
"Pantas saja aku merasa tidak asing dengan tempat ini. Saat pertama kali datang ke sini." Ucap alika.
Adnan menatap istri nya lekat-lekat. Ia berharap alika menceritakan kesan manis selama dia berada di sini saat dulu. Namun, ternyata yang di dapat hanya diam seribu bahasa nya sang istri.
Suasana mulai terasa hening. Hanya terdengar suara jam dinding. Seperti nya kencan yang di rencanakan oleh adnan gagal.
"Apa ada hal yang mengusik pikiran mu?" Ia mencondongkan tubuh nya ke alika.
"Tidak."
"Kelihatan nya kamu nyembunyiin sesuatu." Adnan tidak ingin menyerah.
"Coba cerita." Lanjut nya.
"Aku gak tau saat itu, Anak pemilik rumah ini akan menampar ku dan menuduh ku mencuri. Padahal cucu nya yang melakukan nya. Aku liat dengan mata kepala ku sendiri." Ungkap nya dengan nafas yang tersenggal-senggal. Ia seolah sedang menahan rasa sakit yang begitu dalam.
"Siapa yang berani menampar mu itu?"
"Dia anak sulung nenek azmi. Kata nya dia punya dua anak. Satu laki-laki dan satu lagi perempuan. Nah, yang perempuan itu yang ketahuan mencuri olehku." Jelas nya.
"Vivi?" Adnan menyebutkan adik tiri nya yang sudah tiada.
Alika sontak menatap sang suami dengan tatapan kaget. Sebab, adnan menyebutkan nama orang yang telah membuat nya terluka.
"Iya benar." Ucap alika dengan nada lirih.
Tangan istri nya sedikit gemetaran. Dan deru nafas nya tak beraturan. Ia mencoba untuk tidak menangis. Adnan mengerti dengan perasaan sang istri.
Ia juga mengerti dengan adik tiri nya yang terbilang sangat nakal, Ketika dia masih kecil. Jadi, adnan memilih untuk tidak menghakimi dan membela siapapun.
"Aku ngerti pasti kamu sakit hati banget gara-gara kejadian itu. Tapi, aku mohon maafin adik aku ya. Aku dan dia gak sedarah. Tapi, aku sayang banget sama vivi." Ucap adnan mengenang adik kecil yang selalu mewarnai hidup nya.
"Aku beruntung banget. Punya suami kaya kak adnan. Karena gak pernah ingin menyudutkan orang yang bersalah." Ungkap alika.
__ADS_1
"Makasih banyak karena udah mau jadi istri yang baik dan pengertian." Sang suami menggenggam tangan alika.
"Oiya.. ada satu pertanyaan yang akhir-akhir ini mengusik pikiran ku."
"Apa itu? Katakan saja."
"Kenapa waktu itu keluarga nenek azmi gak pernah nyeritain apapun mengenai cucu laki-laki pertama nya." Istri nya di penuhi rasa penasaran.
"Karena waktu itu aku sering sakit-sakitan dan sering merepotkan orang yang dekat dengan ku." Jawab adnan.
Masa kecil nya memang tidak seberuntung yang lain nya. Adnan memiliki riwayat penyakit jantung. Namun, seiring berjalan nya waktu penyakit adnan sembuh.
Keluarga nya sering menyembunyikan identitas nya. Karena menghindari cemoohan orang-orang.
Dan sekarang ia juga tidak menceritakan detail tentang penyakit yang idap nya pada alika. Masa lalu tetap lah masa lalu. Tidak penting untuk di bahas lagi.
"Oiya, btw kenapa kamu mau di jodohkan sama aku?" Adnan mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
"Aku cuman ingin menuruti perintah nenek ku. Aku yakin keputusan dia adalah keputusan yang terbaik." Jawab nya dengan mantap.
"Walaupun aku tau ini akan berat."
"Iya aku mengerti. Tapi, kamu gak usah cemasin masa depan mu. Karena aku yang bakalan tanggung semua nya." Tukas adnan.
"Jangan terlalu maksain. Kalau impian ku gak terwujud juga. Aku gak bakalan sedih." Timpal sang istri.
Alika mulai paham dengan perjuangan dan rasa letih yang di rasakan oleh suami nya. Dia hanya ingin membangun rumah tangga dan hidup bahagia di dalam nya.
Namun, alika malah menyeret nya ke dalam masalah nya yang lain. Saat ia mengetahui sang suami mencari uang tambahan. Alika merasa diri nya tak berguna.
Ia mengeluh karena lelah merawat afnan. Sementara di sisi lain suami nya juga berjuang habis-habisan demi bisa memenuhi semua keinginan nya.
"Aku gak mau liat kamu nyerah gitu aja." Adnan menyemangati alika.
__ADS_1
"Gimana sama mey? Kaya nya dia gak bakalan balikin uang kak adnan dalam waktu dekat." Ucap alika dengan sedikit penekanan di setiap kalimat nya.
"Yang penting saudara kamu bisa balik lagi kesini dan sehat. Kalau soal itu gampang, Aku bisa cari lagi." Adnan mencoba menghibur istri nya.
"Cukup! Kamu aja udah kerja keras seharian buat aku sama afnan. Jadi, aku gak bakalan nambahin beban lagi. Kalau afnan udah menginjak umur 2 tahun. Aku bakal cari uang sendiri buat kuliah aku." Kata alika panjang lebar.
"Kerja itu capek loh. Kamu yakin mau mundurin kuliah kamu lagi?" Sebenar nya adnan tidak ingin sampai sang istri susah payah ikut mencari uang.
"Iya." Suara alika jadi mengecil.
Yang selama ini membuat suami nya mencurigakan, Ternyata dia sedang mencari uang tambahan. Bukan pergi dengan orang lain. Apalagi sampai menghianati nya. Mana tega?
"Hikss hikss.." Akhir nya tangis alika pecah. Ia tidak dapat lagi menahan emosi nya yang campur aduk.
"Kenapa baru bilang sekarang. Kenapa harus di pendam semua nya sendirian. Kenapa harus berbohong sih? Apa salah nya kak adnan jujur." Lanjut nya.
"Aku kasian sama kamu. Lagian hampir tiap malam kamu begadang buat menyusui afnan. Terus pagi nya lanjut beres-beres rumah dan semacam nya." Jelas adnan.
"Tapi, kan kak adnan gak usah cape-cape nyari uang tambahan buat menuhin keinginan kita. Segini juga udah cukup." Tukas alika.
"Kata nya kamu mau kuliah tahun ini."
"Gak jadi. Biar aku undur lagi. Aku pengen ngejar impian ku pas semua nya udah stabil. Gak kaya gini. Apalagi pas mey lagi kena masalah. Pokok nya aku pengen tuntasin semua nya dulu." Balas alika dengan berapi-api.
"Ya udah kalau gitu. Jangan lupa banyak makan dan istirahat." Adnan mengingatkan.
Percakapan di tutup oleh suami nya. Adnan beranjak pergi dari tempat duduk nya. Sedangkan alika masih tetap berada di sana.
Ia jadi memikirkan banyak hal. Beban yang ia saat ini bukan perkara yang mudah. Anak nya masih kecil. Saudara nya sedang di uji. Ia tidak jadi kuliah. Dan belum lama ini ia mendengar nenek nya bolak balik klinik. Asam urat nya sering kambuh.
Biaya yang keluar semakin membengkak. Dan yang bekerja hanya suami nya.
Lalu, ia harus kuat menjalani hidup. Kalau bukan alika siapa lagi orang yang akan menolong keluarga nya yang tersisa.
__ADS_1
"Aku mohon beri hamba-Mu yang lemah ini kekuatan. Mudah-mudahan hamba bisa melewati nya. Aku yakin setelah hujan badai akan ada pelangi datang." Ucap nya dalam hati.
BERSAMBUNG~~