
Pulang kerja adnan dalam keadaan murung, Sang istri pun mencoba menyambut nya dengan hangat. Ia tidak ingin menambah beban di pikiran nya, Dengan memasang wajah khawatir.
Tidak mengerti kenapa suami nya bersikap seperti itu. Ia lebih memilih diam dan membuatkan secangkir kopi, Setidak nya itu dapat menghilangkan penat.
Alika pergi kedapur tanpa mengatakan apapun. Ia lihat suami nya juga langsung merebahkan diri di sofa.
Terlepas dari semua yang telah terjadi. Alika tetap tidak bisa melupakan pesan yang dikirim oleh arin. Ia memang hanya orang asing yang ditakdirkan menjadi pendamping suami nya.
Tapi, bukan berarti ia bisa di hina seperti itu. Sambil mengaduk kopi arin melamun memikirkan kata-kata menyakitkan tersebut.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya adnan yang mendadak muncul dihadapan nya.
"Oh.. aku hanya." Alika salah tingkah.
"Hari ini perasaan ku sedang buruk." Ucap adnan.
"Ini minum dulu sebelum dingin."
"Baiklah."
Adnan langsung menyeruput kopi yang dibuatkan oleh sang istri. Ia selalu puas dengan apa yang dilakukan oleh istri nya.
"enak sekali." Celetuk adnan.
Alika tersenyum karena pujian suami nya. Tapi, seketika wajah nya berubah menjadi sedih. Ia ingat kembali bagaimana perjuangan sang suami. Adnan rela resign dari pekerjaan nya yang dulu. Demi bisa menemani nya di kampung halaman.
'Aku tidak boleh menyerah begitu saja. Aku harus tetap melakukan yang terbaik untuk nya. Kata-kata yang melemahkan ku itu seharus nya tak ku pikirkan.' Ucap alika dalam hati.
"Aku mandi dulu ya?" Adnan sudah terlihat kelelahan.
"Iya."
Suami nya pergi untuk membersihkan diri. Sementara itu, alika menyediakan makanan ringan untuk dicemil oleh adnan.
Karena pulang kerja suami nya malam. Jadi, ia tidak suka makan yang berat-berat.
Drett..!! Ponsel suami nya yang ada di dalam tas berbunyi. Seperti nya itu panggilan masuk dari seseorang. Karena takut ada yang penting. Maka, alika mengangkat nya.
"Akhir nya diangkat juga." Terdengar suara wanita diseberang sana.
Alika tidak merespon nya. Sebab, ia tidak ingin terlibat percakapan lebih jauh dengan nya.
"Hallo.. adnan. Ini arin." Alika semakin malas merespon nya. Saat nama itu disebut. Ia tetap diam.
Sampai akhir nya wanita tersebut berkata."Alika?"
"Iya mbak?" Alika membesarkan hati dan menjawab telepon dari arin.
"Dari tadi aku ngomong kenapa gak direspon?"
"Hm anu mbak. Maaf baru kedengaran sekarang." Alika mencoba mencari alasan. Ia tidak ingin ribut dengan nya ditelepon.
__ADS_1
"Oh."
"Maaf mbak. Ada perlu apa ya? Kak adnan lagi di kamar mandi. Kalau mbak ada perlu apa2 bilang aja ke saya nanti saya sampaikan." Ucap alika dengan ramah.
"Hmm.. tidak ada."
"Ya sudah aku tutup telepon nya." Tanpa aba-aba arin menutup telpon nya.
Alika terdiam sejenak. Lalu, mengecek hp suami nya. Ia menemukan banyak sekali pesan yang dikirim oleh wanita itu.
Pesan tersebut berisi.
'PEKERJAAN MU BANYAK YANG SALAH!'
'LAGI BAHAGIA YA? JADI TIDAK FOKUS SAMA PEKERJAAN.'
'BESOK HARUS DIPERBAIKI.'
'JIKA BEGINI TERUS. BISA-BISA AKU MEMECATMU!"
DEG!seketika jantung alika seperti berhenti sesaat. Sekujur tubuh nya memanas. Dan perasaan nya campur aduk ketika membaca pesan terakhir dari arin.
"Kau kenapa?" Adnan yang sudah selesai mandi segera pergi keruang tengah. dan melihat istri nya sedang membeku dengan ponsel nya ditangan.
"Semua ini salah ku. Jika, saja aku tidak menerima perjodohan ini. Mungkin kau tidak akan menderita karena aku." Ucap alika seraya menatap lurus kedepan.
"Apa yang kau maksud?"
"Bagaimana bisa kau memainkan ponsel ku? Kau sudah melanggar privasi!" Ketus adnan.
"Tadi ada panggilan masuk. Takut nya penting. Jadi, aku angkat. Maaf aku sudah lancang." Ucap alika.
"Lain kali biarkan saja." Adnan pergi begitu saja tanpa berkata apa-apa lagi.
Alika menatap nanar kepergian sang suami. Seperti nya dia benar-benar marah.
***
Keesokan hari nya adnan masih dalam keadaan buruk. Bahkan, suasana hati nya semakin memburuk sejak istri nya mengangkat telepon tanpa seizin adnan.
Ia juga teringat dengan ponsel nya yang menyala. Saat adnan mengambil air putih didapur. Ia jadi menyangka jika itu ulah istri nya.
"Ku kira dia tidak berani melanggar privasi ku." Gumam nya.
"Kak, mau berangkat sekarang?" Tanya sang istri yang muncul dari pintu samping.
"iya." Ucap adnan singkat.
"Aku buatkan bekal. Dibawa ya?" Sahut alika yang merasa bersalah dengan kejadian semalam.
"Letakkkan saja dibawah. Nanti aku ambil." Ucap sang suami sambil sibuk menalikkan tali sepatu nya.
__ADS_1
Alika pun kembali masuk kedalam rumah. Berhubung ia masih punya banyak pekerjaan. Dengan perut nya yang semakin membesar, Perlahan ia mulai melangkah kan kaki.
'Banyak sekali yang harus aku bereskan. fiuhh.' Batin nya seraya mengusap kening nya yang penuh dengan keringat. Maklum ibu hamil sangat mudah berkeringat.
Seharus nya diusia kandungan alika yang sekarang. Ia tidak boleh terlalu lelah. Namun, apa daya mereka berdua tidak dibantu oleh siapapun.
"Aku berangkat dulu." Teriak adnan dari luar.
"Iya." Sahut alika.
Beberapa saat kemudian alika keluar untuk memastikan suami nya tidak lupa membawa bekal buatan nya.
Ia menghela nafas kasar saat kotak bekal tersebut tidak dibawa. Entah dia lupa atau apa. Yang jelas alika sedikit kecewa.
"Pasti gara-gara kejadian semalam." Gumam alika.
Alika berencana akan menghubungi suami nya saat ia tiba ditempat kerja nya.
30 menit kemudian ia mengirim pesan.
"KENAPA BEKAL NYA TIDAK DIBAWA?"
Belum ada respom. Alika terus menerus mengirim pesan yang sama tapi tetap tidak dijawab.
Dia menunggu balasan dari adnan sambil mengusap-ngusap perut nya.
Sudah lebih dari 2 jam adnan tiidak balas pesan nya. Padahal saang suami dibebaskan untuk membawa ponsel ke ruangan nya.
Alika agak khawaatir. Ia pun memutuskan untuk menelepon nya di jam istirahat.
Saat jam istirahat tiba alika menelepon suami nya. Namun, tetap saja sama. Tidak ada di jawab.
'KENAPA TELEPON KU TIDAK DIJAWAB?'
Tepat di waktu yang sama adnan datang. Ia pulang ketika jam istirahat.
"Kak adnan sudah pulang?" Tanya alika dengan senyuman.
Adnan berlalu begitu saja dengan wajah dingin nya. Suami nya juga terlihat pucat. Alika semakin khawatir. Ia membututi sang suami sampai kamar.
Di sana ia menemukan suami nya sedang menyimpan tas kerja nya.
"Sedang tidak enak badan ya?"
"Mau aku buatkan teh?" Alika menghujani nya dengan pertanyaan.
"Mau aku pijat?"
Adnan masih diam seribu bahasa. Seperti nya dia benar-benar kesal dengan kejadian semalam.
BERSAMBUNG~~
__ADS_1