Menikah Di Usia 16

Menikah Di Usia 16
Salah paham


__ADS_3

Pertemuan nya dengan arin tidak bu lyla katakan pada anaknya. Karena ia tak ingin adnan mengingat masa lalu nya yang menyakitkan. dari kejauhan beliau menatap wajah anak nya tersebut dengan tatapan sedih.


Bu lyla tak begitu lama berbicara dengan mantan kekasih adnan. Setelah nya arin kembali ketempat semula. Sekarang beliau sendirian menyantap makanan nya.


Beberapa saat kemudian alika datang menghampiri nya sambil bertanya mengenai wanita yang tadi sempat berbincang dengan bu lyla.


"Bu, maaf sebelum nya. Alika mau bertanya. Wanita yang tadi bersama ibu siapa ya?" Tanya alika.


Bu lyla nampak kebingungan. Karena pertanyaan itu membuat nya tidak nyaman. Ia juga tidak mau sampai alika mengetahui masa lalu anak nya. Apalagi itu menyangkut wanita.


"Bu, ibu tidak apa-apa kan?" Tanya alika.


"Hm.. tidak apa-apa, nak." Jawab nya untuk mengalihkan perhatian alika.


"Syukurlah.'' Seperti nya alika melupakan rasa penasaran nya pada wanita itu.


Dan itu membuat bu lyla sedikit lega. Ia pun kembali menyantap makanan nya.


Sementara alika menunggu nya sambil melihat tamu-tamu yang sedang berlalu lalang di sana. Dan disaat yang bersamaan ia tak sengaja melihat adnan yang tengah duduk sendirian sambil memainkan ponselnya.


Ia terlihat sangat mempesona dengan postur tubuh yang dimilikinya. Adnan sosok yang sangat sempurna.


Alika hanyut dalam lamunan sambil merasakan jantung nya berdegup tidak seperti biasa nya. Jujur saja saat itu ia melihat adnan dengan pandangan yang berbeda.


'Suara itu memang sangat cocok dengan paras nya.' Batin alika.


"Nak, Ibu akan pulang sekarang." Ucap bu lyla. Dan seketika alika langsung tersadar dari lamunan nya.


"Iya bu.'' Alika berdiri sambil memberi jalan pada beliau.


''Nak. ibu, adnan dan nek yu pulang duluan ya.'' Pamit bu lyla pada alika.


''Iya bu. Hati-hati dijalan.'' Ia mengantarkan bu lyla ke tempat adnan dan nenek nya berada.


Kini, jarak antara alika dan adnan lumayan dekat. Mereka saling berhadapan. Namun, tidak saling menyapa untuk yang kedua kali nya. Alika terlalu malu dan tidak pantas bersikap seperti ia sudah mengenalnya sangat lama.


Sebelum mereka pulang. Ketiga nya bersalaman terlebih dahulu untuk berpamitan pada pengantin.

__ADS_1


Alika menunggu sampai mereka naik keatas pelaminan. Kemudian ia kembali ketempat cinderamata yang dijaga nya bersama sena.


''Lama sekali!!'' Gerutu sena saat alika tiba disana.


"Maaf, soalnya tadi menyapa bu lyla dulu.'' Jelas alika.


''Oiya..'' Ucap sena singkat.


***


Acara pernikahan kakak sena selesai dan berjalann dengan lancar. Hari ini cuaca juga cukup terang.


Ibu sena sangat bahagia. Beliau tak henti-henti nya mengembangkan senyuman.


Alika pun turut berbahagia dengan keluarga sena. Ia berjalan menyusuri setiap ruangan untuk membantu membersihkan bunga-bunga yang berserakan dilantai.


Tepat didepan kamar sena ia berhenti sejenak untuk mengumpulkan tenaga. Tapi, saat itu ia tak sengaja mendengar percakapan seorang wanita dengan bibi sena.


"Bu, tadi arin bertemu dengan ibu adnan.'' Mendengar hal itu alika mulai penasaran.


''Sudah ibu bilang jangan pernah bertemu dengannya. Bagaimana kalau bu lyla tau kamu sudah berpisah dengan mantan suami mu.'' Ucap bibi sena dengan nada tinggi.


Karena rasa ingin tau nya lebih besar. Diam-diam alika menguping percakapan bibi sena dengan seorang wanita yang belum diketahui oleh nya itu.


''Tetap saja. Sepintar-pintar nya kamu menyembunyikan sesuatu pasti akan ketauan juga kalau kamu dibiasakan untuk bertemu dengan nya. Padahal ibu mati-matian selalu menghindari bu lyla.'' Seperti nya bibi sena sangat emosi pada wanita itu.


Alika masih belum mengerti kenapa bibi sena berusaha menghindari bu lyla. Padahal yang diri nya ketahui bu lyla sangat baik. Dan ia juga masih bertanya-tanya siapa wanita yang tengah berbicara dengan bibi sena.


''Tapi, arin masih mencintai adnan.'' Ucap wanita itu dan tangisan nya pun pecah.


alika sama sekali tak menduga akan mendengar hal yang membuat nya terkejut. Ia menempelkan tangan pada mulut nya mencoba untuk tidak mengeluarkan suara.


Sekarang ia dapat mengerti isi percakapan bibi sena dengan wanita itu.


Ia paham jika wanita yang tengah berbicara dengan bibi sena adalah anak nya. Dan ia gagal menikah karena anak nya mencintai adnan. Itu yang alika bisa cerna.


''Pantas saja.'' Gumam alika dengan perasaan kecewa. Ia tak menyangka jika dibalik paras nya yang sempurna. Adnan adalah sosok yang berbahaya.

__ADS_1


Alika langsung mencap anak bu lyla tersebut dengan buruk.


Karena rasa penasaran nya hanya membuahkan hasil yang sia-sia dan mengecewakan. Ia pun kembali melanjutkan tugas nya.


'Pantas saja wanita tadi menghampiri bu lyla. Dia hanya ingin tau mengenai adnan.' Alika men-judge adnan dalam hati nya. Tanpa tahu kebenaran nya.


Entah kenapa perasaan alika jadi seperti itu. Tiba-tiba ia memikirkan adnan. Padahal ia bukan siapa-siapa. Tapi, semakin memikirkan nya semakin membuat nya ingin tau lebih jauh kehidupan nya.


Terlebih kebaikan bu lyla seolah mendorong diri nya harus bisa mengenal dengan baik kepribadian adnan yang tertutup.


Karena bagi nya bu lyla adalah orang yang telah memberikan nenek dan diri nya kehidupan.


''Alika, dari mana saja kamu?'' Tanya sena yang muncul dari dapur.


''Ini..'' Alika menunjukkan sebuah polybag besar yang berisi bunga-bunga yang berjatuhan dilantai.


''Yaampun.. Kenapa harus repot-repot begini.'' Celoteh sena.


''Tidak apa-apa.. aku ikhlas membantu.'' Ucap alika sambil tersenyum.


Sena menghela nafas berat. Ia tak habis pikir dengan sahabat nya yang super duper rajin itu.


Percuma saja ibu nya menyewa orang yang akan membersihkan semua ini. Tapi, alika malah mencoba untuk membantu membersihkan nya.


''Ya sudah... yang penting kamu bahagia. Oiya, ikut gabung sama kak sina. Kita makan bersama di ruang tengah.'' Sena menyerah dengan sikap sahabat nya iitu.


'''Hehe.. ayo! Kebetulan aku sudah lapar.'' Ucap alika seraya mengikuti sena yang melangkah kan kaki nya ke tempat keluarga besar nya berkumpul.


Keluarga besar kak sina dan suami nya sudah berkumpul disana. Ketika alika serta sena sampai.


Alika agak canggung dan malu. Karena ia ikut bergabung dengan mereka yang bukan keluarga nya.


''Alika, sini!!' Kak sina melambaikan tangan pada alika.


Meskipun alika terlihat kikuk. Ia mencoba untuk menghampiri kak sina yang sedang duduk disamping pria yang kini menjadi suami nya.


Ia tidak mungkin menolak ajakan kak sina. Yang sudah alika anggap seperti kakak kandungnya sendiri.

__ADS_1


Kak sina benar-benar baik dan tidak malu mengakui teman adik nya sendiri yang bukan dari kalangan atas itu.


BERSAMBUNG~~


__ADS_2