Menikah Di Usia 16

Menikah Di Usia 16
Pengganggu


__ADS_3

Seorang istri akan bersinar kecantikan nya. Jika, sang suami selalu memperlakukan nya penuh dengan cinta. Seperti hal nya alika. Ia sangat beruntung karena diperlakukan baik oleh adnan. Semakin hari ia juga semakin cantik. Keibuan nya mulai terpancar.


Banyak sekali orang yang iri dengan keluarga kecil adnan. Ia memiliki istri yang masih sangat muda. Namun, rumah tangga nya begitu harmonis.


Gadis-gadis di desa sana sampai berdecak kagum pada alika. Karena berhasil menikah dengan salah satu pria yang idam-idam kan oleh mereka di sana.


"Alika sama sekali tidak memanfaatkan adnan demi kepentingan nya sendiri." Ucap ibu-ibu rumpi yang sedang belanja sayur.


"Iya bu. Saya juga sebagai gadis iri dengan nya. Meskipun pernah tinggal di kota dia tidak sombong dan terbawa arus pergaulan. Dia sangat teguh dengan pendirian nya." Timpal seorang gadis yang di suruh ibu nya belanja.


"Meskipu alika tidak secantik arin. Tapi, sifat dewasa nya itu bikin adnan klepek-klepek." puji kang sayur.


"Selamat pagi ibu-ibu. Pada ngomongin siapa nih. Kaya nya asyik bener." Sapa nenek alika yang baru saja datang.


"Eh nek yu.. kirain siapa."


"Ini tadi kita lagi ngomongin alika. Cucu nenek. Dia beruntung banget ya punya suami kaya adnan. Udah baik ganteng lagi." Ucap si ibu rempong dengan rambut andalan nya, dicepol.


"Bisa aja kamu pen. Ini semua berkat kebaikan alika. Dia itu anak nya baik banget. Gak pernah ngebantah dari dulu." Tukas nek yu.


"Whoaa!!! daebak.." Celetuk irene. Gadis yang ikut nimbrung percakapan ibu-ibu.


"Gak kaya kamu, ren. Umur udah 25 tahun masih ngejomblo aja. Kerjaan nya cuman nonton oppa-oppa korea sama halu. Emang selain itu gak ada kerjaan lain ?" Oceh bu peni.


"Biar kata irene jomblo sejati. Tapi, orang yang deketin irene itu banyak. Cuman sayang kita cuman berkomunikasi lewat internet. wkwkk." Irene mulai halu lagi.


"Sama siapa tuh si leemincing?" Ledek bu peni.


"Ah.. bu peni ini. Kaya gak tau aja. Anak ibu juga kan suka sama korea-korea an." Celetuk irene. Seketika orang-orang yang ada disana tertawa terbahak-bahak karena tingkah irene.


Irene adalah perawan tua dikampung itu. Yah, meskipun umur nya masih 25 tahun. Namun, dia sudah termasuk gadis yang hampir kadaluarsa. Maklum di sana kebanyakan para gadis menikah belasan tahun atau 20 tahunan awal.


Anak itu suka k-pop dan sering jadi bahan omongan para tetangga. Karena kegemaran nya. Irene bekerja di tempat nya arin.


"Ren.. dulu gadis-gadis disini kan suka sama adnan. Kamu pernah suka juga gak sama dia?" Tanya mbak sayur.


"Hmm... gak mbak. Walaupun kak adnan perfect. Tapi, dia juga sama kaya kita. Waktu itu irene gak sengaja pernah lihat kak adnan ngupil ditempat sepi." Celetuk irene. Padahal disitu ada nenek yu.


"Hushhh irene! jangan ngomong sembarangan." Bu peni menegur irene.


"Maaf nek yu.. Irene emang suka ceplas ceplos kalau ngomong." Lanjut bu peni.

__ADS_1


"Iya gak apa-apa, pen." Ucap nek yu.


"Aduh maaf nek. Irene lupa! kan kak adnan udah jadi suami cucu nenek. Maaf ya nek." Irene menyesal menjawab pertanyaan mbak sayur.


"Gak usah dipikirin. Yaudah, nenek pergi dulu ya. Soal nya belanja nya udah selesai." Sahut nya.


Bu peni menyenggol lengan irene. Memberi tanda jika dia sudah mempermalukan nenek yu.


Irene sangat menyesal dan merasa bersalah. Mau minta maaf. Nenek yu keburu menjauh.


Akhir nya, irene pun ikut pergi dengan perasaan bersalah. Sampai dia lupa bayar.


"Irene... bayar dulu." Teriak mbak sayur.


"Besok aja mbak.. tanggung aku males bolak balik." Sahut irene.


***


Pulang membeli sayur nek yu berniat untuk menjenguk sang cucu yang habis melahirkan dirumah nya. Kebetulan dia juga tadi membeli banyak buah-buah di tukang sayur.


Rumah nya cukup ramai didatangi oleh sanak keluarga adnan. Sebenar nya beliau malu. Tapi, dia sudah sangat merindukan alika.


"Permisi.."


"Nek yu?" Sapa bu lyla


"Masuk-masuk." Bu lyla menggiring nenek alika kedalam kamar istri adnan tersebut.


"Nenek.. apa kabar nya?" Tanya adnan begitu beliau tiba.


"Baik, nak."


"Duduk disini." Adnan memberi tempat untuk nenek istri nya.


"Terima kasih, nak adnan."


"Bagaimana keadaan mu sekarang? Aku sangat mencemaskan sejak dia mengeluh kesakitan." Raut wajah nya berubah jadi sedih.


"Aku tidak mengalami hal yang dicemaskan oleh nenek." Ucap alika.


"Alika wanita yang kuat. Bahkan, dia masih bisa tersenyum saat kontraksi hebat." Balas adnan.

__ADS_1


"Syukurlah. Aku bangga karena memiliki cucu yang selalu berusaha kuat dalam setiap situasi." Nek yu mengelus tangan cucu nya.


Air mata alika hampir jatuh. Disaat seperti itu tiba-tiba ia mengingat sang ibu yang sudah tiada. Sekarang ia mengerti arti perjuangan seorang ibu yang berusaha melahirkan anak nya ke dunia dengan selamat.


Kemudian merawat nya dengan sepenuh hati sampai ia tumbuh menjadi anak yang terkadang masih menyakiti nya baik disengaja maupun tidak di sengaja.


Kini, semua itu sedang dan akan alika rasakan sebagai seorang ibu. Tidak mudah dan pasti nya banyak rintangan menghadang.


"Aku sangat merindukan ibu." Tangis alika akhir nya pecah.


Bu lyla,adnan dan nek yu pun ikut merasakan kesedihan nya.


Adnan menghampiri nya. lalu, memeluk sang istri sambil mencium puncak kepala nya.


"Setelah anak kita berumur 1 tahun. Kita ziarah ke makam kedua orang tua dan kakak mu." Ucap nya.


"Iya."


Di tengah kesedihan yang sedang menyelimuti alika. Sang suami menerima pesan lagi dari arin. Tanpa belas kasihan. Ia menyuruh adnan untuk segera datang ketempat kerja nya.


'BANYAK YANG HARUS KAU PERBAIKI. SEBAIK NYA KAU DATANG.' Isi pesan arin.


'TAPI, ISTRI KU MASIH BELUM PULIH. AKU HARUS MENEMANI NYA SAMPAI KEADAAN NYA MEMBAIK.' balas adnan.


'ALASAN.'


'SURUH IRENE SAJA. DIA ORANG YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS PEKERJAAN ITU SELAIN AKU.'


'IRENE SEDANG PERGI.'


Adnan tidak dapat lagi membendung amarah nya. Ia sudah tidak tahan dengan sikap arin. Bukan nya datang menjenguk, Dia malah memerintah nya memperbaiki pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh yang lain.


"Pesan dari siapa itu?" Tanya bu lyla yang sedari tadi memperhatikan anak nya gelisah saat memegang ponsel.


"Buka siapa-siapa." Elak adnan.


"Apa kau yakin? kau kelihatan sedang mencemaskan sesuatu. Apa perlu ibu bantu?" Ucap bu lyla.


"Tidak usah, bu. Ada baik nya kalian istirahat. Biar aku yang menemani alika disini." Ujar adnan.


BERSAMBUNG~~

__ADS_1


__ADS_2