Menikah Di Usia 16

Menikah Di Usia 16
Awal mula konflik


__ADS_3

Walaupun adnan belum bisa mencintai alika sepenuhnya. Tapi, ia tetap mencoba untuk memperlakukan istri nya itu dengan baik. Layak nya seorang raja. Adnan terus berusaha melindungi sang istri dari hal-hal buruk disekitarnya.


Jika alika tidak nyaman disuatu tempat. Maka, sang suami akan membawa nya ketempat yang membuat gadis tersebut nyaman.


Apapun itu yang menganggu perasaan istri nya. Adnan akan coba menjauhkan nya dari alika. Gadis itu sudah menemukan kebahagiaannya.


Ini lebih dari sekedar materi. Semenjak bersama adnan, Ia bisa bebas menjadi diri nya sendiri. Baik buruk nya alika telah adnan terima.


"Terima kasih sudah mau memahami ku. Sebelum nya aku pernah jatuh cinta pada seseorang. Tapi, karena aku terlalu mencintai nya. Aku selalu bersikap bodoh. Tidak pernah memikirkan kebahagiaan ku. Yang kupikirkan hanya dia. Aku sudah berkorban banyak demi dia. Tapi, pada akhirnya dia pergi." Ucap adnan sambil mengingat kisah lama nya yang menyakitkan.


"Tapi, sekarang aku sudah menghapus nya dari ingatan ku. Meskipun aku tau dia sedang dalam kesulitan aku tidak peduli. Karena aku sudah berjanji pada diri ku sendiri. Jika aku sudah menikah dengan seseorang. Meskipun dia bukan tipeku, dia menyebalkan, dia kekanak-kanakkan, aku belum mencintainya dan aku harus banyak memahami nya. Aku akan selalu membela, melindungi serta membuat diri nya nyaman dimanapun dia berada. Dan tidak akan kubiarkan kejelekan nya tampak dihadapan ibu ku. Terakhir, aku akan berusaha untuk memenuhi semua keinginan nya tanpa aku takutkan dia akan menghianati ku." Penjelasan adnan cukup membuat alika terkesan. Dibalik sikap nya yang dingin ternyata suami nya menyimpan kehangatan.


Selain umur nya yang sudah matang. Pemikiran sang suami pun sangat dewasa dan bijak. Ia bersikap seolah-olah telah mencintai alika.


"Terima kasih juga karena telah memperlakukan ku dengan baik." Ucap alika.


Seperti biasa suami nya hanya merespon dengan anggukan kepala.


Suasana canggung kembali datang saat tak ada lagi percakapan diantara mereka berdua. Selanjut nya sepasang suami istri tersebut sibuk dengan pandangan nya masing-masing.


Hal yang paling alika hindari adalah kondisi seperti saat ini. Ia pun memutuskan untuk masuk kedalam. Sebelum itu alika izin pada suami nya.


"Nak, dari mana saja?" Secuil pertanyaan alika dapatkan dari ibu mertua saat diri nya hendak menyimpan cangkir bekas kopi dan piring yang masih ada kue.


"Habis menikmati pemandangan diluar." Jawab nya.


"Sama adnan?" Selidik bu lyla.


"Iya bu." Sahut alika.


Bu lyla langsung sumringah mendengar hal itu. Ia bahagia karena rencana nya berjalan sesuai dengan harapan nya.


Anak nya dan alika terlihat mulai bisa berinteraksi dengan baik. Semakin lengkap juga kebahagiaan bu lyla saat menantu nya mau menjadi istri yang penurut walau ia masih remaja.


"Usia memang tidak dapat mengukur kedewasaan seseorang." Ucap bu lyla seraya menatap alika penuh arti.


"Aku hanya menjalankan apa yang sudah menjadi kewajiban ku." Alika begitu saja mengucapkan kata-kata tersebut.

__ADS_1


"Terima kasih banyak menantuku." Bu lyla memeluk alika dengan penuh kasih sayang seraya mengusap lembut puncak kepala nya.


Beberapa saat kemudian bu lyla melepaskan pelukan nya. Setelah itu beliau berlalu meninggalkan alika.


***


Sore hari adalah momen paling tepat untuk menikmati indah nya pantai. Adnan mengajak bu lyla dan istri nya kesana.


Ia menyuruh sang istri untuk mengenakan pakaian yang sudah disiapkan oleh nya. Dress selutut dengan motif bunga tulip dan topi pantai cantik yang ada pita nya.


Tak lupa juga sedikit dipoles oleh make up. Ia jadi semakin terlihat cantik.


"Alika cantik sekali.." Puji netta yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Hehe terima kasih." Alika tersipu malu. Pertama kali nya ia mengenakan pakaian seperti ini. Jika bukan karena permintaan sang suami mungkin ia tidak akan memakai nya. Sejujur nya alika sedikit risih dengan penampilan nya yang sekarang.


"Adnan memang tidak pernah salah memilihkan sesuatu untuk istri tercinta nya." Ucap bi oli.


"Iya.. dia memang hebat."


"Mirip kak arin." Celetuk keponakan adnan yang masih kecil.


Semua orang yang ada langsung terdiam. Meski hanya celotehan yang keluar dari mulut anak-anak. Tapi, keluarga adnan tidak dapat menyembunyikan rasa kecewa nya yang begitu dalam pada mantan kekasih adnan.


"Sssstt... ila jangan bicara seperti itu lagi." Ibu ila mengingatkan.


"Sudah tidak apa-apa." Ucap adnan dengan wajah datar.


Terlihat jelas ia belum bisa melupakan rasa sakut hati nya. Banyak sekali yang tidak dapat ia ungkapkan dengan kata-kata. Adnan hanya dapat mengungkapkan nya lewat sikap dan ekspresi wajah nya.


"Aku permisi dulu." Adnan ingin menenangkan terlebih dahulu dengan cara memisahkan diri untuk sementara dari keluarga nya.


"Alika sebaik nya kamu ikut dengan nak adnan. Coba temani dia disaat seperti itu." Ujar nenek nya.


Dengan perasaan ragu alika membututi kemana suami nya tersebut pergi. Walau dalam hati nya ia takut suami nya itu semakin kesal.


Kaki adnan melangkah membawa mereka kesebuah tempat yang jauh dari keramaian. Hanya ada mereka berdua dan suara deru angin serta ombak yang terdengar.

__ADS_1


Batu-batu besar serta pohon kelapa menjadi pemandangan indah yang terlihat saat itu.


Adnan belum menyadari keberadaan alika. Ia asyik melamunkan sesuatu seraya menyaksikan cantik nya laut disore hari.


Ditengah lautan hanya terlihat sebuah perahu penangkap ikan yang tengah berlayar.


Fokus nya pada arin sejenak hilang ketika melihay pemandangan yang ada dihadapan nya tersebut.


Sedangkan dari jarak 1 meter dibelakang adnan. Sang istri menatap punggung nya.


"Aku mohon kembali lah padaku." Adnan merasakan tangan seseorang melingkarkan tangan pada pinggangnya.


Sontak ia membulatkan kedua mata nya. Suara nya pun terdengar tidak asing lagi.


Suara yang dulu sering mewarnai kehidupan nya. Suara yang dulu menjadi penyemangat hidup nya. Suara yang dulu dapat membuat adnan jatuh cinta setiap saat pada diri nya.


'Tolong jangan ganggu aku lagi.' Perasaan adnan semakin memburuk.


"Adnan pratama.. aku arin camelia." Ucap nya.


Tangan nya semakin erat memeluk nya dari belakang. Adnan mencoba untuk melepaskan diri karena risih.


Sementara itu alika membeku melihat apa yang terjadi dihadapan nya. Ia tidak menyangka mantan kekasih sang suami akan datang dan bersikap tidak wajar.


Air mata alika mulai menggenang di ujung mata. Dengan sekuat tenaga ia mencoba menahan nya agar tidak terjatuh membasahi pipi nya.


"Jangan menangis, alika." Alika menepuk pundak nya untuk menenangkan diri nya.


Adnan yang sudah tidak tahan dengan sikap arin. Sontak membalikkan badan nya sehingga arin melepaskan tangan dari pinggan nya.


Namun, saat membalikkan badan nya. Mata adnan langsung tertuju pada sang istri yang dari tadi menyaksikan mereka.


Begitu alika sadar diperhatikan oleh suami nya. Ia segera pergi dari tempat tersebut.


"Alika.. tunggu!" Adnan mengejar istri nya itu tanpa memperdulikan arin.


BERSAMBUNG ~~

__ADS_1


__ADS_2