Menikah Di Usia 16

Menikah Di Usia 16
Menyandang status baru


__ADS_3

Upacara penyambutan yang cukup meriah ditambah penampilan khusus dari para penari telah selesai. Kini, giliran mempelai wanita dibawa ke meja akad.


Alika melangkah dengan anggun diapit oleh dua kakak beradik yang cantik diiringi oleh lagu tradisional khas sunda. Para tamu yang hadir sampai terpesona melihat calon pengantin wanita yang begitu cantik dihari pernikahan nya.


Alika kelihatan pangling dan wajah nya bercahaya. Maklum saja ia bukanlah gadis yang senang memoles wajah nya setiap saat. Jadi tidak heran aura nya akan lebih terpancar saat menikah.


"Silahkan nak adnan berdiri dan berikan senyuman paling baik pada nak alika." Seorang MC yang memandu jalan nya acara memberikan arahan pada adnan.


Pemuda yang sebentar lagi akan mengucapkan janji suci itu pun berdiri untuk menyambut kedatangan sang mempelai wanita. Ia tersenyum pada alika dari meja akad. Lalu, alika membalas nya.


Dua insan yang akan bersatu itu juga saling bertatapan. Gurat wajah bahagia mereka tunjukkan pada semua orang.


"Adnan.... tolong bantu calon mempelai wanita untuk duduk." Ucap MC tersebut saat alika tiba di meja untuk melangsungkan akad nikah.


Adnan menggeser kursi yang mendekat ke meja. Memberi jarak supaya alika dapat duduk dengan leluasa. Setelah itu adnan kembali duduk dikursi nya.


Saksi dari pihak perempuan (Paman alika) dan penghulu sudah ada berada dihadapan mereka. Siap untuk mengantarkan mereka ke kehidupan yang baru.


"Iya nak adnan...Kau sudah siap?" Tanya pak penghulu tersebut.


"Insya allah saya siap." Jawab adnan tanpa keraguan sedikitpun.


"Ya sudah kalau begitu kita langsung saja. Untuk para tamu yang hadir saya mohon untuk tetap tenang selama prosesi akad berlangsung." Ucap pak penghulu.


Kemudian beliau meminta adnan untuk mengulurkan tangan nya. Dan menautkan nya ke tangan paman alika.


Lebih tepat nya seperti orang yang sedang bersalaman.


"Bismillahirahmanirohim.. saya nikahkan ananda adnan pratama bin bapak ji dan alika yunira binti Alm. bapak sugi dengan mas kawin berupa emas 15 gr dan seperangkat alat sholat dibayar tunai." Pak penghulu mengucapkan janji suci tersebut diikuti oleh paman alika.


"Saya terima nikah dan kawin nya alika yunira dengan mas kawin berupa emas 15 gr dan seperangkat alat sholat dibayar tunai." Adnan mengucapkan janji suci itu dengan lantang dan tanpa ada kesalahan sedikitpun.


"Bagaimana saksi? SAH!" Ucap pak penghulu pada saksi yang hadir saat itu.


"SAH." Jawab kedua belah pihak keluarga.


"Alhamdulillah." Semua orang yang menjadi saksi dua anak adam dan hawa tersebut yang disatukan dalam ikatan suci pernikahan mengaminkan.

__ADS_1


Sekarang gadis manis yang berada disisi nya ini telah menjadi wanita yang akan mendampingi adnan seumur hidup nya.


Setelah selesai dengan semua rangkaian prosesi akad nikah dan rangkaian acara lainnya.


Acara dilanjutkan dengan para tamu mencicipi hidangan yang telah disiapkan. Sedangkan pengantin pria dan wanita di bawa untuk diganti pakaian nya.


"Ayo nak bantu alika jalan. Pegang tangan nya sampai kalian tiba di ruang rias pengantin." Ucap bu lyla.


"Hmm.. tidak usah bu. Alika bisa jalan sendiri." Alika masih malu-malu kucing.


Bukan hanya alika adnan pun canggung dengan semua yang terjadi pada nya. Ia masih belum terbiasa dengan status yang baru diri nya sandang.


Namun, ia mencoba untuk membantu alika berjalan dengan gaun yang dikenakan nya lumayan merepotkan ia saat melangkah kaki nya.


"Pegang tangan ku." Adnan mengulurkan tangan nya pada alika.


Tangan alika yang mungil dan jari jemari nya yang lentik memegang tangan adnan yang sedikit besar.


"Terima kasih, kak."


"Mereka cocok banget ya." Puji salah satu tamu yang datang saat itu.


"Iya. Aku tidak menyangka kak adnan akhir nya mau membuka hati nya dan menikah." Sahut saudara adnan.


"Padahal sulit sekali membujuk nya untuk menikah." Ucap kak sina yang kebetulan ada ditempat yang sama dengan saudara adnan.


***


Adnan dan alika belum bisa berinteraksi satu sama lain. Tak ada sepatah kata pun keluar dari mulut kedua nya selama disana. Akhir nya orang-orang yang tengah menambah riasan diwajah alika berusaha meramaikan suasana.


Mereka bernyanyi dan menggoda pengantin. Berharap mereka berdua terpancing dengan candaan nya.


"Kalian ini kenapa masih diam-diam bae." Ucap yenyen wanita yang tadi mengukir hena ditangan alika. Dia memang terkenal ceria dan ramah.


"Iya nich.. apa gak bosen? gimana ntar pas malem pertama." Celetuk teman yenyen yang membuat pipi alika memerah.


"Alamak... den adnan dapetin daun muda. Beruntung sekali." Goda mak oci owner wo pernikahan tersebut.

__ADS_1


"Gak apa-apa gak usah dengerin mak oci. Emang orang nya suka becanda." Ucap yenyen.


"Wwkwkkw.... bisa ae."


Walaupun beragam cara sudah dilakukan untuk mencairkan suasana. adnan dan alika tetap tidak bergeming. Keduanya hanya diam seraya melihat tingkah laku konyol mereka.


Penggantian wedding dress yang kedua beres. Dan mereka kembali lagi ke ruang acara. Sekarang alika memakai wedding dress berwarna cream dengan model sederhana namun tetap terlihat elegan dan mewah.


Wedding dress itu adalah pilihan bu lyla untuk menantu nya.


Saat ini alika bak putri raja. Begitupun dengan adnan. Ia terlihat jauh lebih tampan dan berkarisma. Banyak sekali orang yang memuji kedua nya. Kata nya mereka pasangan yang terlampau cocok.


"Okey semua nya kita sambut yang meriah pengantin kita hari ini. Adnan pratama dan alika yunira." Ucap MC sipemandu acara yang super duper supel.


Pengantin berjalan di tengah-tengah para tamu yang hadir. Adnan menggandeng tangan alika dan mengembangkan senyum mereka.


"Alika....cantik banget!!" Teriak sena sambil membawa bucket bunga untuk diberikan ke alika.


"Iya sih alika cantik parah!!" Sahut teman-teman sekolah nya yang baru saja tiba saat itu.


"Sen.. kamu gak iri sama alika?" Tanya uti teman satu geng nya sena ketika mereka masih duduk dibangku sekolah dasar.


"Bisa diem gak mulut kaamu!" Bentak sena yang tiidak terima dengan ucapan uti.


Teman-teman sekelas alika datang tepat ditengah acara. Karena mereka harus belajar dulu. Jadi, tidak dapat menyaksikan akad nikah nya alika dan adnan.


"Aku gak nyangka bintang kelas kita bakalan nikah lebih dulu." Ucap noona siratu gosip.


"Iya aku kira bakalan sena yang nikah duluan. hehe." Sahut yina sibiang kerok.


Mendengar hal itu sena naik pitam. Ia benar-benar hilang kesabaran.


"Aku emang anak yang paling bodoh dikelas. Tapi, aku gak sebodoh yang kalian pikirin. Selama orang tua ku mampu aku gak bakalan nyerah buat ngejar cita-cita ku menjadi dokter spealis anak. PAHAM?" Gerutu sena.


Alika yang sedang berjalan menuju pelaminan tak sengaja melirik kearah sena dan teman-teman nya yang tengah berdebat. Ia hanya tersenyum geli melihat tingkah laku sahabat nya tersebut.


BERSAMBUNG~~

__ADS_1


__ADS_2