Menikah Di Usia 16

Menikah Di Usia 16
Sedikit mengenai alika


__ADS_3

Kenangan bersama arin begitu melekat dipikiran nya. Wanita yang kini telah berstatus single itu, Menjalani hari-hari nya dengan ceria. Sejak perpisahan ia dengan mantan suami. Arin memutuskan untuk pulang kekampung halaman nya dan bekerja sebagai pengelola di pabrik milik sang kakek.


Rasa sakit yang telah ditorehkan oleh arin membekas di hati adnan. Ia ingat sekali saat itu arin menjauh secara mendadak, Dan dipertengahan bulan november adnan mendapat kabar jika wanita pujaan nya tersebut telah menikah dengan pria pilihan kedua orang tua nya.


Tidak mudah menerima kenyataan yang pahit. Setelah kejadian itu, Berhari-hari adnan mengasingkan diri nya. Bahkan tubuh nya kurus karena nafsu makan nya turun drastis.


"Mungkin aku sudah mati kalau sena tidak menghiburku." Ucap adnan sambil mengenang masa-masa sulit nya.


"Dia memang gadis baik. Sena rela minta maaf mewakili arin. Dia juga rela datang setiap akhir pekan untuk membujuk dan menghiburmu." Timpal difa, Sahabat adnan.


"Iya."


"Alika seumuran dengan sena. Apa kau tidak merasa kau sedang menikahi sena?" Difa memang dikenal suka bercanda. Ucapan nya lantas tak membuat adnan tersinggung.


"Cckk... kau ini menyebalkan." Adnan meninju lengan difa. Tubuh pria culun yang masih membujang itu pun sedikit terdorong.

__ADS_1


"Dan kau masih menggunakan kekuatan tangan mu untuk memukul lengan ku." Difa mengelus tangan nya.


Adnan hanya terkekeh melihat tingkah sahabat nya. Tak berselang lama alika datang membawakan cemilan dan dua gelas jus mangga.


Difa yang baru pulang dari luar kota dan baru pertama kali melihat istri adnan, Langsung berdecak kagum.


"Wah.. wah ternyata ini istri nya sobat ku. Cantik juga. Keliatan dewasa." Puji difa, Ia memperhatikan alika dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Jangan berpikiran yang aneh-aneh ya, bro. Alika bukan gadis nakal. Seperti gadis-gadis disini. Dia datang dari kota. Karena seluruh keluarga nya sudah meninggal. Jadi, alika memutuskan untuk hidup dengan nek yu." Ucap adnan.


"Hm.. hidup dengan nek yu? Apa kau cucu nya nenek yu yang hijrah ke kota 16 tahun yang lalu?" Tanya difa pada alika.


Ternyata difa mengenal nenek yu. Beliau merupakan salah satu teman mendiang sang nenek.


"Iya kak.." Jawab alika.

__ADS_1


"Aku kenal nenek yu. Dia adalah sahabat nenek ku. Beliau sering datang kerumah ku sebelum bekerja di rumah ibu mu. Selain itu, nenek yu merupakan teman seperjuangan alm. nenek." Jelas difa.


"Jadi kalian sudah saling mengenal sebelum nya?" Adnan masih belum paham dengan perkataan sahabat nya.


"Aku hanya mengenal nenek yu.. Tidak dengan anak dan cucu nya." Balas difa.


Alika meminta izin untuk kembali ke dapur, Karena ia masih harus menanak nasi.


Sementara adnan dan difa tetap melanjutkan percakapan nya. Mereka membahas nenek yu yang tinggal dekat dengan dengan perbatasan desa lain.


"Sebelum alika datang. Nek yu tinggal dengan mey. Cucu nya yang paling besar. Kau tau kan mey?" Tanya difa.


"Iya.. dia teman arin kan? Tapi aku tidak tau jika mey punya saudara di kota. Dia tidak pernah cerita apapun mengenai alika." Ucap adnan seraya mengambil cemilan dimeja.


"Yang ku tau mengenai nenek yu hanyalah anak pertama nya yang merantau ke kota 16 tahun lalu untuk mengadu nasib. Tepat saat anak kedua nya lahir. Berhubung perekonomian anak pertama nya tersebut sedang memburuk." Jelas difa.

__ADS_1


Adnan menyimak penjelasan difa. Ia tidak tau mengenai istri nya tersebut. Yang adnan tau hanyalah alika cucu nenek yu yang datang dari kota.


BERSAMBUNG ~~


__ADS_2