
Cobaan demi cobaan sedang ia lalui. Tapi, alika memilih untuk mengalihkan pikirannya pada hobi yang ia lakukan sejak masih duduk dibangku sekolah dasar, yaitu memasak.
Sebelum itu alika akan mencari resep diinternet sebagai panduan. Ia membuka salah satu situs milik blogger resep yang terkenal. Disaat yang sama ada sebuah pesan masuk ke e-mailnya.
** Selamat malam alika, salam kenal ya. Aku andro. **
Pesan tersebut cukup mengejutkannya. Bagaimana seorang mengetahui alamat e-mailnya. Sedangkan ia sama sekali tidak pernah menyebarkannya.
Alika sedikit panik. Disisi lain juga ia penasaran dengan sosok asing yang tiba-tiba menghubungi dirinya. ia pun berusaha menahan diri untuk membalasnya. alika takut ada kesalah pahaman.
Pesan tersebut diabaikannya cukup lama. Ia lebih memilih untuk fokus pada tujuan awal, yaitu mencari resep masakan yang belum pernah dicoba.
** Maaf ya ganggu malem-malem gini. Tapi, aku cuman mau kenalan aja kok sama kamu. Aku bukan orang jahat yang mau nipu kamu.**
E-mail itu kembali masuk kedalam komputernya. Ia membukanya untuk memastikan dia manusia asli atau bukan.
"Belum tidur?" Ucap suaminya dari luar kamar seraya menggendong anaknya. Ia baru saja selesai mengajak main afnan.
"belum, kak."
"Lagi ngapain?" Tanya sang suami yang penasaran.
"Lagi cari resep masakan yang bagus." Jawabnya.
"Kamu tidurin dulu afnan. Udah gitu kamu bebas mau ngapain aja. Terserah kamu. Aku udah capek mau tidur duluan. Besok ada meeting sama rekan kerja." Ucap adnan panjang lebar.
"Iya, kak."
Alika pun mencoba menidurkan anaknya. Tak butuh waktu lama afnan sudah tertidur pulas didalam pangkuannya sang ibu. Karena ia masih ingin melanjutkan aktivitas didunia mayanya. Alika meletakkan anaknya disamping sang suami.
"Tidur ya nak. Ibu mau nyari dulu resep yang bagus." Gumam pelan alika.
Sebenarnya alika tidak hanya ingin mencari resep masakan baru. Namun, ia juga ingin mencari tau tentang sipria misterius yang mengajak berkenalan tersebut.
Jari-jemarinya kembali memainkan keyboard dan mouse. Ia sangat mahir mengetikkan sebuah kalimat menggunakan keyboard.
Alika mencari dimesin pencarian mengenai cara membuat makanan ala korea. Setelah selesai ia langsung membuka kembali e-mailnya. Berharap ada pesan dari pria misterius tersebut.
Ia hanya ingin tau bagaimana pria itu bisa mendapatkan alamat e-mailnya. Alika pun mengumpulkan nyali untuk membalas pesan darinya.
**Selamat malam, by the way ini dengan siapa ya?**
__ADS_1
Sekarang giliran pria itu yang lama merespon pesan dari alika. Ia menunggu cukup lama balasan dari sipria misterius. Dan nyaris ketiduran di depan komputer.
Saat tiba-tiba sebuah pesan masuk. Alika sontak membuka kedua matanya. Namun, ternyata hanya pesan masuk dari salah satu marketplace yang terhubung dengan e-mailnya.
Alika sedikit kecewa dan memutuskan untuk tidur menyusul suami dan anaknya. Besok ia harus bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan suaminya.
***
Keesokan paginya alika sudah berkutat dengan alat-alat masak didapurnya. Sementara itu suaminya sedang membaca koran sambil menunggu sarapan yang tengah disiapkan oleh istrinya.
Walaupun tangan alika sibuk mengaduk-ngaduk nasi goreng yang ada diwajan, namun pikirannya melayang kemana-mana. Ia masih memikirkan orang yang semalam mengirim pesan kepadanya.
'tau dari mana alamat e-mailku? Padahal aku sama sekali gak pernah menyebarkannya keorang lain.' Rasa penasaran itu mampu membuatnya berpikir sangat keras.
"udah mateng belum? Bentar lagi aku mau berangkat." Protes adnan.
"eh.. Iya kak. Bentar." Pikirannya seketika buyar.
Ia cepat-cepat mengangkat menyajikan sarapan untuk suaminya.
"kamu kenapa sih?"
"gak kenapa-kenapa cuman lagi gak enak badan aja. Maaf ya kurang fokus." Sahut alika.
"Gak usah. Gak begitu berat, kok."
"Yaudah kalau gitu."
"Aku mau lihat afnan dulu apa dia udah bangun apa belum?" Ucap alika.
"iya."
Alika mendatangi buah hatinya, yang ditemukan masih tertidur pulas dikamar. Ia tersenyum saat melihat pipi afnan yang menggemaskan.
Ia merangkak keatas tempat tidur. Lalu, memeluk erat tubuhnya. Kemudian mencium kedua pipi gembulnya. Semakin hari afnan semakin sehat. alika merasa bangga pada dirinya sendiri. Karena telah berhasil merawat seorang bayi untuk pertama kalinya.
Menikah tidak terlalu buruk juga baginya. dia sangat menikmati peran sebagai seorang istri.
Tapi, kenapa ya pesan dari orang itu masih membuat ia penasaran.
"Alika, aku berangkat dulu, ya." Suaminya pamit pada alika.
__ADS_1
"Iya." Alika menghampiri sang suami untuk mencium tangannya.
"Jaga kesehatan, ya." Ucap adnan seraya mengelus kepalanya.
"Iya, kak."
Alika mengantarkan suaminya menuju pintu. Kebiasaan yang selalu dilakukan setiap harinya. Agar keharmonisan antara mereka berdua tetap terjaga.
Saat itu juga terbesit lagi pesan semalam dalam pikirannya. Ia mencoba menyempatkan waktu untuk mengecek kembali e-mail. Namun, apa yang diharapkannya ternyata tidak ada.
Pria misterius itu tidak merespon sama sekali balasan dari alika. Dia tetap menunggu sampai anaknya terbangun.
"Afnan udah bangun kamu, nak."
Ting! Sebuah pesan masuk dan mengagetkan alika. Dengan cepat ia kembali melihat komputernya.
***Ini sama andro. Kalau boleh tau aku lagi chat sama alika, kan?***
Dep! Jantungnya seolah berhenti. Antara bingung dan penasaran itulah yang dirasakan oleh alika. Bingung dia harus apa? Tapi, ia juga sangat ingin bertanya pada orang tersebut.
Nyali alika mendadak ciut. Ia takut jika melanjutkan obrolannya dengan orang tersebut. Ia pun memilih untuk memutus komunikasi dengannya.
"Cukup sampai disini saja. Aku gak harus nyari tau bagaimana bisa dia mendapatkan alamat e-mail aku. Lagipula dia orang asing."
"Lebih baik aku beri makan afnan terlebih dahulu." Lanjutnya.
Alika mematikan komputernya. Setelah itu keluar kamar untuk melanjutkan aktivitas dia. Meski, tetap dibayang-bayangi oleh rasa penasarannya pada pengirim pesan itu.
"Aku ini kenapa, sih?" Ia memukul pelan kepalanya sendiri.
"Kamu gak boleh gitu alika. Ingat! Kamu udah berkeluarga." Ucapnya lagi.
Ia berusaha melupakan apa yang terjadi semalam. Ia tidak boleh mengingat hal yang tidak penting.
Setelah semua pekerjaan rumahnya usai. Ia rehat sejenak dengan afnan diruang tv. Sesekali alika juga mengecek ponselnya. Dan saat itulah ada pesan masuk lagi kedalam e-mailnya.
***Selamat pagi, alika.****
Pria itu mengirim lagi sebuah pesan. Ia kira dia hanya orang iseng yang ingin mempermainkannya. Ternyata benar-benar serius ingin berkenalan dengannya.
'Dia gak tau apa kalau aku udah nikah.'Ketus Alika dalam hati.
__ADS_1
***Semoga harimu menyenangkan.***
Belum sempat alika membalas apapun, orang itu sudah mengiriminya pesan lagi. Dia sangat aneh dan misterius. Bisa-bisanya mendapatkan alamat e-mail ibu satu anak tersebut.