
Adnan tetap dengan pendiriannya. Bahwa ia tidak sedang menyukai seseorang. Apalagi sampai berpaling. Ia hanya tengah sibuk dengan segudang kegiatannya dikantor bersama partner kerjanya.
Namun, bukan alika namanya jika dia bisa melupakan rasa penasarannya begitu saja. Ia tetap bersikukuh jika sang suami sedang dekat dengan wanita lain.
Hati alika masih belum bisa tenang. Pekerjaannya dirumah jadi terganggu. Ia sempat berpikir untuk pergi kerumah kak mey. Dan menginap sementara disana.
"Percayalah aku sedang tidak dekat dengan yang lain. Aku hanya sedang disibukkan oleh pekerjaan. Nyaris setiap hari aku berkomunikasi dengannya." Adnan berusaha menjelaskan yang sebenarnya.
Alika menghela nafas kasar. Ia tetap sulit menerima penjelasan dari sang suami.
"Kalau kamu gak percaya ya udah!" Pekik adnan dengan menunjukkan ekspresi marah.
Untuk pertama kalinya ia marah pada sang istri, hanya karena masalah sepele. Ia tidak menduga kalau alika akan terus menerus menerornya. Padahal ia merasa sudah menjelaskan semuanya.
Tapi, sang istri sama sekali tidak percaya. Mungkin langkah inilah yang adnan harus ambil. Dengan menyudahi obrolan dengannya.
"Adnan!!!!"
__ADS_1
Sontak alika menangis sambil menyebut nama suaminya sekeras mungkin. Hingga adnan kaget dan membalikkan tubuhnya.
"Kenapa harus berteriak?!!!"
"Kamu jahat! Kenapa harus berbohong."
Akhirnya ia berusaha keras membuktikan bahwa tidak sedang berkhianat. Sementara itu alika diam tidak menanggapinya. Entah apa yang ia rasakan saat ini.
Alika sendiri pun tidak tau. Disepanjang hidupnya baru kali ini ia merasakan cinta yang sesungguhnya. Bukan cinta monyet ataupun cinta pada pandangan pertama. Tapi, sesuatu yang membuatnya berharga dan jauh lebih baik.
"dulu aku hanyalah anak yang manja dan sering merengek pada ibuku." Sontak alika berucap.
"Setelah kedua orang tua dan kakak ku pergi untuk selamanya. Aku jadi kehilangan arah. Aku hampir putus asa. Dan ingin mengakhiri hidupku juga. Namun, saat aku memutuskan untuk tinggal didesa ini. Aku mulai menyalakan kembali semangat hidup ku. Apalagi saat aku dipertemukan dengan sena dan kau." Ucap nya panjang lebar hingga tak sadar meneteskan air mata.
Mendengar curahan hati istrinya. Adnan langsung tertegun. Ia tidak menyangka jika dirinya adalah salah satu orang yang bisa membuat wanita kecil ini kembali bersemangat menjalani kehidupannya.
"Aku tau kau sangat kesulitan menjalani hidupmu. Tapi, aku berani bersumpah jika aku tidak berkhianat padamu." Adnan pun menghampiri alika. Lalu, memeluk erat tubuhnya.
__ADS_1
Walau bagaimanapun keadaan sang istri. Adnan akan terus mencoba melindungi dan menyayanginya sepenuh hati.
Baginya alika adalah orang yang bisa merubah dunianya. Dan selalu menjadi alasan ia untuk dapat bekerja lebih keras lagi.
"Aku bersedia menikah dengan kau bukan karena ingin memanfaatkan kepolosan mu."
Alika menangis dalam pelukan suaminya. Ia merasa menyesal telah menuduh adnan yang bukan-bukan sampai membuatnya marah.
"Maafkan aku."
"Iya. Gak apa-apa."
Menurutnya alika merupakan laki-laki paling sabar yang pernah dikenali olehnya. Ia beruntung karena dipersunting oleh adnan. Padahal ia memiliki banyak kandidat calon istri yang cantik-cantik.
Tidak seperti dirinya. Gadis yatim piatu yang sedang mencari impiannya ditengah-tengah keterbatasannya tersebut.
"Secantik apapun wanita diluaran sana. Aku tidak berniat untuk menikahi mereka. Aku hanya ingin menikah dengan orang yang tidak terlalu banyak pengalaman dalaam hidupnya. " Ucap adnan.
__ADS_1