Menikah Di Usia 16

Menikah Di Usia 16
Bulan madu


__ADS_3

Banyak perubahan dalam diri alika semenjak ia memutuskan untuk menikah muda. Kini, waktu nya banyak dihabiskan untuk menjalankan kewajiban nya sebagai seorang istri.


Meskipun begitu ia tetap menuntaskan kewajiban nya sebagai seorang siswi. Melelahkan menjalankan dua peran sekaligus. Namun, mau tidak mau ia harus tetap bisa melakukan nya. Demi kebahagiaan sang nenek.


Setelah cukup lama cuti bekerja adnan kembali lagi kekota untuk melaksanakan tugas nya. Terpaksa ia meninggalkan alika. Ia memutuskan untuk membawa ibu nya kerumah untuk menemani sang istri.


Sebelum berangkat kekota. Hari ini adnan mengajak istri beserta keluarga besar nya pergi menginap disebuah tempat wisata yang cukup terkenal di daerah nya. Sekalian bulan madu.


"Sudah naik semua nya?" Seorang pria paruh baya yang ada didepan memastikan.


"Sudah, pak! Semua barang-barang juga sudah dimasukkan semuanya kedalam bagasi. Tidak ada yang tertinggal." Ucap bu lyla seraya mengecek barang bawaan yang terletak dikursi paling belakang.


"Oke kalau begitu." Pria paruh baya itu langsung menyalakan mesin mobil nya.


Dan mobil pun segera melaju dijalanan yang masih terlihat sepi tersebut. Mereka berangkat pagi-pagi buta untuk menghindari macet.


Sepanjang perjalanan bu lyla meramaikan suasana. Ia tak berhenti bercerita ditambah nenek adnan dan nenek alika. Canda tawa menghiasi mereka bertiga. Mereka larut dalam kebahagiaan yang sebelum nya tidak pernah alika lihat.


Gadis itu juga ikut merasakan kebahagiaan yang tengah dirasakan oleh mereka. Sementara dikursi depan diam-diam adnan memperhatikan alika lewat cermin yang tergantung di kaca mobil.


Ia merasa gadis itu masih polos dan belum mengerti apa-apa tentang hidup berumah tangga. Tapi, entah kenapa saat didekat nya adnan dapat merasakan emosi yang sangat berbeda. Ia selalu merasa tenang dan damai.


Jika arin adalah wanita cantik yang dulu dapat membuat nya jatuh cinta pada pandangan pertama dan bisa membuat diri nya jadi budak cinta nya.


Maka arin adalah gadis manis yang dapat membuat adnan banyak memahami emosi dan perasaannya.


"Non alika memang tidak secantik dan sedewasa non arin. Masih banyak kekurangan yang ada pada diri nya. Tapi, tau tidak den? Punya istri yang umur nya jauh lebih muda dari kita itu tantangan untuk kita den. Namun ,seiring berjalan nya waktu kita akan terbiasa. Dan kita akan banyak sekali mengambil pelajaran dari nya." Ucap pak tobi yang mengandung sedikit nasihat.


"Iya pak." Adnan hanya merespon ucapan beliau dengan singkat. Karena ia tidak ingin banyak bicara apalagi saat orang nya masih ada didekat nya. Takut pembicaraan nya terdengar oleh alika.


Padahal adnan senang jika sudah mengobrol dengan pak tobi, supir langganan keluarga nya.


"Den adnan mah beruntung. Coba lihat sekarang nasib non arin. Kasian banget dia!" Celetuk pak tobi.


"Iya pak. Tapi, sudah ya jangan bahas dia lagi. Saya sudah tidak ada hubungan apapun sama dia." Adnan berusaha menghindari topik pembicaraan mengenai arin, mantan kekasih nya.


"Iya den..maafin bapak. Habis nya bapak susah move on sama hubungan kalian berdua." Ledek nya.

__ADS_1


Adnan hanya tersenyum ketir. Karena ia sama sekali tidak tertarik dengan apapun itu yang menyangkut dengan arin.


Biarpun wanita itu adalah orang yang pernah sangat ia sayangi.


"Saya sudah tidak ingin tau mengenai diri nya." Ucap adnan seraya memalingkan wajah nya ke balik jendela.


Tanpa disadari alika mengamati obrolan antara adnan dan pak tobi. Obrolan yang membuat nya sedikit tidak nyaman.


"Nak.. mau kue?" Nenek adnan tiba-tiba menawarkan kue cokelat favorit nya.


"Tidak nek. Terima kasih." Mood alika mulai buruk.


"Kamu kenapa? Dari tadi nenek perhatikan kamu diam saja." Ucap nya.


"Tidak apa-apa, nek." Alika berusaha memulihkan mood dengan memaksakan diri nya untuk sedikit tersenyum.


"Kan kalian mau bulan madu. Seharus nya alika antusias." Bu lyla mencoba menghibur menantu nya tersebut.


"Iya bu."


Setelah cukup lama menempuh perjalanan menuju tempat wisata. Akhir nya mereka tiba sebelum matahari terbenam. Sunset adalah tujuan mereka.


"Whoa pemandangan nya bagus sekali! " Decak kagum bu lyla.


Langit mulai berubah menjadi warna merah jingga. Itu tanda nya matahari sebentar lagi akan pergi keperaduan nya. Semua orang yang ada ditempat wisata tersebut sudah siap menyaksikan keindahan alam yang satu ini.


Termasuk keluarga adnan yang baru saja sampai disana. Mereka sangat beruntung karena langsung disuguhkan oleh sunset.


Perlahan matahari mulai tenggelam dan orang-orang sangat menikmati pemandangan indah tersebut.


"Indah sekali." Alika menatap pemandangan yang terhampar didepan nya.


Baru kali ini ia melihat sunset sedekat itu dengan keluarga baru nya.


"Bagaimana tempat nya?" Ketika alika tengah melihat sunset. Adnan menghampiri nya dan berdiri disamping alika.


"Bagus,kak." Sahut nya.

__ADS_1


"Kamu suka kan?" Tanya adnan.


"Suka, kak." Mata alika berbinar-binar. Mood buruk yang sempat hinggap langsung hilang seketika.


"Syukurlah kalau begitu." Adnan pun tersenyum.


Senyuman nya tak sengaja alika lihat. Ia baru sadar senyuman suami nya tersebut sangat manis jika dilihat dari dekat.


Dan alika semakin terpesona oleh pria yang kini menjadi suami nya tersebut.


Kebahagiaan dan kebersamaan ini ia harap akan selalu ada dalam hidup nya. Meskipun takdir tak sejalan dengan kemauan nya.


'Maaf bu.. aku belum bisa mewujudkan cita-cita ku.'


Alika kembali teringat akan janji nya pada sang ibunda. 12 tahun silam ibu nya berpesan pada alika untuk mewujudkan mimpi nya sesulit apapun keadaan nya.


Ia ingin melihat sang anak sukses. Tidak seperti diri nya yang harus menghapus mimpi karena harus menikah diusia yang masih sangat muda.


Namun, harapan itu pupus seketika saat alika harus kehilangan kedua orang tua dan kakak perempuan satu-satu nya. Penyemangat dan penerang jalan hidup nya.


"Nak alika. Ayo kita masuk kedalam! Sebentar lagi gelap gulita." Bu lyla menepuk bahu alika dan menyadarkan lamunan nya.


"Oh iya bu."


Alika melangkah kan kaki nya menuju penginapaan yang sudah dipesan oleh keluarga adnan sambil menuntun sang nenek.


Pemandangan didalam penginapan tak kalah cantik dan indah. Disana terdapat ruang berkumpul, kolam renang dan kamar tidur yang lumayan luas.


Pengantin baru yang hendak bulan madu sudah dipesankan kamar tidur special untuk mempermudah urusan nya.


Alika dan adnan dipaksa untuk segera masuk ketempat nya oleh keluarga. Mereka terlihat enggan walaupun pada akhir nya mau.


"Malu-malu kucing nih." Seru netta, keponakan adnan.


"Iya tuh..." Sahut yang lain nya.


Bulan madu kali ini sangat berbeda. Karena ini bukanlah rencana adnan melainkan rencana bu lyla yang ingin cepat-cepat menimang cucu.

__ADS_1


BERSAMBUNG~~


__ADS_2