Menikah Di Usia 16

Menikah Di Usia 16
Seni berumah tangga


__ADS_3

Kandungan alika makin membesar, Dan kini menginjak usia 6 bulan. Hampir setiap pagi sebelum suami nya berangkat kerja, Ia selalu mengajak alika jalan-jalan disekitar rumah nya.


Mereka tampak serasi sebagai pasutri. Orang-orang yang hendak pergi ke ladang sering menyapa mereka berdua.


Entah kebetulan atau tidak. Pagi itu alika dan adnan berpapasan dengan arin yang sedang lari pagi. Arin menatap kedua nya dengan tatapan sinis. Seperti nya wanita itu benci dengan kebahagiaan yang didapat oleh alika.


"Selamat pagi kak arin..." Dengan polos nya alika malah menyapa arin. Wajar saja karena ia mengenal wanita itu sebagai mantan kekasih sang suami dan kakak sepupu sena.


Penyihir itu tidak merespon nya. Dia terus saja berlari. Adnan benar-benar dibuat kesal oleh arin. Seperti nya dia sengaja ingin membuat nya marah.


"Kau harus sabar. Mungkin dia tidak dengar." Sang suami berusaha membesarkan hati istri nya.


"Iya kak."


Adnan berusaha menahan emosi untuk kesekian kali nya. Ia biarkan arin bersikap seperti itu. Asal dia bahagia.


"Lebih baik kita pulang."


Dreeettt!! Sebuah pesan masuk keponsel adnan. Ia pun membuka nya.


'ISTRI MU MAKIN CANTIK. PASTI DIA HANYA MEMANFAATKAN MU SAJA.' Pesan masuk tersebut berasal dari arin.


Saat membaca nya dep! Perasaan ini sakit.


Dia sudah keterlaluan. Wanita itu cari gara-gara saja. Adnan tidak akan membalas pesan nya. Walaupun, dia mengirim ratusan pesan.


"Kenapa kak? Apa ada sesuatu?" Tanya alika yang membuat nya merasa bersalah.


"Hmm.. tidak ada. Lebih baik kita pulang saja kerumah." Ucap sang suami berusaha menyembunyikan apa yang terjadi.


Arin terus menerus mengirim pesan berisikan kata-kata yang menyudutkan istri nya. Adnan sampai tidak sanggup membalas nya karena menghindari gejolak emosi, Yang sedang sekuat tenaga ia tahan.


Setiba nya dirumah adnan langsung meminta maaf pada alika, Ia mencoba mengalihkan perhatian sang istri. Supaya tidak mencurigai nya.


"Kau mau minum apa?Air putih atau es teh?" Tawar adnan.


"Air putih saja."


"Ya sudah kalau begitu aku ambilkan. Tunggu sebentar ya!" Ucap adnan.


Ia pun berjalan menuju dapur, Tapi bodoh nya adnan tak sengaja meninggalkan ponsel nya di atas meja. Sementara itu, pesan tak henti-henti nya masuk kedalam ponsel sang suami.


Karena alika merasa penasaran. Ia membuka ponsel suami nya tersebut.

__ADS_1


Betapa terkejut nya ia karena menemukan banyak rentetan pesan masuk dari arin. Pesan tersebut berisi mengenai diri nya yang dijelek-jelekkan.


'YANG KU TAU ALIKA SELALU MEMANFAATKAN SENA SEJAK MEREKA TERLIHAT BERSAMA.'


'DIA TIDAK MAMPU MENANDINGI KU.'


'BANYAK TINGKAH.'


'GADIS TAK BERGUNA.'


'ORANG ANEH.'


Semua pesan itu jelas sekali mencoreng nama baik alika.


'Aku tidak menyangka kak arin membenci ku.' Batim alika sedikit terganggu.


Ketika sedang serius melihat-lihat pesan yang ada diponsel sang suami. Ia mendengar langkah kaki suami nya yang mendekat. Dengan sigap alika langsung menaruh kembali ponsel tersebut diatas meja.


Ia juga berusaha mengendalikan mimik wajah nya, Agar tidak terlihat tengah kecewa.


Tak lama kemudian adnan datang sambil tersenyum kearah nya dan membawa 2 gelas air putih dan beberapa buah potong melon. Suami nya itu orang yang sangat baik. Bahkan, orang-orang disekitar nya sangat menyayangi adnan.


Tapi, kenapa orang yang pernah sangat dicintai nya dulu, Malah balik membenci nya. Setelah wanita itu gagal move on.


"Hmm.. iya."


Adnan baru menyadari ponsel nya lupa ia bawa. Perasaan nya mulai tidak enak. Karena adnan melihat ponsel nya seperti sudah digunakan oleh seseorang. Nampak dari layar ponsel yang masih menyala.


"Ini diminum dan jangan lupa melon nya dihabiskan." Titah adnan.


"Iya kak.."


Alika sadar ia hanya seorang gadis biasa, Yang dinikahi suami nya karena perjodohan. Ini bukan cinta. Tapi, ia sangat bahagia. Terlebih hidup nya sekarang banyak terbantu oleh sang suami.


Dia tidak perlu bersusah payah bekerja setelah lulus sekolah. Sebab, adnan sudah menanggung sepenuh nya hidup alika.


Meskipun, ia harus kehilangan indah nya masa remaja. Namun, alika tidak kecil hati.


Semua yang ia lakukan tak lepas dari masa depan daan kebahagiaan sang nenek tercinta.


"Kak, bolehkah aku bertanya?"


"Iya."

__ADS_1


"Apa kau masih mencintai kak arin?" Pertanyaan alika berhasil membuat hati nya bergejolak.


"Mengapa kau tanyakan hal itu? Jelas-jelas hubungan kami sudah berakhir. Dan sekarang aku sudah menikah dengan mu." Dalam hati adnan ia sangat sakit.


"Maafkan aku. Jika, pertanyaan nya membuat mu tersinggung." Alika jadi merasa tak enak pada suami nya.


"Tidak apa. Lain kali jangan bicarakan arin lagi. Mendengar nama nya saja sudah membuat ku sakit kepala!" Gerutu adnan seraya pergi meninggalkan istri nya.


Alika menatap kepergian sang suami dengan tatapan iba.


***


Hari selanjut nya adnan pergi bekerja seperti biasa nya. Dan sang istri melakukan tugas harian nya. Ia juga berencana untuk ke klinik untuk usg.


Adnan sudah melupakan semua yang terjadi. Ia pun lebih memilih untuk kembali fokus pada pekerjaan nya.


"Selamat pagi Bapak adnan." Suara arin membuat pagi nya kacau.


Kali ini wanita itu tampak sedikit berbeda. Ia memoles bibir nya dengan lipstik berwarna merah terang. Arin juga memakai pakaian yang sedikit ketat dibagian pinggang nya.


"Jangan ganggu aku. Kau yang menyuruh ku bekerja dengan baik. Tapi, kau sendiri yang datang kesini untuk menganggu ku." Ketus adnan.


"Wah wah.. ternyata bapak adnan sudah berani melawan atasan nya ya?" Ledek arin.


"Kau sudah banyak berubah. Aku sangat benci dengan hidup mu yang sekarang. Gagal dalam pernikahan jangan kau jadikan alasan untuk berubah menjadi lebih buruk." Tukas adnan yang tidak dapat lagi menahan luapan emosi nya.


"Lalu, kau kecewa pada ku?"


"Tidak. aku sudah tidak peduli lagi dengan hidup mu."


"Tidak peduli tapi, kau mau bekerja disini."


"Cckkk.. aku butuh pekerjaan untuk menafkahi iistri ku." Ucap adnan yang membuat hati arin memanas.


"Istri??hmm... menarik." Arin mendelikkan mata nya.


"Aku mohon biarkan aku bekerja dengan tenang disini. Masa lalu biarlah berlalu. Jangan kau ungkit lagi. Kita sama-sama harus bisa move on dan mulai menata masa depan. aku dengan alika. Dan kau perbaiki diri mu seperti dulu lagi." Ungkapan isi hati adnan.


Arin hampir meneteskan air mata mendengar ucapan mantan kekasih nya tersebut.


Seolah ia rindu akan masa lalu yang tidak bisa diulang lagi. Kenangan nya bersama adnan sulit dihapus dalam ingatan nya. Kini, hanya tinggal penyesalan dalam diri arin.


'Se sakit itu kah dirimu?'Diam-diam arin meninggalkan ruangan adnan.

__ADS_1


BERSAMBUNG~~


__ADS_2