Menikah Di Usia 16

Menikah Di Usia 16
Bayang-bayang masa lalu


__ADS_3

Bayi lucu itu tertidur sambil di temani oleh alika. Dia terus memandangi anak yang telah di lahir kan oleh nya. Rasa sakit yang ia tahan sangat lama. Akhir nya, berbuah manis.


Meski, masa muda nya nanti akan habiskan untuk mengurus keluarga kecil nya. Ia tidak boleh berkecil hati.


Adnan menatap iba sang istri. Ia tidak tega melihat alika yang rela berkorban di nikahkan dengan nya.


"Ternyata kakak ada disini." Sadar sedang di awasi oleh suami nya, Sontak alika menoleh.


Wajah yang belum paham mengenai apa-apa itu selalu tergambar jelas di pikiran adnan.


"Iya." Adnan pun mengambil langkah untuk menghampiri nya.


"Kak, aku udah siapin makanan di meja." Ucap alika.


Adnan tidak bergeming. Ia malah berkutat dalam perasaan nya yang mulai tidak karuan. Menjadi kepala keluarga sangat sulit. Dia harus banyak bersabar dan belajar menghadapi semua nya.


Tanggung jawab nya pun semakin besar. Belum lagi ujian yang datang dari luar. Bayang-bayang masa lalu nya kembali datang.


"Kak adnan, gak apa-apa kan?"


"Gak apa-apa."


"Hari ini kak arin mengirim pesan lagi." Ucap alika.


"Apa isi nya?"


Alika hanya diam sambil menundukkan kepala nya. Rasa nya tidak perlu ia menjawab pertanyaan sang suami. Karena isi pesan tersebut sangat tak pantas untuk di sampaikan.


Adnan sudah tau isi pikiran istri nya. Jadi, ia memilih untuk berhenti bertanya.


"Sudahlah jangan terlalu di pikirkan. Lebih baik kau fokus saja dengan kesehatan mu itu." Adnan duduk di samping istri nya sambil mengusap lembut punggung alika.


"Iya kak."


"Aku tidak habis pikir dengan arin. Seharus nya dia bisa bersikap dewasa dan bijak. Jika, dia sulit melupakan masa lalu, Maka arin harus bisa merelakan semua nya." Ucapan nya membuat sang istri mulai menyayangi apa yang ada dalam diri suami nya tersebut.


"Maaf kalau aku lancang. Tapi, sulit melupakan apa yang sudah menjadi bagian terindah dalam hidup kita. Seperti hal nya aku. Aku tidak bisa melupakan ayah, ibu dan kakak perempuan ku yang sudah tiada. Mereka adalah orang yang paling berharga dalam hidup ku." Alika menatap langit-langit dinding seraya membayangkan betapa bahagia nya ia saat masih ada mereka bertiga.

__ADS_1


"Aku janji akan membuat mu mewujudkan cita-cita yang selama ini kau inginkan. Dan aku janji akan memenuhi semua yang kau dan bayi kita butuhkan. " Perkataan nya mampu membius sang istri.


Alika tersenyum. Entah amalan apa yang dulu ibu nya lakukan ketika mengandung diri nya, Sehingga ia mendapatkan suami yang sangat bertanggung jawab dan tulus.


Ternyata di balik ikhlas nya, Ada begitu banyak kebaikan yang di dapat oleh alika.


Ia tidak jadi lagi menjadi beban sang nenek.


"Terima kasih banyak." Alika nyaris menitikkan air mata.


***


Di tempat lain arin sedang melihat media sosial teman-teman nya. Banyak dari mereka yang bahagia meski hidup sederhana. Tapi, lihat diri nya sekarang? Hidup sendiri walaupun banyak sekali uang yang ia punya.


Bisa saja arin keliling tempat yang bagus untuk di kunjungi. Dan membeli barang-barang mahal yang ia inginkan. Tapi, itu pun tak cukup untuk bisa membeli kebahagiaan.


Berulang kali arin menghirup udara dan membuang nya secara perlahan. Nafas nya sedikit sesak.


"Aku selalu merasa sangat kesepian. Huft!~"


"Cckk... kesepian? kalau begitu bolehkah saya menemani anda disini, nona cantik?" Seorang pria berpakaian cukup keren mendadak muncul seraya membawa es kopi.


"Sayang sekali wajah secantik diri mu sendirian di sini." Pria tersebut sudah berani berkata seperti itu di depan nya. Arin mulai memasang mode waspada untuk menghindari hal buruk.


"Memang nya kenapa? Apa kau merasa keberatan?" Ketus nya.


"Hahaha.. tidak juga."


Pria itu memalingkan sedikit wajah nya. Seperti nya dia merasa dipermalukan oleh arin. Sontak saja arin langsung mentertawakan pria yang lumayan tampan tersebut.


"Lemah." Celetuk arin.


Pria itu menoleh kembali ke arah arin. Dia nampak berusaha menjaga mimik wajah nya. Agar tetap terlihat keren. Tapi, malah jadi aneh.


"Kau terlihat lucu wkwk.."


"Apa nya yang lucu?" Pipi pria tersebut mulai memerah.

__ADS_1


"Tidak ada." Sahut arin dengan singkat.


"Oiya, ngomong-ngomong kita belum kenalan. Perkenalkan nama ku Elang pratama." Lagi-lagi dia berlagak so keren.


"Aku rasa kau salah paham. Aku di sini hanya sekadar memberi mu tempat. Bukan ingin tau siapa kamu." Ucap arin yang tidak tertarik dengan nya.


"Menarik.." Lama-lama pria bernama elang itu aneh.


"Maaf tuan. Jika, kau ingin menggoda wanita. Goda yang lain saja. Jangan aku!" Gerutu arin sambil menaikkan kedua alis nya.


"Aku sengaja kesini hanya untuk berkenalan dengan mu."


"ELANG!!!" Tiba-tiba ada seorang wanita yang memanggil pria itu.


Wanita tersebut pun menghampiri nya. Arin bingung dengan apa yang terjadi.


"Kamu pacar nya kan? Mbak, tolong ya jaga pacar nya baik-baik. Jangan mentang-mentang mbak gak bisa ngerawat diri terus dia seenak nya mau goda aku pas mbak nya lagi lengah." Arin malah marah-marah tidak jelas. Sampai jadi pusat perhatian tempat makan tersebut.


"Hei mbak. Tolong di jaga mulut nya! Elang bukan pacar aku. Dia itu sengaja kesini cuman mau berkenalan samaa mbak. Dari pertama kali datang kesini. Elang udah ngincer mbak. Karena mbak nya cantik." Ungkap wnita yang hanya memakai setelan kaos oblong, celana jeans dan rambut di kuncir kuda itu.


Arin langsung mematung mendengar celotehan nya. Ia jadi merasa bersalah karena sudah berprasangka buruk pada pria itu.


"Oh begitu ya. Sebelum nya aku minta maaf karena udah ngomong yang gak pantes." Arin menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Iya aku maafin. Tapi, jangan di ulang lagi ya."


"Terus gimana sekarang? Masih mau kenalan sama aku?" Ucap arin.


"Boleh."


"Yakin nih? Nanti takut nya kamu nyesel kalau udah kenalan sama aku." Dari sekian banyak lelaki yang mencoba mendekati nya. Hanya pria itu yang sukses membuat arin penasaran dengan sosok nya.


"Gak kan nyesel." Dia terlihat sangat gugup. Sifat asli nya keluar. Ternyata pria itu sedikit penakut dan pemalu.


Tidak seperti adnan yang sangat percaya diri dan benar-benar keren.


Lagi ingatan itu datang. Pikiran nya sulit di kendalikan kalau sudah begini.

__ADS_1


Betapa bodoh nya arin hari ini. Mau berkenalan dengan pria saja harus ingat adnan dulu. Kenapa harus adnan? Kenapa bukan yang lain?


BERSAMBUNG~~


__ADS_2