamar akan dulu supaya kita untuk nggak nikah dulu, itu artinya menunda untuk menikah, kan? Eh..., dia jadi nikahin cewek lain gara-gara amarahnya waktu itu memuncak, terus perjodohan yang kebetulan itu juga jadi pelarian. Dan, jadi, deh, kamu Ica. Korban dari keegoisannya Bayu."
__ADS_1
"Ica, apa kamu tahu, baru-baru ini Bayu meminta untuk bertemu berdua aja sama aku. Meskipun ketemuannya tetap di tempat ramai, sih. Hahahaha. Dia sekali lagi ngemis-ngemis meminta maaf ke aku karena nggak bisa nepatin ucapannya, pernikahan yang ditunda itu kini nggak akan pernah terjadi karena dia udah nikah. Dia memohon-mohon buat aku supaya nggak mengungkit masa lalu lagi, terus meminta untuk mengakhiri hubungan ini sepenuhnya. Baik itu hubungan teman lama, rekan bisnis, ataupun hubungan yang lain antara dua orang yang saling mencintai ini. Dia berkata jujur kalau dia masih cinta sama aku, tapi dia bilang dia nggak bisa ngelakuin apapun selain pelan-pelan menghilangkan rasa itu. Dia sampai tega bilang ke aku bahwasanya masa lalu aku dan Bayu itu sebenarnya hina, dan ia menyesal melakukannya."
"Yang aku lakuin cuma bisa nangis waktu Bayu ngomong setega itu dan nggak biarin aku menyela sedikitpun. Selanjutnya, dia juga langsung pergi dan meninggalkan aku setelah pemutusan silaturahmi itu. Kamu puas sekarang, Ica?"
"Puas? Maksudnya?"
Dan air mata yang sudah Ica tahan selama Caca bercerita, kini tumpah membasahi pipinya. Tapi ia masih bisa menahan suaranya agar tak sesenggukan, seraya berusaha menenangkan dirinya, kemudian menanamkan mindset bahwa dirinya kuat untuk menghadapi ini, untuk mendengar yang lebih parah daripada ini.
__ADS_1
"Kamu kebiasaan jadi anak yang di manja, sih. Baru dibilang begini aja udah nangis. Nggak heran, sih. Kamu putri dari pemilik Arshad Group. Apapun yang kamu minta pasti dikasih. Nggak pernah ngerasain rasanya susah, kan? Pasti hidup kamu selalu seneng bisa dituruti semua kemauannya karena orangtua kamu mampu. Kamu nggak ngerasain gimana rasanya merasa kaya raya dan bisa memiliki apapun yang aku mau, tapi tiba-tiba itu semua direnggut. Asal kamu tahu, aku hampir bunuh diri saat dengar keluargaku bangkrut, terus lihat Bayu yang tampan dan kaya raya, mood aku balik dan coba dekati Bayu. Kemudian, bener-bener udah ngelakuin percobaan bunuh diri saat keluargaku bangkrut, lagi, dan kala itu bangkrutnya benar-benar nggak nyisain harta apapun. Aku hidup sengsara, melarat, dan nggak bisa apa-apa kalau nggak ada Bayu yang nolongin waktu itu. Semua udah di renggut, tapi Bayu kemudian datang buat ngembaliin yang udah di renggut. Tapi sekarang, kamu yang merenggut Bayu dari semua kebaikannya yang udah ngembaliin semua yang hilang dari aku. Bagi aku, kehilangan Bayu sama dengan kehilangan segalanya. Kamu nggak bakal ngerti itu sebelum kamu ngerasain sendiri. Kamu nggak tahu seberapa berarti Bayu bagi kehidupan aku. Keberartian hidupku pun udah nggak ada lagi. Buat apa aku hidup? Belum pernah kamu melakukan percobaan bunuh diri, kan? Jangan kan sekali, aku udah berkali-kali melakukan percobaan bunuh diri diam-diam. Hidupku udah nggak berarti karena Bayu pergi nilanggalin semuanya, nggak bersisa. Tapi entah kenapa, selalu gagal, dan cuma berakhir di rumah sakit doang."
"Tunggu dulu. Kok kamu makin ngawur, ya? Aku di sini juga jadi korban, ya! Jangan drama gitu, dong! Kamunya sendiri kan nggak cinta dengan tulus ke dia selama masa SMA kalian. Kamu sendiri yang bilang kalau kamu cuma suka sama tampang dan kekayaannya dia, kan? Makanya, pas dilamar dia waktu itu kamu langsung menolak mentah-mentah. Terus, akhirnya kamu sadar kebaikan Bayu mulai dari masa SMA kalian dan jadi cinta dengan tulus ke dia, setelah kamu menolak lamarannya waktu itu. Kamu bahkan nggak bisa ngurus bisnis kalian iti dengan baik. Dia jadi bekerja lebih keras karena terlalu mempercayakan semuanya ke kamu. Aku sekarang sadar, Mbak. Kamu yang sekarang mungkin juga masih nggak tulus cinta ke dia. Bisnis kalian itu, apa kamu udah sabotase laporan keuangannya? Dan kamu mengakalinya untuk kepentingan kamu sendiri, membiarkan dia bekerja lebih keras untuk mengembalikan penaikan profit bisnis itu sendirian. Namun, kalaupun kamu tulus, sangat disayangkan, saat kamu mulai mencintai dia dengan tulus, dia malah mulai melupakan kamu. Semuanya terlambat." Ica memcoba men-skakmat dengan air mata yang kini mulai mereda. Air mata yang ia tahan, kini mulai ia curahkan dengan bentuk lain, amarah yang cukup meledak. Hingga Caca sampai diam beberapa saat setelah mendengar Ica bersuara.
"Soal perasaan, pasti akan muncul kembali. Ingat, ya, aku dan Bayu udah lama saling kenal dan saling suka. Dan itu nggak akan kalah dengan kamu yang cuma orang baru, yang datang tiba-tiba dan mengharapkan cinta dari Bayu!" Caca menggebrak mejanya sebelum bicara seperti itu. Kemudian melenggang pergi dengan perasaan kesal.
...----------------...
__ADS_1