Menikah Di Usia 16

Menikah Di Usia 16
Keputusan terakhir


__ADS_3

Besok adnan akan kembali ke kota. Dan ini merupakan keputusan terakhir nya untuk memilih. Hati adnan sedang gamang menentukan pilihan.


Ia membolak balikkan puplen yang ada di tangan nya, Seraya melihat alika dan ibu nya sibuk menyirami tanaman dihalaman rumah.


Mereka tampak akrab. Hal semacam ini membuat nya bahagia. Apalagi kalau ada anak kecil berlarian disekitar nya. Rumah akan terasa semakin hangat.


Namun, adnan menyadari bahwa janji nya dengan alika belum tuntas. Gadis itu masih harus mengurusi tugas-tugas dari sekolah nya. Sebab, beberapa bulan lagi alika ujian kelulusan.


"Bagaimana nak? Kau sudah memikirkan nya." Dengan keringat bercucuran dan nafas terengah-engah, Bu lyla duduk disamping anak nya.


"Belum.. ada banyak hal yang harus kupertimbangkan terlebih dahulu. Tidak semudah itu keluar dari tempat ku bekerja." Jelas adnan.


"Ibu tidak akan mengubah apapun. Kau harus bekerja disini." Beliau sudah bulat dengan pilihan nya.


Jika sudah begini adnan sulit untuk menentang apalagi melanggar keinginan sang ibu. Dengan sangat terpaksa ia harus berhenti dari pekerjaan nya yang sekarang.


Dengan berat hati ia akan segera mengurus berkas-berkas pengunduran diri nya. Padahal adnan tau masuk ke tempat kerja nya sangat sulit.

__ADS_1


Tapi, demi istri dan ibu nya ia rela. Ia tau semua ini demi keharmonisan keluarga kecil nya.


"Aku akan menuruti kemauan ibu." Balas adnan.


"Aaaaa ibu sangat bahagia." Bu lyla antusias dengan keputusan yang anak nya ambil tersebut. Adnan memang anak yang selalu berbakti pada nya.


"Tapi aku belum yakin dengan peternakan ayam peninggalan alm. ayah." Ucap adnan.


"Perlahan-lahan kau bisa belajar. Jadi, jangan khawatir." Bu lyla mencoba memberi solusi terbaik untuk adnan.


Dan saat itu lah bu lyla memutuskan untuk berhenti menernak ayam dan menjual nya. Karena ia tak bisa mengambil alih. Terlebih adnan telah bekerja di perkotaan.


"Baiklah." Jawab nya.


Menjelang siang hari adnan tidur di kamar nya. Sementara alika dan bu lyla membuat kue jahe favorit adnan.


Ia akan pergi sebelum matahari terbit. Maka daripada itu kedua nya harus mulai menyiapkan barang-barang dan makanan yang akan dibawa oleh nya.

__ADS_1


"Alika, kau tidak usah memikirkan apapun lagi. Fokus saja pada ujian kelulusan mu." Saran bu lyla.


"Iya bu."


"Jangan lupa jaga kesehatan mu. Ibu akan tetap menunggu sampai kau benar-benar siap untuk memiliki seorang anak. Lagi pula kau masih berusia 16 tahun." Ucap nya dengan penuh pengertian.


Beliau memang mertua yang paling baik dan tidak pernah menuntut apapun pada alika. Ia sangat bersyukur karena telah memiliki tumpuan hidup.


Adnan hanya pegawa kantoran biasa dengan gaji sesuai dengan standar yang ditetapkan di daerah nya. Tapi, prilaku dan tutur kata nya selalu menenangkan alika.


Seumur hidup nya ia belum pernah jatuh cinta pada seseorang. Alika terlalu sibuk dengan dunia nya sendiri. Sampai ia berada dititik terendah nya, Gadis itu hanya memikirkan diri nya sendiri juga keluarga yang telah tiada.


Jatuh cinta hanya akan membuat nya semakin terlihat lemah. Semenjak dulu dia memiliki impian untuk dicintai daripada harus mencintai.


"Terima kasih bu. Karena telah menyayangi ku seperti ibu menyayangi adnan." Alika memeluk bu lyla dengan erat.


BERSAMBUNG~~

__ADS_1


__ADS_2