
2 minggu kemudian, Akhir nya adnan diterima kerja. Kebahagiaan ia pun bertambah karena pekan depan adalah hari kelulusan istri nya. Agak aneh, Sebab ia wajib hadir di hari kelulusan sang istri.
Belum banyak yang tau mengenai pernikahan alika. Hanya kerabat dan sahabat terdekat lah yang baru mengetahui nya.
Berita simpang siur tentang alika juga, Menghilang seiring berjalan nya waktu. Sekarang orang-orang cenderung lebih peduli terhadap kenaikan sembako.
"Jangan terlalu kaku pada alika. Dekati dia.. Lakukan hal yang serupa seperti saat kau mendekati arin. Ambil hati nya." Ujar bu lyla.
"Aku belum berani mendekati nya. Apakah ibu punya cara khusus untuk mengambil hati alika?" Tanya adnan.
"Dia adalah gadis yang baik. Alika sama sekali belum mengenal cinta. Kau harus bisa memperlakukan nya dengan baik lebih dulu." Jawaban sang ibu dalam sekejap dapat membuat adnan berpikir keras.
Gadis-gadis yang dulu pernah mengisi hati nya. Tidak senaif alika. Kebanyakan dari mereka sudah mengenal cinta sebelum menjalin hubungan dengan adnan.
Termasuk arin. Banyak laki-laki yang berusaha menjadikan nya kekasih. Namun, yang beruntumg hanyalah adnan. Padahal ia bukan salah satu dari mereka yang selalu sibuk mencuri hati wanita itu.
__ADS_1
"Dia dekat dengan sena. Melihat alika aku merasa seperti melihat sena. Dia gadis naif yang ambisius dalam mengejar cita-cita nya." Ucap adnan. Sebuah jitakan berhasil mendarat dikepala nya.
Ibu nya sangat kesal mendengar ucapan adnan, Yang seolah-olah ditujukan untuk seorang pelajar. Tinggal menghitung hari alika sepenuh nya menjadi seorang istri.
Bu lyla sudah tidak ingin lagi, Mendengar rasa iba adnan pada sang istri yang telah dipinang nya.
Memiliki cucu dan hidup normal layak nya seperti keluarga lain nya, Adalah impian beliau bersama suami nya.
"Jika kau terus berkata seperti itu terus dihadapan ibu. Ibu tidak akan segan-segan lagi melakukan berbagai cara supaya alika bisa mengandung. Kalian sudah menikah. Tapi, kenapa harus membuat perjanjian yang bisa menunda keinginan ibu?!" Teriak bu lyla.
Bu lyla menghela nafas sejenak. Supaya asupan oksigen masuk dengan baik ke otak nya. Sehingga ia dapat membalas ucapan sang anak dengan kepala dingin.
"Baiklah. Ibu mengerti apa maksud mu."
"Semoga cara tersebut bisa berhasil. Dan aku dapat mengambil hati nya."
__ADS_1
"Iya, nak."
"Aku tidak dapat melakukan nya tanpa chemistry dengan alika." Ucap adnan dengan wajah yang sedikit memerah.
Baru kali ini bu lyla melihat anak nya salah tingkah.
"Anak ibu sekarang sudah dewasa." Bu lyla mencubit kedua pipi adnan dengan gemas.
Ia benar-benar tidak menyangka anak kandung semata wayang nya itu, Mau membuka hati nya kembali dan menikah.
Setelah sekian lama hati anak nya membeku, Akhir nya cair juga, Karena ingin membahagiakan sang ibu di awal usia 30 tahun.
Jelas sekali bu lyla bangga. Sebab, tidak mudah membujuk adnan untuk menikah. Berbagai cara telah ia tempuh. Tapi, selalu gagal. Dan kini penantian panjang itu berbuah manis. Semenjak kehadiran seorang gadis baik di kehidupan nya.
BERSAMBUNG~~
__ADS_1