
Bukannya cemburu atau marah, adnan malah menanggapi pengakuan istrinya dengan datar. Hal itu membuat alika kecewa. Sebab, yang ia harapkan adalah rasa cemburu dari sang suami.
Manusia es seperti dirinya memang sulit mengerti perasaan alika. Sementara itu, adnan merasa tak perlu mempermasalahkan masalah tersebut. Makanya ia bersikap biasa saja dan seolah tak peduli dengan apa yang istrinya akui.
Sejujurnya adnan sudah sangat terbiasa dengan situasi seperti ini. Karena ia sering mengalaminya. Saat sedang menjalin kasih bersama arin, mantan kekasihnya.
Arin selalu diajak kenalan oleh pria lain. Jadi, adnan tak risih lagi dengan masalah sepele seperti itu.
"Pengakuan kamu malah bikin aku teringat dengan masa lalu ku. Jadi, aku gak aneh lagi sama kejadian kaya gini." Ucap adnan dingin.
Alika langsung menghela nafas berat. Seolah kesal dengan pernyataan suaminya. Kini, ia makin sulit memahami sikap sang suami.
"Baiklah. Aku mengerti!" Sahut alika yang gemas dengan tingkah laku adnan.
" Seharusnya kamu tidak perlu menceritakan hal itu padaku. Karena aku hanya ingin mendengar afnan saja." Ucap suaminya seraya menyimpan tas dan sepatu.
"Iya, kak. Hari ini afnan gak begitu rewel. Jadi, aku sedikit lega dan bisa melakukan aktivitas dengan tenang." Alika senang jika suaminya lebih tertarik pada masalah keluarga, dibanding persoalan yang tidak terlalu penting.
__ADS_1
Meski begitu ia tetap merasakan keresahan dalam hatinya. Bagaimana bisa orang yang telah sah menjadi pasangannya sulit untuk bersikap hangat padanya.
Selayaknya seorang istri ia juga ingin mendapatkan sedikit perhatian dari sang suami. Namun, alika tidak boleh sampai mempersulit suaminya. Adnan telah bekerja keras untuk keluarga kecilnya. Jadi ia harus berusaha untuk tidak mencari-cari perhatian dengan cara merengek padanya.
"Aku udah siapin makanan dimeja." Alika memberitahu suaminya.
"Iya. Aku ingin mandi dulu sebentar. Kamu duluan aja kalau mau makan."
"Aku udah makan." Ia menyahut suaminya.
"Yaudah kalo gitu."
Akhir-akhir ini afnan tidak begitu rewel. Ia jadi agak tenang saat membersihkan rumah. Alika semakin bangga pada dirinya sendiri. Sebab, ia langsung mampu melakukan perannya dengan baik. Walau harus mengorbankan mimpinya.
"Lagi pada ngapain, nih?" Beberapa saat kemudian adnan keluar dari kamar mandi seraya mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
Dan bau wangi yang berasl dari sabun pun tercium oleh alika. Lantas ia tersenyum saat menghirup baunya. Sangat khas dan selalu berhasil membuat hatinya berbunga-bunga.
__ADS_1
"Lagi nonton aja, kak." Jawab alika seraya mengembangkan senyumannya.
"Ouh.." Respon suaminya dengan singkat.
Lalu, adnan masuk kedalam kamarnya yang tepat berada dibelakang televisi.
Ia tak ingin berlama-lama disana. Sebab, adnan ingin segera mengganti bajunya. Usai mandi suaminya jarang memamerkan tubuhnya didepan alika.
Sebenarnya ia sangat malu melakukan hal-hal semacam itu dihadapan sang istri. Meski mereka sudah menikah dan memiliki anak.
Beberapa saat kemudian ia selesai mengganti pakaiannya. Setelah itu adnan langsung bergabung dengan alika dan anaknya. Selama mereka bersama tidak ada percakapan. Keduanya hanya fokus dengan kesibukannya masing-masing.
Adnan juga tampak tidak peduli dengan peristiwa yang menimpanya beberapa hari lalu. Setidaknya ia mencemaskan sang istri dan menanyakan kembali padanya perihal kejadian tersebut.
Namun, dia seperti manusia es. Diam membeku dan lebih tertarik dengan sesuatu yang ada diponselnya.
Alika sedikit dongkol dan ingin menegurnya. Tapi, nyalinya tak cukup. Akhirnya ia memilih untuk mengajak bayinya bermain.
__ADS_1
Sementara itu adnan asyik sendiri. Ia terlihat tengah sibuk bertukar pesan dengan seseorang sambil tersenyum senang, hingga membuat alika penasaran.