Menikah Di Usia 16

Menikah Di Usia 16
Mencair


__ADS_3

Adnan saling diam dengan istri nya. Mereka hanya berinteraksi jika adnan memerlukan bantuan alika. Kedua nya jadi seperti itu karena sang istri yang berani mengangkat telepon dari arin.


Beragam cara sudah alika lakukan untuk mencairkan hati suami nya. Tapi, selalu gagal. Adnan benar-benar marah.


Sebagai seorang istri yang baik. Alika tetap sabar menghadapi nya yang kembali bersikap dingin. Ia pantang menyerah dan selalu mencoba membuka pembicaraan. Tatkala, mereka sedang berdua ditempat yang sama.


"Kak, hari ini aku usg dan hasil nya bagus. ngomong-ngomong bayi kita ini kan laki-laki. Nanti mau kasih nama apa?" Ucap alika.


Adnan tetap diam. Dari tadi dia so' sibuk dengan ponsel nya. Sang istri berusaha menguatkan lagi diri nya. Ia tidak boleh sampai hanyut dalam suasana menegangkan tersebut.


"Hmm... mau aku buatkan jus mangga?"


"Tidak usah." Lega nya alika. Kali ini, ia menjawab. Meski dengan nada dingin.


"Kalau begitu aku buatkan es kopi? Dari tadi kak adnan belum minum apa-apa. Apa gak haus?" Alika nyaris putus asa dengan sikap suami nya itu.


"Aku sedang sibuk. Jadi, jangan ganggu aku dulu. Kalau kau mau minum jus mangga minum saja." Ketus adnan sambil beranjaK dari tempat duduk nya.


"Baiklah."


Alika sedih diperlakukan seperti itu oleh sang suami. Ia tidak menyangka sampai sejauh ini. Jika, perilaku nya kemarin akan berdampak besar pada perasaan adnan.


Rumah jadi terasa lebih dingin. Adnan hanya pulang dan pergi bekerja tanpa menyapa atau menanyakan kabar alika dan calon buah hati nya.


Ia juga berhenti mengantar istri nya jalan-jalan pagi. Bagi alika hal itu sudah kelewatan. Namun, ia tidak berani menegur suami nya tersebut.


"Aku mau ke rumah difa." Adnan muncul dari kamar dengan berpakaian rapi.


"Tapi, kak.."


"Aku pergi dulu. Jangan hubungi aku kalau tidak ada yang penting." Tegas sang suami.


"Tapi, kak..."


"Aku mohon biarkan aku pergi. Kalau ada perlu apa-apa. Hubungi saja ibu." Tukas nya.


Adnan segera pergi meninggalkan istri nya sambil terburu-buru.


'Aku sedang ingin bersenda gurau dengan mu.' Batin alika.

__ADS_1


***


Dirumah alika akhir nya diam sendirian. Dia kebingungan harus melakukan apa? Sedangkan suami nya pergi kerumah teman nya.


Karena ia merasa kesepian. Ia memilih untuk melihat-lihat laptop milik adnan. Sekedar main game atau melihat video lucu di youtube, Untuk membunuh rasa bosan.


Alika menyalakan layar laptop dan membuka satu persatu folder yang ada di sana.


"Menarik." Gumam nya ketika melihat ada satu folder bertuliskan moment bersama kamu.


Alika penasaran. Lalu, membuka folder tersebut. Dan ternyata banyak sekali foto adnan dan arin waktu pacaran dulu.


"Mereka terlihat sangat serasi." Gumam alika lagi.


Dia sama sekali tidak iri dengan hubungan mereka dulu. Ia hanya sedikit cemburu saat melihat moment-moment yang diabadikan tersebut.


Kedua nya tampak bahagia. Terlihat dari senyuman yang menghiasi di setiap jepretan.


Tanpa alika sadari ia ketiduran saat melihat-lihat foto terakhir. Dan adnan sudah pulang dari rumah difa. Sejak tadi ia mengetuk pintu tapi, tidak ada yang mendengar.


Ia pun masuk berhubung rumah dalam keadaan sedang tidak terkunci.


Adnan memindahkan sang istri ke tempat yang lebih nyaman. Meskipun, ia masih marah gara-gara kejadian itu.


Setelah itu sang suami langsung mematikan layar laptop. Tanpa memeriksa terlebih dahulu apa yang sedang istri nya lihat sampai ketiduran.


"Merepotkan saja!" Gerutu adnan sambil meletakkan laptop nya di tempat semula.


"Kau jahat! Aku juga ingin diperlakukan layak nya seorang perempuan yang kau cintai." Alika mengigau.


Sontak adnan menoleh kearah istri nya. Dia kira alika berbicara seperti itu dalam keadaan sadar. Jika diperhatikan istri nya tampak lebih manis kalau sedang tidur.


Kalau dibiarkan lama-lama tidur disini, Alika bisa sakit. Adnan pun berusaha memindahkan nya ke kamar tidur mereka.


"Berar juga kau ini." Ucap adnan saat menurunkan istri nya ke kasur.


"Jangan tinggalkan aku!" Tiba2 tangan adnan ditarik oleh alika. Tepat ketika dia mau pergi.


"Aku mohon jangan tinggalkan aku." Istri nya mengigau lagi. Kini, ia terdengar seperti orang yang sedang ketakutan.

__ADS_1


"Aku tidak akan meninggalkan mu." Ucap sang suami seraya duduk disamping alika. Hati adnan mulai mencair. Ia tak lagi kesal pada nya.


Seketika alika terbangun daro tidur nya dan langsung terkejut karena suami nya sudah ada disamping nya sambil memegang tangan alika.


"Kak adnan?"


"Tadi kau ketiduran di ruang bersantai ku. Jadi, aku pindahkan kesini agar lebih nyaman." Ucap adnan masih dengan wajah dingin nya.


"Terima kasih, kak. Ngomong-ngomong kapan kakak pulang? Kenapa sebentar sekali pergi kerumah kak difa nya?" Tanya alika.


"Tiba-tiba aku ingat dengan kau. Aku takut kau terpeleset di kamar mandi." Sahut adnan dengan penuh kekhawatiran pada sang istri yang tengah mengandung.


"Kenapa harus mencemaskan aku?Aku disini tidak apa-apa." Ucap nya.


Hal yang paling adnan tidak ingin alami pada istri nya adalah meninggalkan alika dalam keadaan marah. Apalagi marah karena hal sepele. Sejujur nya ia merasa bersalah. Namun, adnan gengsi untuk mengucapkan kata maaf.


Kejadian waktu itu ia tidak bermaksud menyakiti nya. Hanya saja adnan tak ingin sang istri melewati batas dengan membuka ponsel nya tanpa seizin diri nya.


Dari awal menikah adnan memang belum pernah memperbolehkan sang istri mengecek ponsel nya.


Adnan belum berani. Karena takut menimbulkan kesalah pahaman yang harus dijelaskan dengan panjang lebar. Tapi, percayalah ia tidak mungkin kembali ke masa lalu nya. Sekalipun bayang- bayang masa lalu itu terus menerus mengejar nya.


"Karena aku suami mu." Ucap adnan.


"Tapi, kenapa kau harus semarah itu? Aku hanya mengangkat telepon saja siapa tau penting. Tidak bermaksud untuk melanggar privasi mu." Tukas alika dengan raut wajah kesal.


"Tapi, kau mengangkat telepon dari arin. Aku sangat marah dan membenci nya." Balas suami nya tak kalah kesal.


"Lain kali jika, arin menelepon lagi. Jangan diangkat!" Lanjut adnan.


"Iya kak. Maafkan aku. Lain kali tidak akan aku ulangi." Timpal alika dengan perasaan bersalah.


"Hal sepele seperti ini lah akan memicu pertengkaran dan kesalah pahaman dalam berumah tangga." Adnan mengingatkan.


"Iya kak."


"Apalagi jika itu berhubungan dengan masa lalu. Arin menelepon ku bukan karena ingin membahas pekerjaan. Dia hanya kurang kerjaan saja." Adnan sudah ingin melupakan semua nya. Termasuk hubungan nya dengan arin dulu.


"Lebih baik kita fokus dengan rumah tangga yang sedang kita jalani." Ucap adnan yang membuat hati hati sang istri kembali tenang.

__ADS_1


BERSAMBUNG~~


__ADS_2