Menikah Di Usia 16

Menikah Di Usia 16
Malam special


__ADS_3

Untuk merayakan kelulusan istri nya, Adnan berinisiatif menyiapkan makan malam yang romantis di rumah nya. Ia menyuruh sang istri untuk berdandan dengan cantik.


Adnan ingin melihat wajah alika dipoles lagi dengan make up. Dia juga sudah menyiapkan dress semata kaki berwarna cream dan ada motif bunga di seluruh baju nya. Sangat cantik.


"Whoaaa!! cantik sekali!" Mata alika berbinar-binar karena bahagia, Selama ini ia menginginkan dress tersebut. Tapi, itu sangat mahal.


"Kupikir kau tidak akan suka." Ucap adnan.


"Aku sangat menyukai nya. Terima kasih, Kak." Senyum alika mengembang, Membuat adnan terpesona.


Senyuman sang istri sangat manis. Membawa keteduhan dan kehangatan bagi diri nya.


"Setelah sholat isya pakai baju itu dan datang ke halaman belakang." Ucap adnan, Setelah itu ia pergi untuk memaksimalkan persiapan nya.


"Iya kak."


Selepas sholat isya alika berdandan sebisa nya. Ia memakai lipstik berwarna natural dan rambut nya dibiarkan terurai.


Kemudian ia datang ke halamang belakang. Perasaan nya tak menentu. Sulit diungkapkan dengan kata-kata.


Dari balik pintu ia melihat sang suami sedang menunggu nya. Adnan mengenakan pakaian rapi. Malam ini ia terlihat lebih tampan dari biasa nya.


Hal itu lah yang membuat nya semakin candu untuk menatap adnan.


Perlahan alika melangkahkan kaki, Untuk mendekati suami nya.


"Malam ini kau terlihat sangat cantik." Puji adnan.


"Terima kasih. Kau juga terlihat sangat tampan." Alika memuji balik sang suami.


Mereka saling bertatapan sebentar. Lalu, duduk untuk menikmati hidangan makan malam yang telah disajikan diatas meja.


Adnan nampak tidak seperti tipe laki-laki yang romantis. Tapi, hadiah yang diberikan oleh suami nya tersebut. Lebih dari sekedar romantis.


Meskipun semua makanan itu dipesan secara online. Namun, usaha nya berhasil menyenangkan hati istri nya.


"Kau membeli semua makanan ini?" Tanya alika.


"Iya. Special untuk mu dalam rangka merayakan hari kelulusan mu." Kalau istri nya bahagia, Ia juga ikut bahagia.


Apapun itu adnan akan kabulkan keinginan sang istri. Walau ia masih belum mencintai nya.


Nyata nya menikah dengan seseorang yang belum ia cintai, Tidak semudah membalikkan telapan tangan. Butuh proses untuk menumbuhkan rasa itu.

__ADS_1


"Ayo kita makan!" Ajak adnan.


"Iya kak." Alika menghindangkan makanan untuk suami nya. Melayani suami sekecil apapun, Sudah menjadi kewajiban nya.


"Selama ini kau sangat patuh pada ku. Meskipun , itu tidak mudah. Tapi, kau tetap melakukan nya. Aku sangat bersyukur karena disandingkan dengan mu, Alika." Ungkap adnan.


"Aku hanya melakukan apa yang sudah menjadi kewajiban ku." Balas alika.


"Semoga setiap kebaikan yang kau lakukan untuk ku berbuah manis." Do'a tulus adnan untuk alika.


"Malam ini kau siap?" Tanya suami nya.


Alika berpikir sejenak. Berusaha mencerna pertanyaan yang dilontarkan suami nya.


"Hm?"


"Aku tunggu jawaban nya setelah makan malam." Tukas adnan dengan ekspresi wajah datar.


'Pasti pertanyaan nya mengarah kesana.' Alika mulai terguncang. Adnan sangat lucu jika sedang ingin sesuatu. Berucap tanpa ada ekspresi diwajah nya.


"Hmm... bagaimana kalau kita makan dulu. Menuntaskan kewajiban pasutri kan butuh banyak energi." Celetuk alika asal.


"Eh.. maksud nya?"


"Hah?!!!!"


"Lalu apa?" Tanya alika sambil tertawa garing.


"Setelah makan malam kita kerumah ibu. Disana ada keluarga besar dari mendiang ayah ku. Apa kau siap bertemu mereka?" Duar!!! Ucapan adnan membuat alika malu setengah mati. Pertanyaan 'Malam ini kau siap' Ternyata siap untuk bertemu dengan keluarga besar dari mendiang ayah suami nya.


'Buat anak?' Alika meratapi kebodohan nya dalam hati. Ia tersenyum getir sambil berusaha menjaga harga diri nya, Yang hampir anjlok.


"Btw, apa kau benar-benar siap?" Seperti nya adnan sadar dengan ucapan konyol istri nya tadi.


"Iya.. kak." Jawab alika dengan senang. Padahal pertanyaan suami nya kali ini mengarah kesana.


"Pulang dari rumah ibu. Bagaimana?"


"Yang benar saja!!" Alika tak sengaja berteriak. Setelah sadar pertanyaan adnan itu pertanyaan jebakan.


"Eh.. maaf kak. Tidak sengaja." Alika segera meminta maaf.


"Kau lucu sekali." Ucap suaminya sambil tertawa ringan.

__ADS_1


Terlepas dari kebaikan dan ketulusan istri nya. Alika hanyalah gadis remaja yang belum begitu mengerti dengan dunia pernikahan. Adnan ikhlas jika harus menunggu sang istri, Sampai ia siap untuk mengandung dan melahirkan.


Ia tidak akan memaksa. Karena hal tersebut akan membuat nya tertekan.


Alika tumbuh sesuai dengan usia nya. Dia tidak dewasa sebelum saat nya. Selama ini adnan perhatikan gadis itu lebih banyak melakukan aktivitas seperti remaja pada umum nya, Setelah selesai menjalankan peran nya sebagai seorang istri.


"Temani aku sampai tua nanti. Aku memang belum bisa mencintai mu. Tapi, aku merasa damai jika ada disamping mu." Ucap adnan seraya menatap sang istri lekat-lekat.


Sekarang alika mulai paham, Laki-laki yang baik bukanlah laki-laki yang selalu berpenampilan keren dan mengumbar janji manis pada setiap pereempuan.


Alika semakin merasakan hangat nya sikap sang suami. Dia dewasa tapi tidak pernah meremehkan nya, Yang masih ingin menghabiskan indah nya masa-masa remaja.


"Aku juga bahagia. Meski aku harus mengorbankan masa remaja ku. Keputusan yang ku ambil tidak salah. Untung nya aku jatuh ketangan pria yang baik." Ucapan alika menyejukkan telinga sang suami.


Ia mengembangkan senyuman paling indah. Dan belum pernah alika lihat sebelum nya.


"Kakak manis juga kalau senyum." Lagi-lagi alika tak sengaja berceloteh.


Dan itu membuat suami nya terkekeh.


"Jangan tinggalkan aku. Aku tidak ingin kau pergi karena pria lain." Tukas adnan.


"Kelak jika aku menua. Dan kau masih muda. Jangan jadikan alasan itu untuk jatuh cinta pada orang lain." Lanjut suami nya.


Alika hanya diam. Tidak membalas setiap ucapan nya. Ia belum cukup mengerti dengan apa yang dikatakan oleh suami nya.


"Cukup kau gapai impianmu." Ucapan yang terakhir suami nya, Berhasil mencetak senyuman indah dibibir alika.


Adnan memberanikan diri untuk menyentuh pipi istri nya. Lantas ia mengelus pipi sang istri. Lalu, mencoba untuk mencium kening alika.


"Kau unik." Dua kata keluar dari mulut adnan, Begitu ia selesai mencium kening istri nya.


Alika membeku. Ia tak menduga akan seperti ini. Sampai detik ini suami nya masih menghargai nya.


Bulu roma nya berdiri. Karena perlakuan adnan pada alika.


"Pegang tangan ku." Selang beberapa saat kemudian adnan mengulurkan tangan kanan nya.


Alika pun menuruti keinginan sang suami. Meskipun malu-malu kucing, Ia tidak boleh menolak keinginan suami nya.


Kebahagiaan tergambar jelas di wajah kedua insan tersebut.


Kebahagiaan yang diciptakan oleh mereka berdua.

__ADS_1


BERSAMBUNG~~


__ADS_2