Menikah Di Usia 16

Menikah Di Usia 16
Gara-gara secangkir kopi


__ADS_3

Wanita yang sedang mengandung memang banyak rintangan. Harus bisa mengatur setiap makanan yang masuk kedalam perut. Tidak boleh sembarangan. Termasuk dalam memilih jenis minuman yang akan dikonsumsi.


Tapi, hal itu tidak berlaku bagi alika. Pagi ini saja ia menikmati secangkir kopi untuk menghangatkan tubuh nya. Adnan yang baru saja tiba dirumah segera memperingati istri nya tersebut.


"Kopi tidak baik untuk ibu hamil. Apalagi kandungan mu baru menginjak usia 1 bulan." Ucap adnan.


"Tenang saja. Lagipula aku sedang tidak mengandung." Kata-kata itu tak sengaja keluar dari mulut nya.


"Maksud nya?" Adnan mengernyitkan dahi nya.


"Sejujur nya aku sedang tidak mengalami gejala yang orang hamil alami." Alika memang tidak bisa berbohong.


Adnan tidak tau harus berkata apa. Tapi, ia sedikit kecewa dengan alika. Seharus nya dari awal istri nya jujur. Bagaimana jika sang ibu mengetahui masalah ini. Pasti beliau akan kembali kecewa, tidak hanya pada diri nya. Namun, pada alika juga.


Padahal bu lyla sudah sangat ingin menimang seeorang cucu yang menggemaskan. Beliau sengaja tidak diberi tau mengenai perjanjian yang adnan dan alika telah dibuat.

__ADS_1


"Tidak usah dipikirkan. Karena ku pikir dari pertama kita menikah. Kami sama sekali belum bersentuhan. Tapi, saat aku tau kau mengalami gejala yang orang hamil alami aku sangat senang. Dan kupikir ada satu malam yang tak sengaja kami lakukan. Dan itu membuat kau jadi seperti itu." Jelas nya panjang lebar.


"Apa ibu tidak salah dengar?" Bu lyla muncul dari balik pintu sambil membawa satu kantong plastik penuh dengan makanan.


Ternyata beliau sudah lama menunggu diluar. Dan tanpa sengaja mendengar percakapan kedua nya. Kecewa pasti. Namun, ia tidak bisa menutupi kasih sayang nya pada alika. Beliau mencoba mengerti dengan kondisi menantu nya yang belum beranjak dewasa itu.


"Jika kau merasa tidak nyaman dengan perut mu. Katakan saja." Bu lyla menghampiri alika. Lalu, memegang pundak nya untuk memberi dukungan.


"Maafkan aku."


Alika merasakan kembali sosok ibu nya yang ada pada diri bu lyla. Beliau adalah rumah kedua bagi alika. Sikap nya yang hangat membuat nya sangat menyayangi beliau.


Kebaikan nya tidak akan pernah alika lupakan sampai kapan pun.


"Terima kasih karena banyak membantu ku dan nenek. Apa jadi nya kami jika tanpa mu." Ucap alika sambil berkaca-kaca.

__ADS_1


"Iya."


"Bu, maafkan aku ini semua gara-gara kebodohan adnan." Adnan menyesal karena memilih untuk menutup pintu hati nya sejak ditinggal oleh arin.


"Jangan salahkan dirimu, nak. Menikah itu bukan suatu hal yang mudah. Dan tidak baik jika dipaksakan. Dari dulu ibu ikhlas menunggu mu siap membuka hati." Tidak ada sedikit pun gurat kekecewaan diwajah bu lyla.


Adnan lega mendengar perkataan sang ibu yang menenangkan hati nya. Ia perlu banyak belajar lagi. Dan menata diri nya sendiri agar jauh lebih baik bagi keluarga kecil nya.


Siang itu adnan,alika dan ibu nya memutuskan berziarah ke makam sang ayah untuk mengenang kepergian nya.


Terlebih bu lyla sangat merindukan suami nya tersebut. Beliau menangis diatas makam sang suami tercinta seraya menaburi bunga dan mendo'a kan nya.


"Aku sangat merindukan mu." Ucap beliau.


BERSAMBUNG~~

__ADS_1


__ADS_2