Menikah Di Usia 16

Menikah Di Usia 16
Jadi budak cinta pt.2


__ADS_3

"Gimana istri kak adnan? Cantik bukan?" Ucap irene yang muncul dari belakang alika.


Adnan terus menatap wajah istri nya. Selama ini ia hanya melihat sang istri tanpa polesan make up. Alika selalu tak pernah menyentuh kosmetik yang di belikan oleh nya. Kata nya ia risih.


"Kalau bisa setiap hari kamu dandan kaya gini." Ujar bu lyla yang baru saja datang.


"Iya. Supaya kak adnan makin sayang." Sahut irene.


Alika tersipu malu. Ia menundukkan kepala nya. Tidak berani membalas tatapan sang suami. Setelah itu alika menjauh dari mereka.


Kenapa perasaan nya mendadak jadi begini? Ia ingin menunjukkan kecantikan nya pada adnan. Tapi, sangat sulit di lakukan. Apalagi di depan irene dan bu lyla.


Di lain kesempatan, Alika pun mencari cara untuk menunjukkan hasil riasan nya.


Saat melihat suami nya tengah menikmati angin segar dengan afnan di teras. Ia segera menghampiri nya.


"Pemandangan nya indah banget. Makasih udah mau ajak aku ke sini." Alika memancarkan aura yang positif. Semakin cantik pula ia.


Adnan ikut merasakan kebahagiaan istri nya. Baru kali ini ada seseorang yang begitu menghargai setiap usaha yang di lakukan untuk nya.


"Aku sengaja cuti. Biar bisa bareng kalian liburan kesini." Ucap adnan.


"Dalam rangka apa?" Alika memandangi wajah sang suami.


"Mau nya dalam rangka apa?"


"Malah nanya balik." Ia mengerucutkan bibir nya.


"Kenapa harus kepo?Hehe." Adnan terkekeh.


"Nyebelin banget sih." Alika pergi seraya memukul pelan lengan suami nya.


Bukan nya marah, Adnan malah senang di pukul lengan nya oleh sang istri. Kini, ia tau cara membuat alika marah. Ia sengaja melakukan hal itu supaya hubungan nya tidak membosankan dan hambar.


Mungkin tidak mudah melakukan nya setiap saat. Karena ia adalah tipe orang yang sangat serius. Adnan hanya terpaku pada peran nya sebagai suami. Belum bisa menjadi partner yang seru untuk alika, Gadis yang kini telah berubah status menjadi seorang istri.


"Adnan.. makan dulu." Teriak ibu nya dari dalam rumah.


"Iya bu." Sahut adnan dari teras.


Di ruang makan alika dan irene sedang sibuk menyiapkan berbagai macam lauk. Alika yang pikiran nya sudah di penuhi oleh sang pujaan hati, Mulai bertingkah di luar nalar nya. Ia membentuk nasi menjadi bentuk hati. Dan irene memergoki nya.


"Buat kak adnan, ya?" Spontan irene menyenggol lengan alika.

__ADS_1


Alika mematung. Ia sangat malu karena memergoki nya sedang melakukan hal yang konyol dan memalukan.


"Bukan."


"Gak usah gengsi kalau buat suami sendiri." Ucap irene.


Mendengar ucapan irene, Alika langsung menghancurkan kembali nasi itu. Mood na seketika jadi buruk. Gadis itu memang pintar memancing emosi orang lain.


Alika sedikit menjauh dari nya. Ia tidak ingin di ajak bicara lagi sama irene.


"Nyebelin banget sih dia!" Gumam nya.


"Siapa yang nyebelin?" Tanya adnan.


"Bukan siapa-siapa." Alika menyilangkan kedua tangan nya.


"Oiya, afnan lagi tidur. Aku mau makan dulu. Kamu udah makan?"


"Belum kak."


"Terus dari tadi kamu ngapain aja di ruang makan?" Tanya adnan.


"Lagi bantuin temen kak adnan nyiapin makanan." Jawab alika sambil menekuk wajah nya.


Wajah alika langsung memerah. Dia semakin di buat jatuh cinta oleh sang suami. Ternyata adnan bisa gombal juga, Pikir nya.


Di awal pernikahan sangat sulit mencairkan hati nya yang sedingin es. Apalagi setelah adnan mengalami patah hati yang begitu hebat nya.


Setiap hari alika yang selalu berusaha memulai obrolan. Meskipu, ia juga malu. Tapi, sekarang? Suami nya malah bisa bersikap romantis.


'Sikap kak adnan juga manis.' Pikiran alika kini telah di penuhi oleh suami nya. Ia tidak bisa menghapus apapun itu mengenai sang suami.


"Alika, makan dulu yuk!" Adnan kembali ke tempat istri nya. Ia lupa mengajak alika.


"Iya kak."


Alika mencoba bangun dari kursi. Tidak kenapa ia merasakan tubuh nya mendadak berat saat hendak berdiri. Kepala nya sedikit pusing. Dan alika nyaris jatuh ke lantai. Jika, sang suami tidak cepat menangkap nya.


"Kamu gak apa-apa, kan?" Adnan nampak khawatir.


"Cuman lemes aja, kak." Jawab nya seraya membenarkan posisi nya.


"Ya udah kita makan aja. Biar perut kamu terisi." Ujar sang suami.

__ADS_1


Mereka berdua pergi berbarengan menuju ruangan makan. Di sana hanya terlihat irene yang sudah lebih dulu menyantap makan siang nya.


Sementara itu, bu lyla menunggu cucu nya di kamar.


Adnan menggeser kursi yang di siapkan untuk istri nya. Moment itu di saksikan oleh irene yang masih menjomblo.


"Terima kasih, kak." Ucap alika dengan tersipu malu. Ia benar-benar di perlakukan bak ratu hari ini.


Liburan tak terduga tersebut. Memang sudah adnan siapkan tanpa sepengetahuan sang istri. Rencana nya ia ingin memberikan hadiah sehabis lahiran.


"So sweet banget sih, kak adnan." Oceh irene yang iri dengan alika.


Adnan hanya tersenyum membalas ocehan teman sekantor nya itu.


"Maaf sebelum nya, aku mau tanya. Emang mbak ini belum nikah ya?" Alika memberanikan diri untuk bertanya pada irene, Untuk membunuh rasa penasaran nya.


Irene diam sejenak, Mencoba menahan emosi nya. Ia memang selalu tersinggung kalau di berikan pertanyaan seperti itu.


"Belum." Jawab irene singkat, padat dan jelas.


Alika bisa membaca raut wajah irene yang kurang nyaman, Di beri pertanyaan yang sensitif. Jadi, memilih untuk tidak melanjutkan percakapan nya.


Suasana berubah menjadi kikuk. Irene mulai kehilangan nafsu makan nya. Setelah menjawab pertanyaan alika. Soal pernikahan ia selalu mudah tersinggung.


Bukan irene tidak laku. Hanya saja ia belum siap jika harus menikah. Gadis itu lebih memilih untuk bersenang-senang dengan dunia nya sendiri. Sampai jodoh yang tepat datang.


"Maafin aku ya. Kalau pertanyaan aku tadi bikin kamu gak nyaman. Aku jadi ngerasa bersalah gini." Ucap alika.


"Jangan di pikirin. Lagian itu pertanyaan yang lumrah di tanyain sama orang yang masih single." Irene mencoba tidak mempersulit keadaan.


"Ren, difa nanyain kamu mulu tuh." Celetuk adnan di tengah-tengah ia menyantap makanan nya.


"Aku? Ahaha gak mungkin. Lagian aku gak tertarik sama dia." Ucap irene tanpa sadar.


'Pantas saja teman kak adnan masih single.' Alika langsung menatap irene dengan tatapan sedikit sinis.


Menurut nya gadis itu tidak bisa menjaga ucapan nya. Dia bicara semau nya.


"Jangan ngomong gitu dong, ren. Difa kan udah lama suka sama kamu. Tapi, kamu nya gak peka." Timpal adnan.


"Bilangin ke dia. Kalau aku gak suka sama dia!" Ketus nya.


BERSAMBUNG~~

__ADS_1


__ADS_2