Menikah Di Usia 16

Menikah Di Usia 16
Kenangan di masa lalu


__ADS_3

Kemarin adalah hari ulang tahun alika. Kini, usia nya sudah menginjak 17 tahun. Di mana ia harus bisa memutuskan hal penting yang dapat menyangkut masa depan nya.


Namun, disisi lain ia sedang menghadapi masalah. Uang yang seharus nya terkumpul untuk pendaftaran masuk kampus y. Malah terpakai untuk membantu mey.


Di perantauan nya ia juga tengah mendapat musibah yang lumayan menguras kantong nya. Mey di berhentikan setelah tempat kerja nya, Terkena musibah.


Sekarang ia memilih untuk pulang. Dan menetap dengan nenek nya.


Menjalani hari-hari yang semakin berat. Apalagi di awal usia 17 tahun. Alika selalu meminta pada tuhan untuk di kuatkan diri nya. Ia teringat dengan semua masalah yang sudah berhasil di lewati. Kali ini ia juga harus bisa melewati nya.


"Uang nya udah di kirim ke saudari ku, Gak apa-apa ya kak?" Ucap alika setengah ragu.


"Iya." Sahut suami nya. Meskipun, ia sedikit kecewa karena hasil kerja keras nya untuk alika, Harus rela di pinjamkan ke saudari nya.


"Maafin aku." Alika juga tidak enak. Karena masalah yang menimpa mey sangat mendadak.


"Ini sisa nya pakai aja buat keinginan kamu. Beli baju atau barang yang kamu suka." Suami nya memberi alika sisa uang.


"Ini kebanyakan kak."


"Gak apa-apa." Ucap adnan sambil tersenyum.


Semua pengorbanan suami nya sangat berarti bagi alika. Dia bukanlah laki-laki sempurna. Tapi, adnan selalu bisa membuat hati nya tenang.


Tidak pernah mengeluh dan menyakiti hati nya. Ia begitu beruntung di persunting oleh adnan. Semoga pernikahan kedua nya bisa langgeng sampai maut memisahkan.


Alika kembali melanjutkan aktivitas seperti biasa nya. Di mulai dari menyapu hingga menjemur pakaian. Ia lakukan sendiri. Sebab, alika tidak ingin terus menerus merepotkan nya.


"Mau aku bantu gak?"


"Loh kak adnan gak kerja?"


"Aku mau ngeliburin diri, hehehe."


"Kenapa?"


"Pengen pacaran aja sama kamu." Ucap adnan.


Otak nya langsung loading. Mencerna setiap perkataan adnan. Pacaran? Di saat seperti ini. Apa tidak salah?


Alika memegang tengkuk nya. Mempertimbangkan keinginan suami nya. Karena pekerjaan di rumah nya sedang banyak.


Mungkin menjelang tengah hari. Semua nya akan selesai. Jadi, adnan harus sabar menunggu.


"Pacaran?" Pipi alika memerah seperti udang yang di rebus.


"Kita habiskan waktu berdua di sini. Aku ingin lebih mengenal mu. Walaupun udah nikah aku gak pernah bisa menyelami isi pikiran mu." Ucap adnan.

__ADS_1


Seulas senyuman terukir di bibir tipis alika. Cantik saat itu lah adnan terpana dengan sosok nya. Sederhana namun bisa membuat apapun terasa istimewa.


***


Adnan menyalakan televisi. Dia menyetel sebuah film romantis. Mereka berdua menonton film tersebut. Kebetulan bayi nya sudah tidur.


Mereka menikmati alur cerita yang ada, Hingga terhanyut ke dalam nya. Namun, kedua pasutri tersebut saling diam.


"Kamu gak suka sama film nya ya?" Tanya adnan.


"Suka."


"Terus kenapa diem aja?"


"Gak ngerti sama alur cerita nya." Dari tadi yang alika nikmati ternyata hanya wajah tampan dan cantik dari para pemain nya.


'Aku kira kamu ngerti jalan cerita nya. Dasar!' Ucap adnan dalam hati.


Adnan mematikan tv nya. Dan mengajak istri nya untuk berbincang-bincang. Ia ingin sekali mengenal lebih jauh sang istri.


Ia tidak menyangka gadis yang selalu mengekor di belakang nek yu, Saat dia masih kecil. Sekarang menjadi istri nya. Diam-diam adnan selalu memperhatikan nya.


Sebelum alika ikut dengan kedua orang tua nya ke perkotaan. Ia selalu membantu nenek nya di rumah sang ibu.


Terakhir kali ia melihat alika pergi dengan keluarga nya. Sehari setelah hari raya. Adnan mengingat semua nya. Sedangkan alika tidak tau apapun tentang suami nya tersebut.


Alika mengernyitkan kening mendengar pertanyaan sang suami.


"Emang nya kenapa sama rumah ini?"


"Aku kira kamu inget." Adnan sedikit kecewa. Padahal ia ingin alika lebih dulu mengingat kenangan nya dulu.


Rumah ini adalah rumah yang pernah di tinggali adnan dan ibu nya. Sewaktu ia masih kecil. Dan nek yu sering kali datang untuk membantu bu lyla.


Kerap kali nek yu membawa cucu nya, Alika. Kerumah milik keluarga nya ini.


Sebenar nya alika adalah cinta pertama nya adnan. Seorang anak kecil yang selalu di ikat dua. Itu orang nya.


Dengan sebuah lolipop di tangan nya. Dia selalu menyapa pada ibu nya. Sayang nya sang ibu tidak ingat dengan alika.


"Si gadis kecil lolipop." Celetuk adnan.


Alika masih nampak kebingungan. Dan mencoba memahami ucapan suami nya.


"Dia senang kalau rambut nya di kucir dua." Adnan memberi klu.


"Nenek azmi?" Celetuk alika. Ternyata, alika masih ingat dengan semua nya.

__ADS_1


"Iya kamu benar. Tapi, nenek udah lama gak ada." Jawab adnan.


"Kenapa kamu tau beliau?"


"Dia nenek aku."


"Hah?!"


Alika memandangi tubuh nya dari atas sampai bawah. Dalam benak nya dia berpikir sejak kapan, Beliau punya cucu setampan ini?


Dunia memang sempit. Jodoh memang tidak akan lari ke mana. Alika tidak menyangka semua nya terjadi begitu saja.


"Apa nek yu gak pernah nyeritain aku dulu?"


"Gak pernah."


"Gimana bisa dia lupain aku?" Tanya adnan pada diri nya sendiri.


"Maksud nya?"


"Gak."


Tiba-tiba mereka berdua kikuk. Dan perbincangan berubah jadi dingin. Kedua nya kehabisan topik.


"Seandai nya aku tau kamu pergi. Aku bakal cegah." Ucap adnan seketika.


"Tapi kan waktu itu aku gak tau keberadaan kak adnan."


Adnan menghela nafas. Lalu, melanjutkan ucapan nya. "Aku pengecut."


"Aku gak tau harus bilang apalagi. Soal nya kak adnan ngomong nya setengah-setengah." Ungkap nya.


"Eh?"


"Dulu aku gak begitu kenal sama keluarga bu lyla. Termasuk anak-anak nya. Beliau gak pernah cerita apapun tentang keluarga nya. Dia di kenal dengan pribadi yang sangat tertutup." Jawab nya panjang lebar.


"Emang ibu dulu gitu ya? Tapi, di depan aku dan vivi dia sangat ceria." Tukas adnan.


"Oh gitu ya. Lagian dulu aku ke sini cuman ikut nenek kerja doang. Gak kepo sama para penghuni rumah ini." Ucap alika datar.


Adnan penasaran dengan nya. Bagaimana bisa alika menceritakan hal tersebut dengan tidak antusias? Bukankah seharus nya alika senang?


Ia pun memilih untuk diam seribu bahasa. Entah apa yang ada dipikiran nya. Yang jelas adnan sulit memahami apa yang sedang di rasakan oleh nya.


Rencana adnan gagal. Mood nya buruk. Ia juga kehilangan minat untuk melanjutkan percakapan dengan istri nya.


Begitu pun dengan alika. Ia seolah tengah menyimpan sebuah luka dan rahasia yang ia dapat dulu.

__ADS_1


BERSAMBUNG~~


__ADS_2