
'ALIKA!!!!!! AKU LIHAT KAK ADNAN SAMA CEWEK LAIN LAGI JALAN. MEREKA MENDATANGI SALAH SATU TOKO PERHIASAN.' Sebuah pesan yang sangat menohok hati nya, Masuk ke dalam ponsel nya.
Sekujur tubuh alika membeku. Ia tidak dapat menggerakan nya sama sekali. Berarti firasat nya selama ini terbukti benar. Ia sadar sebagai seorang istri yang masih terbilang cukup sangat muda, Alika banyak kekurangan.
Mungkin di depan adnan bisa menunjukkan dia baik-baik saja. Tapi, kita tidak tau di belakang suami nya seperti apa.
Suami nya memang pandai menyembunyikan perasaan yang sebenar nya. Alika melamun tidak tau harus berbuat apa?
Sampai semua pesan yang masuk, Di abaikan oleh nya. Ia hanya ingin menetralkan pikiran dan perasaan nya.
Selagi afnan masih tidur. Alika mengambil segelas air dingin. Tenggorokan nya langsung segar begitupun dengan otak nya yang mumet.
"Pantesan aja dia suka senyum-senyum sendiri kalau main hp. Pokok nya aku gak mau ngomong sama dia lagi." Alika mendengus kesal.
Di rumah alika hanya berdua dengan anak nya. Menunggu sang suami pulang. Ia pikir kehidupan setelah pernikahan itu akan di isi oleh kebahagiaan saja.
Tapi, kenyataan nya tidak seperti itu. Kita harus bisa menanggung resiko nya. Karena akan ada berbagai macam ujian datang silih berganti.
Setelah ia menunggu cukup lama. Adnan pulang sambil membawa beragam jajanan kaki lima.
"Ini." Adnan menyerahkan beberapa kantong plastik ke istri nya.
"Apa ini?" Alika malah melupakan rencana mogok bicara nya pada sang suami.
"Makanan kesukaan kamu." Ucap nya.
'Bau nya sangat enak. Godaan macam apa lagi ini. Pasti di dalam kantong plastik itu ada sate, ayam geprek, telur gulung, dan masih banyak lagi.' Alika membayangkan apa yang ada di kantong plastik tersebut.
Adnan sedikit lega melihat istri nya tampak senang. Karena sudah sangat lelah bekerja seharian. Ia memutuskan untuk segera membersihkan diri. Lalu, merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur.
Istri nya melupakan amarah nya pada sang suami. Sebab, makanan yang dibawa oleh nya, Mampu melunturkan emosi alika.
"Whoaa keliatan nya ini enak banget!" Alika langsung melahap satu persatu jajanan yang ada di atas meja.
"Lahap banget makan nya." Rasa nya adnan ingin sekali mengganggu alika. Sebelum mandi ia menghampiri istri nya yang tengah menyantap makanan nya itu.
"Ganggu aja!" Ketus alika.
Seperti nya ia teringat kembali dengan sikap sang suami yang akhir-akhir ini mencurigakan. Alika meletakkan makanan yang akan di masukkan kedalam mulut nya. Lalu, menatap tajam sang suami.
__ADS_1
Adnan heran dengan tingkah istri nya. Biasa nya ia selalu melihat wajah manis alika. Tapi, sekarang? Ia malah di suguhi wajah garang sang istri.
"Kamu kenapa?"
"Kelihatan nya aku kenapa?"
"Ngambek."
"Nah, itu kamu tau."
"Ada apa sih? Coba cerita. Gak baik mendam uneg-uneg, loh." Ucap nya seraya mencicipi salah satu makanan milik istri nya.
"Gak mau!"
"Kenapa jadi ketus gitu sih?! lagi dateng bulan ya? Ucapan suami nya membuat alika sakit hati. Dia pikir dengan membawa banyak makanan. Bisa membuat baik keadaan nya.
Emosi alika mulai naik. Sudah lelah seharian mengurus anak. Adnan malah sibuk dengan dunia nya sendiri.
Ingin sekali melampiaskan perasaan nya yang terpendam cukup lama. Namun, alika tidak punya cukup nyali.
Pasti sang suami akan terpancing emosi juga. Untuk sementara waktu ia coba diam.
"Bukan nya mau mandi, ya?"
"Kenapa sih kamu? Sewot gitu. Apa ada yang kamu gak suka dari aku?" Sebelum pergi suami nya menanyakan suatu hal.
Alika hanya diam saja. Ia malas ribut dengan nya. Apalagi di tengah emosi nya yang sedang menyala. Ia pun segera alihkan perhatian nya pada makanan.
Sedangkan suami nya masih menunggu, Jawaban alika. Ia berdiri sambil kebingungan melihat nya yang mendadak bertingkah aneh.
"Kamu gak mau jawab pertanyaan aku nih? Jadi, kamu beneran marah?" Tanya sang suami.
Adnan juga mulai kesal dengan sikap istri nya yang tiba-tiba jadi mudah marah seperti itu. Dan itu benar-benar melukai hati nya.
"Ya udah kalau gak mau jawab!" Gerutu nya seraya meninggalkan tempat tersebut.
Menjelang malam alika tetap mengacuhkan suami nya. Ia tidak peduli apapun yang dia lakukan. Semua itu hanya akan membuat pikiran nya semakin tidak karuan.
Ia memandang punggung suami nya, Yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya. Entah apa yang ia sembunyikan dari nya. Hingga alika mendapatkan pesan dari sena. Kalau suami nya sedang jalan dengan seorang perempuan.
__ADS_1
Di sisi lain hati kecil nya menyuruh untuk berhenti mencurigai terus sang suami.
"Hoamm..." Alika menguap.
"Kalau ngantuk tidur aja. Gak usah liatin aku terus!" Ucap adnan yang seolah tau sedang di perhatikan oleh istri nya.
Alika memukul-mukul bantal nya, Karena ketauan memperhatikan suami nya. Antara malu, sebal dan canggung bercampur jadi satu.
"Kalau lagi kesel tuh jangan ngelampiasin nya ke bantal. Gak baik tau." Ujar adnan.
'Ihhhhh... apaan sih? nyebelin banget!' Gerutu alika dalam hati.
"Apa kamu gak capek dari tadi marah-marah terus ?" Tanya adnan dengan nada lembut.
Karena emosi nya belum juga reda. Alika pura-pura tidak mendengar nya. Dan ia sangat menggebu-gebu ingin bertanya mengenai perempuan yang di lihat oleh sena.
Seandai nya saja sang suami umur nya tidak jauh berbeda dari nya. Mungkin alika sudah meluapkan semua amarah nya.
"Siapa yang marah?" Suara alika sedikit tercekat.
"Kamu. Emang nya kenapa sih?" Adnan berhenti dari pekerjaan nya sebentar, Kemudian berjalan menuju istri nya yang duduk di tepi tempat tidur.
Suami nya hendak membujuk alika agar mau menjelaskan apapun yang membuat nya jadi seperti ini.
"Kalau marah-marah terus entar cantik nya ilang." Gombal adnan.
Alika sampai terheran-heran dengan suami nya.
Diam-diam suami nya belajar menggombal dari internet, wkwk. Dia ingin menjadi suami yang romantis. Begitulah kira-kira.
"Mau aku beliin apa biar kamu gak marah lagi?" Suami nya pantang menyerah membujuk nya.
Kali ini alika bertekad memberi pelajaran pada suami nya. Ia tidak ingin sampai kalah dengan upaya sang suami meluluhkan hati nya.
Ini adalah kesempatan nya untuk menyelamatkan harga diri nya. Ia rela meninggalkan masa remaja nya demi menikah di usia yang masih sangat muda.
Jadi, dia harus bisa tegas dalam bertindak. Jika, dibiarkan lama-lama suami nya tidak lagi peduli pada dia dan afnan.
"Maafin aku kalau akhir-akhir sibuk bekerja. Ini juga kan demi kamu dan afnan." Ucap adnan yang merasa bersalah.
__ADS_1
'Kamu kira aku bakal percaya.' Alika menahan diri supaya tidak membalas perkataan suami nya.
BERSAMBUNG~~