
Dretttt~
Suara pesan yang masuk keponsel sang suami membuat alika terbangun dari tidur nya. Ia turun dari sofa, diam sebentar lalu pergi ke westafel untuk mencuci wajah nya. Alika sama sekali tak berniat membuka pesan tersebut.
Tak lama kemudian adnan bangun. Mungkin karena ia juga mendengar ponsel nya berbunyi. Ia mencari telepon nya ada dimana setelah ketemu. Adnan langsung membuka nya.
Ternyata ada sebuah pesan masuk. Meskipun pesan dari nomor yang tidak dikenal. Tapi, ia penasaran dan ingin membuka nya.
__Aku tau kalian tidak saling mencintai. Pernikahan kalian hanya didasari oleh perjodohan yang dilakukan oleh nenek__
Emosi adnan kembali dibuat naik. Kali ini ia sudah tidak bisa menahan nya lagi. Suami alika itu mendengus kesal seraya membanting ponsel nya ke tempat tidur.
Ia sudah tau siapa yang mengirimi pesan tidak penting pagi-pagi begini. Yah! siapa lagi jika bukan arin. Wanita itu semakin berani semenjak pernikahannya kacau.
Padahal dulu arin adalah perempuan yang sangat baik dan penurut. Oleh karena itu adnan memilih nya sebagai kekasih.
"Nyata nya dia tidak sebahagia itu." Gumam adnan dengan sorot mata yang tajam menatap kearah jendela.
Alika yang tak sengaja mendengar. Sontak terkejut dengan suami nya itu. Untuk pertama kali nya ia melihat adnan benar-benar marah.
"Tidak usah pedulikan aku." Ketus adnan pada sang istri yang tengah memperhatikan nya dari cermin.
Mata alika melotot karena takut. Lalu, ia melanjutkan aktivitas nya. Sedangkan adnan bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
"Aneh sekali." Ucap alika dalam hati sembari memperhatikan wajah nya untuk memastikam apakah masih ada busa yang tertinggal atau tidak.
Dalam hitungan menit suami nya selesai membersihkan diri nya. Dan disaat waktu yang bersamaan alika tengah menyiapkan secangkir susu dan sepotong roti berisi sayuran, keju serta daging untuk suami tercinta.
Ia membawa nya dari dapur. Sarapan tersebut dibuat oleh bu lyla. Dan beliau hanya meminta alika untuk membawakan sarapan nya ke kamar untuk sang suami.
Selama disana alika tidak diperbolehkan untuk memasak dan beres-beres. Ia hanya perlu melayani dan menemani suami nya itu.
__ADS_1
Karena ini adalah momen mereka berdua. Jadi, tidak boleh sampai terlewatkan sedetikpun. Kemanapun adnan pergi alika harus ikut. Mereka harus bersama-sama selama 24 jam.
"Kak.. sarapan nya sudah siap." Ucap alika seraya meletakkan nampan yang berisi segelas susu dan sepotong roti itu diatas meja disamping tempat tidur.
"Kamu sendiri sudah sarapan?" Tanya adnan sebelum melahap makanan nya tersebut.
"Belum kak. Nanti saja." Kata-kata nya tidak sejalan dengan perut nya yang mulai keroncongan.
"Ya sudah.. kamu saja dulu. Aku nanti saja." Adnan mencoba mengalah.
"Hmm.. tidak kak. Kakak saja dulu." Tolak alika.
"Ta__" Tak sempat adnan berkata teleponnya berdering. Jadi, ia memutuskan untuk mengangkat telepon nya terlebih dahulu.
Tanpa melihat siapa yang menelepon. Ia langsung memencet tombol berwarna hijau yang ada disisi kanan layar ponsel nya.
"Hallo.. selamat pagi.Ini dengan siapa?" Sapa adnan untuk mengawali percakapan ditelepon.
Hal yang paling menyebalkan didunia ini adalah ketika orang yang sudah menjadi masa lalu nya. Kembali datang dan memohon untuk mengulang kisah lama nya itu.
Tidak semudah itu bagi adnan. Terlebih ia sudah memiliki istri yang menjadi tanggung jawab nya.
"Selamat ya..semoga pernikahan kalian selalu dalam kebahagiaan." Ucapan selamat dari arin lebih terdengar seperti ucapan tidak rela karena adnan sudah menikahi seorang gadis pilihan nenek nya.
"Terima kasih. Semoga kamu juga mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik dari mantan suami mu itu." Adnan mencoba menghibur arin.
Istri nya hanya diam menanggapi adnan yang sedang menjawab telepon dari mantan kekasih nya tersebut.
Meski adnan dan arin sudah tak memiliki hubungan apapun. Tapi, entah kenapa saat melihat hal itu hati alika sakit.
'Melihat kak arin memeluk kak adnan dari belakang saja sudah cukup membuatku kecewa.' Alika menghela nafas berat. Ia tak paham lagi dengan sikap arin yang berani menampakkan diri dihadapan adnan setelah ia berpisah dengan suami nya.
__ADS_1
"Alika...?" Suami nya memanggil alika yang sudah berlalu meninggalkan nya. Adnan mengakhiri percakapan dengan arin sesaat setelah istri nya menutup pintu kamar.
Rupa nya alika keluar dari ruangan nya untuk menghindari emosi negatif yang kerap kali muncul saat ada arin disekitar diri nya.
"Kemana dia pergi? Baru saja aku ingin menjelaskan semua nya pada alika." Ucap adnan pada diri nya sendiri.
Dalam keadaan mood yang buruk. Alika berusaha menenangkan diri dengan duduk diteras seraya menikmati smootish strawberry dan kue kering buatan bu lyla.
Dengan cara ini ia dapat sedikit melupakan rasa kecewaa nya pada kejadian yang saat itu ia lihat dengan mata kepala nya sendiri.
"Alika.. aku mencari mu kemana-mana. Ternyata kamu disini." Sang suami akhir nya dapat menemukan alika.
"Iya kak. Maaf aku tadi keluar tanpa memberitahu mu lebih dulu." Alika mencoba menyembunyikan perasaan nya saat ini.
"Aku yang seharus nya minta maaf. Karena berani mengangkat telepon dari arin. Sungguh, aku tidak tau jika yang menelepon adalah arin. Aku yang salah karena tidak melihat nya terlebih dahulu." Ucap adnan. Ia merasa menyesal dengan sikap nya tadi.
"Iya kak.. aku mengerti." Alika tidak memperpanjang masalah yang tadi.
Namun, tetap saja ia dongkol dengan sikap arin yang kemarin. Andai saja wanita itu tau jika diri nya memperhatikan tingkah laku arin yang telah menyakiti perasaan nya. Mungkin dia akan malu dan tidak mengulangi nya lagi.
"Oiya, maaf juga kejadian yang kemarin. Aku benar-benar tidak tau jika arin akan tiba-tiba muncul." Adnan menundukkan kepala nya karena merasa malu dengan diri nya sendiri.
"Iya kak."
Jawaban singkat alika membuat suami nya tertampar. Ia dapat merasakan jika alika memendam kekecewaan baik pada diri nya maupun arin.
Walau adnan dan arin tak mungkin bisa lagi bersatu. Tapi, kekhawatiran itu pasti sedang alika rasakan. Karena yang ia dengar dari saudara suami nya. Arin merupakan wanita yang paling sulit dilupakan oleh adnan.
Butuh waktu yang cukup panjang untuk bisa menghapus ingatan arin dikepala pria yang kini sudah bersanding dengan alika. Apalagi arin adalah satu-satu nya mantan kekasih adnan yang sangat disenangi oleh keluarga nya dulu.
Setelah tak ada lagi percakapan diantara kedua nya. Mereka pun memandangi laut lepas yang ada dihadapan nya. Seraya merenungkan masalah hidup nya masing-masing.
__ADS_1
BERSAMBUNG~~