Menikah Di Usia 16

Menikah Di Usia 16
Membantu pernikahan kakak sena


__ADS_3

Terik panas matahari menyoroti wajah alika yang sudah dipoles oleh sedikit bedak miliknya. Ia mengerutkan keningnya sambil melangkah kaki menuju rumah sena. Walaupun begitu ia sangat senang karena esok hari kakak sena akan menikah.


Alika berencana menginap di rumah sahabat nya tersebut. Dan kebetulan nenek nya sudah sembuh serta dapat kembali melanjutkan aktivitas seperti sedia kala.


"Eh alika.." Seorang wanita setengah baya menyambut kedatangan nya. Alika langsung bersalaman dengan wanita yang merupakan ibu sena.


Diusia nya yang menginjak 50 tahun beliau masih terlihat cantik, Dengan balutan dress bermotif bunga selutut dan rambut dibiarkan terurai sebahu persis seperti sena.


Alika sudah akrab dengan ibu nya. Jadi, tidak heran jika kedatangan nya disambut dengan hangat oleh beliau. Ia sangat bersyukur karena dikelilingi orang-orang baik saat sejak tinggal didesa ini.


"Bu, sena nya ada?" Tanya alika.


"Ada, ayo silahkan masuk!" Ibu sena menuntun alika untuk masuk kedalam rumah nya.


Alika tersenyum senang karena selalu diperlakukan baik oleh beliau. Ibu sena sudah seperti ibu kedua bagi nya.


"Mbak, sena dimana ya? Dari tadi tidak kelihatan." Tanya beliau pada seseorang yang kebetulan lewat dihadapan nya.


"Di kamar sina, bu." Jawab nya.


"Oiya terima kasih, mbak." Beliau dan alika pun pergi kekamar kakak sena, sina.


Rumah sena yang luas kini sudah dihias oleh pernak pernik khas pernikahan. Bunga dan kain indah yang terpajang didinding. Juga nampak tetangga-tetangga sena yang mondar mandir membantu ibu sena.


Alika terpana melihat dekor pernikahan kakak sena yang begitu mewah. Tidak terpikir akan sebagus ini. Namun, ia tidak merasa aneh karena keluarga sena adalah keluarga yang terpandang dan kaya.


Tak terasa ia dan ibu sena sudah sampai didepan kamar kak sina. Beliau hanya mengantarkan alika sampai disini saja. Selebih nya ia sendiri yang akan mengetuk pintu kamar nya.


"Sena.." Panggil alika seraya mengetuk pintu.


Pintu pun terbuka dan dari balik pintu muncul sena dengan memakai masker diwajah nya. Alika terkejut. Tapi, ia tidak sampe berteriak.


"Sena.. mengagetkan saja."


"Hehe.. maaf. Kamu baru dateng? Atau udah dari tadi?" Ucap sena menebak-nebak.


"Dari kemarin." Gurau alika.

__ADS_1


"Menyebalkan." Sena menggembungkan pipi nya karena kesal pada alika.


"Siapa sena?" Tanya kak sina dari dalam kamar nya.


"Alika." Sahut sena.


"Suruh masuk." Perintah kak sina. Akhir nya mereka masuk kedalam kamar kak sina.


Kamar kak sina tidak beda jauh dengan ruangan lain nya yang sudah didekor. Hanya saja kamar kak sina dihias jauh lebih bagus dan istimewa. Maklum lah ini adalah kamar pengantin.


Alika semakin terpana melihat semua itu. Sebelumnya dia tak pernah sama sekali membayangkan akan bersahabat dengan sena. Si gadis cantik dengan kehidupan nya yang sempurna.


"Alika, apa kabar?" Tanya kak sina. Ia terlihat antusias dengan kehadiran nya.


Kak sina nampak sedang memakai masker juga dan hena yang menghiasi seluruh tangan nya. Aura pengantin mulai terpancar dalam diri kak sina.


Baru kenal dengan nya alika sudah sangat menyayangi kakak nya sena itu. Ia seolah melihat renkarnasi dari kak alya. Rambut panjang, kulit bersih dan postur tubuh nya yang tinggi.


Namun, Kak alya lebih senang mengikat rambut nya kebelakang.


"Baik kak." Sahut alika.


"Iya kak, nek yu sudah sembuh. Sekarang beliau sudah kembali beraktivitas." Jawab alika.


"Oh syukurlah."


"Tapi, maaf ya kak. Nek yu tidak bisa bantu-bantu disini karena nenek harus bekerja dirumah bu lola. Kata nya nenek besok akan kesini dengan bu lola dan anak nya." Ungkap alika.


"Tidak apa-apa, alika." Kak sina mengerti kondisi nenek alika dan itu semua sudah menjadi tugas nya yang tidak boleh ditinggalkan.


Kak sina mengajak alika untuk segera berganung bersama nya. Sebelum itu ia menyimpan barang bawaan nya. Karena malam ini alika akan menginap dirumah sena.


Selama alika disana mereka banyak menghabiskan waktu membahas tentang pernikahan sampai ketiga nya mengantuk lalu, tertidur pulas.


Dan keesokan hari nya mereka sudah siap dengan riasan nya masing-masing. Kak sina nampak cantik dengan baju kebaya dan mahkota (siger) yang dipakaikan dikepala nya. Sedangkan alika dan sena mengenakan kebaya sederhana namun masih nampak cantik dengan make up agak tebal menghiasi wajah mereka.


"Kalian cantik sekali." Puji kak sina. Walaupun ia masih jauh lebih cantik dari alika dan sena. Kak sina tak segan memuji mereka.

__ADS_1


"Terima kasih, kak. Tapi, kak sina yang paling cantik." Ucap alika.


"Iya, kak. Pangling aku lihat nya. Padahal sehari-hari kakak suka pakai make up." Timpal sena.


"Bisa aja kamu.. hehe."


Jam menunjukkan pukul 07.00 a.m. Dan sebentar lagi pihak dari mempelai pria datang. Semua orang yang terlibat di pernikahan kak sina pun segera mempersiapkan semua nya.


Alika dan sena di beri tugas untuk membawa mempelai wanita yang sudah selesai dimake over ke ruang tengah. Mereka di suruh untuk menunggu disana sampai upacara adat selesai.


Sementara itu diluar rumah sudah terdengar musik yang menggema untuk menyambut mempelai pria dan rombongan nya.


"Padahal sena ingin lihat." Sena sangat menyayangkan diri nya karena tidak diperbolehkan menyaksikan penyambutan tersebut.


Karena mereka berdua harus menunggu kak sina didalam.


"Sabar ya, sen." Alika berusaha menenangkan sena.


***


Tak terasa semua acara selesai tepat pukul 11.00 A.M. Dan sekarang giliran tamu undangan yang datang. Tugas utama alika juga sena sudah berakhir. Kini, mereka di beri tugas untuk berjaga didepan sambil menunggu cinderamata serta mengarahkan para tamu untuk menulis di buku catatan.


Satu persatu tamu mulai berdatangan. Termasuk keluarga bu lyla. Beliau hadir dengan nenek alika beserta putra semata wayang nya.


Tapi, sayang nya saat mereka datang. Alika sedang pergi ke kamar mandi. Mereka jadi tidak sempat bertemu. Dan yang menjaga cindermata tersebut hanya sena seorang.


"Sena, cantik sekali." Puji bu lyla.


"Terima kasih, tante." Sahut sena.


"Oiya, alika nya mana?Kata nya dia bantuin kamu disini." Kedua bola mata bu lyla melirik kesana kemari mencari keberadaan alika.


"Lagi Kekamar mandi, tante." Jawab sena.


"Oiya, tidak apa-apa. Jadi, dimana tante harus menulis nama." Bu lyla kebingungan karena buku untuk mengarsip nama-nama tamu undangan yang hadir belum ada diatas meja.


"Hehe.. aduh maaf tante. Sena hampir aja lupa." Ucap sena seraya mengambil buku tersebut dibawah meja.

__ADS_1


Sementara itu bu lola, nenek alika dan adnan tertawa melihat tingkah sena.


BERSAMBUNG~~


__ADS_2