
Tok!tok!tok! Suara pintu dari luar ruangan bersantai adnan, Terdengar sangat nyaring. Dia tersentak lalu, terbangun dari tidur nya. Dengan sigap ia segera membuka pintu.
Ternyata itu istri nya. Dia datang kesana, Karena punya maksud tertentu. Alika ingin meminjam laptop sang suami. Untung nya saat itu adnan sedang tidak memakai nya.
Dia mempersilahkan alika masuk kedalam ruang bersantai nya. Ruangan yang dulu digunakan tempat menyimpan perabotan bekas. Kini, di sulap serta di percantik oleh adnan menjadi ruang untuk ia me-refresh diri.
Alika terpana melihat tempat tersebut. Ia tak menyangka ternyata suami nya pintar mendesain ruangan.
"Ini laptop nya." Adnan memberikan laptop tersebut ke alika.
"Oiya." Alika yang hampir kehilangan fokus nya, Mencoba untuk menerima laptop yang diberikan sang suami.
"Di larang melamun disini." Ujar adnan.
"Iya kak." Jawab nya singkat.
"Kak.. boleh sekalian pakai wifi nya? Soal nya ada yang harus aku cari diinternet." Tambah alika.
"Boleh." Suami nya berjalan menuju tempat wifi diletakkan. Ia menyalakan nya dengan memencet tombol yang ada dibelakang alat tersebut.
Sedangkan sang istri duduk di kursi sambil menyalakan laptop nya. Layar masih menampilkan foto arin dan adnan yang membuat perasaan alika tidak enak.
Dia sadar jika ia bukan perempuan pertama yang suami nya cintai. Ia juga sadar kalau mereka menikah atas dasar perjodohan, Yang dilakukan oleh bu lyla.
Sulit menerima kenyataan bahwa suami nya masih menyimpan foto bersama mantan kekasih. Namun, ia harus selalu berpikir positif. Supaya bisa menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis. Dan menjaga terus menebar senyum, Setiap kali berada disekitar sang suami.
'Aku tidak berhak bertanya mengenai hal ini. Mungkin dia lupa mengganti wallpaper nya.'Gadis itu berusaha meyakinkan dalam hati nya. Bahwa apa yang dia lihat, Tidak seperti apa yang dia pikirkan.
"Masih nyala laptop nya?" Tanya adnan.
"Masih kak." Alika cepat-cepat mengklik aplikasi google, Sebelum suami nya datang menghampiri.
"Laptop itu jarang ku gunakan... semua yang tersimpan disana dan wallpaper yang tampil dilayar laptop belum ku ubah." Jelas adnan.
Entah kenapa hati alika seketika berbunga-bunga. Ia merasa senang mendengar nya.
'Eh.. perasaan apa ini?' Ucap alika dalam hati sambil menepuk-nepuk pipi nya yang sedikit memerah.
"Kau sakit?" Tanya suami nya seraya memegang dahi nya.
__ADS_1
Lagi dan lagi alika dibuat salah tingkah. Perasaan nya malah sulit dikendalikan.
"Pipi mu merah." Ucap adnan.
"Iya.. soal nya ruangan ini panas." Alika mencari alasan.
"Aku ambilkan kipas ya?"
Bukan karena ruangan yang panas alika seperti itu. Ia hanya sedang merasakan benih-benih cinta yang perlahan-lahan tumbuh dalam diri nya.
"Hmm tidak usaah..lebih baik kak adnan. Lanjut saja istirahat nya. Aku disini cuman sebentar. Jadi, tidak usah khawatir." Ujar alika dengan tangan yang meng-klik layar laptop sembarangan.
"Baiklah." Tanpa banyak basa basi lagi, Adnan pergi menuju sofa yang ada di hadapan nya.
Alika lega karena ia bisa melanjutkan aktivitas, Untuk berselancara di google.
"DAMPAK NIKAH MUDA DAN HAMIL DI BAWAH USIA 20 TAHUN." Satu persatu kata ia rangkai hingga menjadi kalimat dikolom google.
Selang beberapa saat kemudian, Muncul artikel mengenai kalimat yang diketik oleh alika.
Ia pun meng-klik salah satu artikel. Dan keluar bacaan yang membuat nya sakit mata.
Ternyata ada dampak nya. Contoh nya seperti perubahan pada fisik maupun perilaku. Jika, Perempuan hamil dibawah usia 20 tahun.
'Meskipun usia nya sudah 30 tahun. Tapi, dia terlihat tampan.' Batin alika.
"Fokus saja pada laptop nya. Jangan memperhatikan orang yang sedang istirahat." Alika membelalakkan kedua mata nya. Ia terkejut karena sang suami seolah tau apa yang tengah dilakukan oleh nya.
"Baik ka."
Perasaan itu semakin menggebu-gebu terhadap suami nya. Tidak harus berbuat apa kalau sudah begini. Sebab, ia sulit memalingkan pandangan nya pada sang suami.
"Apa kau mulai mencintai ku?" Celetuk adnan. Untuk keberapa kali nya kupu-kupu terasa berterbangan di perut alika.
"Tidak." Jawab nya untuk menjaga harga diri.
"Terlalu lama." Mendadak adnan bangkit dari sofa. Lalu, mendatangi alika yang masih berada didepan laptop nya.
Adnan seperti menginginkan sesuatu dari alika. Ia mendekatkan wajah nya ke sang istri. Dan sontak saja alika menoleh ke samping. Dimana wajah mereka saling bertemu.
__ADS_1
Posisi yang lumayan dekat bagi alika. Seandai nya saja ia bisa kabur, Detik ini juga alika akan kabur secepat nya. Namun, tidak ada kesempatan untuk nya.
Pikiran alika mulai menjelajah kesana kemari. Sementara suami nya terus mendekatkan diri nya. Bodoh! Ia semakin tak karuan.
"Ada semut di pipi mu." Adnan mencomot semut hitam besar di pipi kiri istri nya.
"Oh..." Sial! apa yang ia pikirkan nyata nya salah.
Perasaan nya mulai kembali stabil. Ia tidak jadi menahan nafas.
"Apa yang kau pikirkan?" Tanya suami nya kebingungan.
Sang suami menghampiri nya karena ingin membantu alika. Ia takut istrinya kesulitan menggunakan laptop.
Saat adnan berada disisi nya, Ia melihat semut hitam yang lumayan besar sedang berjalan dipipi kiri istri nya.
Tapi, maksud dan tujuan nya malah disalah artikan oleh alika.
"Ternyata kau bisa juga cara menggunakan nya." Ucap adnan.
'Hah?!!Dia pikir aku senorak itu, ya?' Pikir alika.
"Kau belum siap?" Seperti nya adnan melihat hasil penulusuran sang istri di google.
"Belum siapa apa nya?"
"Mengapa kau mencari bacaan seperti itu. Apa tidak ada bahan bacaan yang lain?" Adnan tidak menyukai apa yang dilakukan oleh alika.
"Kurang kerjaan." Ketus nya seraya berlalu meninggalkan istri nya.
Kata-kata tersebut berhasil menusuk hati alika. Bagaimana bisa suami nya berkata seperti itu, Sementara ia mengkhawatirkan banyak hal dan sulit mengungkapkan yang dirasakan nya.
Mungkin karena adnan tau jika alika sudah lulus dari sekolah nya. Jadi, dia ingin menagih janji yang telah kami sepakati.
Harus nya alika belum lulus dari sekolah menengah atasnya. Tapi, dikarena kan gadis tersebut terlalu pintar. Alika naik kelas lebih cepat dari teman-teman seangkatan nya.
Seharus nya ia baru duduk dibangku kelas 1 SMA. Alika sangat istimewa dimata semua orang. Termasuk suami nya.
Selain tulus alika juga pintar dibidang akademi. Ia selalu jadi juara kelas. Baik disekolah nya yang dulu maupun ditempat tinggal nya sekarang.
__ADS_1
Namun, harapan alika yang setinggi langit pupus, Ketika ia harus berkorban demi kebahagiaan sang nenek. Rela menikah diusia belia.
BERSAMBUNG~~