Menikah Di Usia 16

Menikah Di Usia 16
Selamat !!!


__ADS_3

Usai makan malam. Mereka pergi kerumah bu lyla untuk bertemu dengan keluarga besar mendiang ayah adnan. Kedua nya mempunyai niat untuk bermalam di sana.


Pasutri baru itu langsung disambut meriah oleh keluarga mendiang sang ayah. Mereka semua sangat antusias dengan kedatangan adnan. Apalagi saat ia mengenalkan istri nya.


Alika memberikan senyuman terbaik nya, Tatkala mereka menyapa dengan ramah istri adnan tersebut.


"Kata nya kau terkenal sangat pintar disekolah. Dan naik kelas dengan melesat." Ucap seorang anak kecil bertubuh gemuk yang berada dipangkuan ibu nya. Anak itu berhasil mencuri perhatian semua orang dengan pertanyaan nya yang tidak biasa.


'He.. bagaimana bisa kau tau tentangku?' Batin alika.


"Imi.. jangan bertanya seperti itu sama kakak cantik nya." Ibu anak itu menasihati anak nya. wanita tersebut nampak masih sangat muda. Tubuh nya agak kurus dan suara nya sedikit cempreng.


"Aku hanya sekedar bertanya." Ucap anak yang di ketahui bernama imi.


Anak itu berbicara layak nya seperti orang dewasa. Alika sampai dibuat heran oleh nya.


"Hai.. anak manis. Perkenalkan nama ku alika permatasari." Dia mencoba memperkenalkan diri secara pribadi pada imi.


Bocah ingusan yang baru berusia 5 tahun itu, Malah merespon nya dengan tatapan meremehkan. Namun, ia tetap terlihat manis karena kedua pipi chubby nya yang hampir menghimpit hidung nya.


"Imi... beri salam pada kak alika." Ucap ibu nya.


"Tidak mau!" Imi menyilangkan kedua tangan nya, Lalu, pergi meninggalkan orang-orang.


Sikap jutek imi malah membuat alika tertarik. Ia meminta izin pada semua orang untuk mengikuti anak itu.


"Jika kau menyukai nya. Ajak dia bermain." Ucap bu lyla.


"Baik bu."


Alika pun mengikuti anak itu, Kemana pun dia pergi. Meskipun imi risih, Alika pantang menyerah.


"Anak manis.. tunggu aku !" Teriak alika yang berusaha mengejar nya yang berlari menjauh.


"Jangan ikuti aku!" Sahut imi.


Mereka saling berkejaran kesana kemari. Sampai akhir nya imi membawa alika kesuatu tempat. Tempat yang penuh hiasan bunga.


Alika terpana dengan pemandangan yang ada. Hingga ia kehilangan imi. Gadis itu sudah kelelahan. Ia tidak berniat untuk mengejar imi lagi.


"Aku ingin istirahat disini sebentar." Ucap alika seraya merebahkan tubuh nya dilantai, Seraya memejamkan mata sejenak.


***


"Hoamm.... " Perlahan alika membuka mata nya. Dan tara!! ia sudah ada disebuah kamar dan ada adnan disamping nya yang tertidur dengan telungkup.


"Kak adnan.." Jeritan nya sukses membuat adnan terjatuh dari tempat tidur yang lumayan sempit.


"Mengagetkan ku saja." Oceh suami nya sambil mengucek-ngucek mata.

__ADS_1


"Kemana anak itu? Bagaimana bisa aku ada disini? " Alika kelihatan linglung.


"Imi sudah tidur dengan ibu nya. Tadi kau ketiduran di lantai. Jadi, aku pindahkan kesini, Supaya tidak kedinginan." Ungkap adnan.


"Lalu?"


"Tidak ada."


Kemudian mereka saling diam. Karena tidak ada lagi hal yang harus dibahas. Bukankah ini kesempatan kedua nya untuk bermesraan? Toh, mereka sudah sah. Jadi, tidak ada lagi tembok pembatas diantara mereka berdua.


Adnan pelan-pelan mendekati istri nya, Yang tengah duduk diatas tempat tidur. Setelah itu, Tanpa pikir panjang lagi ia langsung menautkan bibir nya di bibir sang istri.


(Dan selanjut nya pembaca bisa bayangkan sendiri, wkwk)


Menjelang pagi adnan dan alika membersihkan diri (bersuci). Nampak dari rambut alika yang di tutupi oleh handuk kecil.


"Akhirnya....!!" Teriak bu lyla dari ruang tengah.


"Sebentar lagi kita punya cucu.." Teriakan nya diikuti oleh paman adnan.


"Selamat ya!! pasti malam tadi lancar jaya." Goda nenek adnan.


"Uhuyyy.... gimana perasaan nya, nak?" Kini, giliran bu lyla yang menggoda anak nya.


Setelah itu, keluarga nya yang lain silih berganti menggoda pasutri baru itu.


Adnan dan alika hanya mematung. Digoda seperti itu oleh mereka. Yang jelas untuk menutupi rasa malu yang mereka rasakan.


"Iya. Jadi, ganti nya hari ini." Sahut sang nenek.


Keluarga besar mendiang ayah adnan tertawa riang, Untuk menghidupkan suasana.


Adnan dan alika yang sempat tertahan di ruang tengah, Akhir nya diperbolehkan merapikan diri dulu dikamar. Sebelum kedua nya diajak sarapan bersama.


Kejadian semalam membuat mereka kikuk. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut pasutri itu.


Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Hanya bisa dirasakan oleh hati sanubari mereka.


Alika melepaskan handuk dari kepala nya. Lalu, menyisir rambut nya yang kusut. Sementara, sanv suami mengganti baju nya dengan baju yang lain.


"Aku duluan." Ucap adnan.


"Iya."


Sekarang alika sudah seutuh nya menjadi istri adnan. Ia merasa ada hal berbeda dalam diri nya.


Entah perasaan apa itu. Namun, ia sangat bahagia. Selesai merapikan diri. Alika keluar kamar untuk bergabung kembali bersama mereka.


"Wah!!wah! yang udah malam pertama. Aura nya langsung terpancar." Celetuk saudari adnan.

__ADS_1


"Malam pertama?" Timpal saudara adnan yang lain nya.


"Sstttt... sudah-sudah jangan banyak bicara. Cepat bantu tante bawa makanan yang ada didapur kesini!" Gerutu bu lyla pada keponakan-keponakan nya.


"Iya tante."


Keponakan-keponakan bu lyla itu memang suka iseng. Mereka adalah sikembar zila dan zili.


"Maaf ya alika.. zila dan zili senang menganggu orang." Ucap ibu mertua seraya meletakkan panci besar berisi sayuran yang telah matang.


"Iya bu."


"Boleh alika bantu?" Bukan alika nama nya jika ia tidak menawarkan bantuan.


"Tidak boleh.. kau hanya perlu diam." Ucap bu lyla.


Mau tidak mau alika menuruti perintah ibu mertua nya. Ketika yang lain sibuk bergotong royong menyiapkan makanan. Ia hanya duduk dengan perasaan tidak enak.


Ingin membantu tapi, bu lyla bersikeras melarang nya. Tidak turun tangan untuk membantu menyiapkan makanan, Alika merasa bersalah.


Sementara itu, alika melihat sang suami malah asyik berbincang dengan saudara-saudara nya. Ia sama sekali tidak menemani nya.


Alhasil alika memutuskan untuk pergi ke teras. Mungkin disana bisa meminimalisir kebosanan.


"Kak, lihat! kak alika mau kemana." Ucap salah satu saudara adnan, Disela-sela perbincangan mereka.


"Temani dia!" Ujar paman adnan.


Meskipun adnan masih asyik mengobrol dengan mereka. Ia harus menemani istri nya diteras.


"Ya sudah aku ke teras dulu."


"Oke."


Alika yang tengah menikmati pemandangan di pagi hari, Menoleh sesaat kebelakang ketika mendengar suara langkah kaki. Ia teringat imi. Anak kecil itu.


Namun, yang dipikirkan nya ternyata salah. Ia malah melihat sang suami yang berjalan ke arah nya.


"Sedang apa kau disini?"


"Sedang mencari angin segar."


"Tidak bantu ibu dan yang lain nya?"


"Ibu melarang ku membantu nya."


"Oh... boleh aku menemani mu disini?"


"Iya."

__ADS_1


Seperti nya kecangungan antara pasutri itu sudah hilang. Bukti nya adnan dan alika bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa pada mereka semalam.


BERSAMBUNG~~


__ADS_2