
"Jangan pergi, arin!!" Adnan berteriak dalam tidur nya. Alika yang masih mengurus bayi nya sangat cemas melihat sang suami mengigau sambil menyebut nama arin.
"Aku mohon jangan pergi!" Dengan reflek adnan langsung terbangun dari tidur nya.
Ia berusaha mencerna apa yang terjadi. Sambil mengatur nafas nya. Setelah itu adnan mulai merasa lega karena apa yang ia saksikan tadi hanya mimpi belaka.
"Kak adnan gak apa-apa,kan?" Tanya alika dengan raut wajah yang penuh dengan kecemasan.
"Gak apa-apa, kok."
"Kaya nya kak adnan lagi mikirin kak arin, ya?" Pertanyaan yang berhasil mengacaukan mood suami nya.
"Gak juga."
"Gak tau kenapa aku mimpi arin kecelakaan." Ucap adnan.
"Itu cuman mimpi. Jadi, gak usah terlalu dipikirin." Alika memegang punggung sang suami dengan sebelah tangan nya.
"Iya."
"Mudah-mudahan apa yang kak adnan mimpikan tidak menjadi kenyataan." Ungkap alika.
Malam itu adnan kembali tertidur. Sedangkan alika melanjutkan aktivitas nya mengganti popok bayi nya. Sebenar nya alika sangat cemburu karena suami nya masih memimpikan mantan kekasih nya.
Selama ini dia tidak pernah masuk dalam mimpi sang suami. Mungkin karena arin adalah wanita yang paling dicintai nya dulu. Tidak menutup kemungkinan adnan masih ada rasa yang tertinggal dalam hati kecil nya.
Alika melamunkan hal yang tidak penting. Sampai bayi nya menatap wajah nya tersebut. Bayi alika sangat menggemaskan. Membuat siapa saja yang melihat nya ingin mencubit pipi nya.
"Aduh nak. Mafin mamah ya." Alika salah memasukkan popok yang akan dipakai oleh anak nya itu.
Hari demi hari mereka lewati bersama. Sesekali rumah tangga kedua nya pun di bumbui oleh perasaan cemburu. Maklum alika baru merasakan yang nama nya cinta.
Sang suami sangat baik hati. Membuat alika sulit untuk menolak setiap perhatian dan kasih sayang yang selalu di berikan oleh nya.
Apalagi ia bisa memberikan seorang anak. Semakin sayang lah suami pada alika. Apapun yang ia inginkan sering adnan turuti.
"Aku berangkat kerja dulu." Ucap adnan seraya mencium kening istri nya.
"Udah sarapan?"
"Nanti aja di kantor. Soal nya aku udah telat." Adnan terus memandangi arloji yang melingkar di tangan sebelah kiri nya.
__ADS_1
Hari ini sang suami hendak pergi lebih awal ke tempat kerja nya. Di karenakan banyak pekerjaan yang belum di selesaikan.
Rencana yang di janjikan oleh adnan batal. Sebab, ia akan pulang terlambat.Padahal alika sangat ingin pergi ke tempat makan tersebut.
"Hati-hati ya. Jangan lewatin sarapan dan makan siang. Jaga terus kesehatan. Vitamin nya diminum." Ucap alika seraya memasukkan vitamin C ke dalam tas suami nya.
"Iya istri ku yang paling cantik." Untuk pertama kali nya adnan memuji sang istri.
"I love you." Alika memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan nya pada sang suami, Menggunakan bahasa inggris.
"Love you too." Adnan pun membalas nya.
Menikah tanpa pacaran lebih dulu memang semanis ini. Kamu akan merasakan cinta setelah mengikat janji suci sehidup semati.
Dan rasa damai yang di alami oleh adnan itu tercipta dari alika yang baru di kenal nya dalam pernikahan.
Ia janji tidak akan menyia-nyiakan istri nya. Sekalipun banyak rintangan dan godaan yang datang silih berganti untuk menguji kesabaran nya.
***
Senyum mengembang di bibir tipis adnan. Tempat sekantor nya, irene. Heran melihat rekan kerja nya itu. Karena biasa nya adnan tidak pernah tersenyum.
Niat hati irene ingin bertanya pada nya. Karena penasaran dengan apa yang baru saja di alami oleh nya. Tapi, adnan malah mengeluarkan vitamin C untuk di minum. Irene pun menghela nafas ringan. Lalu, kembali ke tempat duduk nya.
"Kenapa ren?" Tanya adnan setelah minum Vitamin nya C itu. Irene kira ia tidak akan memperdulikan nya.
"Anu pak. Maaf kalau irene kepo. Hm.. dari tadi irene lihat bapak senyum2 sendiri." Irene tidak menggantung perkataan nya karena takut salah brucap.
"Gak ada apa-apa, ren. Saya cuman lagi seneng aja." Sahut adnan seraya memeriksa pekerjaan nya di komputer.
"Oh gitu ya pak."
"Kamu sendiri kenapa pake bando itu? Apa gak risih pake bando bentuk telinga beruang kaya gitu." Adnan menyentil bando yang dikenakan oleh irene. Ia sering merasa aneh dengan tingkah laku nya yang mirip dengan anak berusia 5 tahun tersebut.
"Emang nya jelek ya pak?"
"Kaya bocah aja." Celetuk adnan. Kemudian melanjutkan pekerjaan nya.
"Oiya, pak. Rencana nya hari ini aku sama kina mau nengok istri bapak. Boleh kan, pak?"
"Boleh. Kita bareng aja. Dengan begini aku bisa izin pulang lebih awal sama arin." Ujar adnan.
__ADS_1
"Siapa bilang kamu boleh pulang lebih awal?" Arin muncul dari balik pintu sambil membawa setumpuk berkas.
"Lagi-lagi nenek sihir." Gumam irene.
"Apa kamu bilang? Coba lebih keras lagi." Ketus arin saat tak sengaja mendengar suara irene.
"Gak bu. Ibu cantik." Elak irene. Ia malah di tertawakan oleh kina.
"Jangan ketawa! Gak ada yang lucu!" Arin melotot pada kina.
Sifat pemarah nya keluar lagi. Dia memang sangat sulit di ajak bercanda. Apalagi kalau menyangkut kerjaan. Hati nya sudah beku karena sakit hati. Sekarang arin hanya bisa melampiaskan nya pada apapun yang membuat nya kesal.
Arin pun pergi dengan amarah nya. Adnan, irena dan kina sudah terbiasa dengan sifat atasan nya tersebut.
Mereka tidak menyimpan dendam. Hanya saja adnan ingin sekali mengembalikan arin yang dulu terkenal hangat dan lemah lembut.
"Mantan bapak nyebelin!" Hardik kina.
"Emang bener ya sakit hati bisa mengubah prilaku seseorang. Menjadi baik tidak menjamin di perlakukan baik juga oleh pasangan sendiri. Nasib Kak arin dalam percintaan kurang beruntung." Ungkap irene.
"Tapi, kak arin banyak uang dan karir nya semakin bersinar."
"Ssttt... jangan menggosip."
"Btw, kak adnan masih ada rasa gak sama kak arin?" Bukan irene nama nya kalau tidak penasaran dengan semua hal.
"Ren, sadar! Kamu aja masih jomblo. Mana tau perasaan orang yang abis patah hati tuh kaya gimana." Oceh adnan.
"Wkwkwk... mana dia tau. Orang dia aja masih ngayalin oppa-oppa korea." Ledek kina.
Irene pun menjintak kepala kina. Dia kesal jika kesendirian nya di sangkut paut kan dengan apa yang ia sukai.
"Ren, sadar!!! kamu udah mau 25 tahun." Kina malah tidak kapok.
Irene dan kina pun saling ledek. Sementara itu adnan sedang mencoba mengirim pesan pada istri nya.
'MAAF HARI INI AKU PULANG LARUT MALAM.JADI, KEMUNGKINAN BESAR AKAN MENGINAP DI KANTOR.'
Dreett~~ pesan dari suami nya masuk ke ponsel alika. Ia yang tengah beristirahat langsung membuka pesan dari suami nya tersebut. Saat membaca sms tersebut. Alika sedikit resah.
BERSAMBUNG~~
__ADS_1