
Diluar matahari sedang terik-teriknya. Dan cuaca sangat panas. Alika pergi kedapur untuk membuat secangkir es teh. Tenggorokkannya terasa kering dan ingin minum yang dingin-dingin. Saat hendak akan meminumnya, mendadak ponsel alika berbunyi.
Menandakan ada pesan masuk. Ternyata benar saja sebuah e-mail masuk lagi, ketika ia membuka ponselnya. Alika kembali dikejutkan oleh sebuah pesan dari pria aneh tersebut.
***Aku pengen banget ketemu kamu. Tapi, kayanya kamu gak bisa diajak kenalan.***
Terus menerus dikirimi pesan melalui e-mail dan mengajaknya berkenalan, membuat alika bertanya-tanya. Ia mencoba menelusuri nama tersebut dipencarian facebook. Namun, hasilnya nihil.
Ia bukan tipe orang yang bertanya langsung jika penasaran. Jadi, alika berusaha mencari ditempat lain.
"Fiuhh... Menyulitkan saja rasa penasaran ini." Gumamnya seraya kembali pada rutinitasnya.
"Oekk...oekkk.." Afnan Menangis sangat keras.
"Sebentar, nak." Dengan sigap ia segera menghampiri bayinya yang ada diatas tempat tidur.
Afnan menangis tanpa tau penyebabnya. Alika kebingungan karena biasanya jam-jam segini masih berada dalam mimpi.
Ting!!ting!! Suara ponselnya berbunyi lagi, menandakan ada pesan yang masuk ke e-mail. Alika membuka ponsel kembali. Untuk memastikan pengirim pesan tersebut. Ia menyangka yang mengirim itu adalah sipria misterius. Ia tidak melihat darimana pesan itu berasal.
__ADS_1
Dan alika asal saja membalas pesan tersebut. Hingga akhirnya ia menyadari jika orang yang sedang mengobrol dengannya ialah sang suami.
"Gawat! Aku salah kirim pesan. Aduh gimana ini?!!" Pekiknya.
***
Sore harinya ia menyambut adnan yang pulang dari kantornya. Alika sudah menunggu didepan pintu seraya menggendong afnan, dengan penampilan terbaiknya.
Ia juga mengembangkan senyumannya saat suaminya turun dari motor. Mereka berdua pun saling membalas senyum.
"Ayah pulang!!" Seru adnan seraya menghampiri bidadari dan malaikat kecilnya.
Afnan langsung tertawa bahagia melihat sang ayah yang selalu pulang membawa kebahagiaan dan tanpa menunjukkan rasa lelah diwajahnya.
"Iya, kak."
Saat tiba didalam rumah adnan langsung menghujani istrinya dengan banyak pertanyaan. Kenapa bisa alika membalas pesan darinya, seolah ia sedang balas pesan pada orang asing.
Adnan sangat penasaran. Jadi, ia tanpa henti membicarakan hal tersebut.
__ADS_1
"Kamu kok aneh banget sih."
"Aneh kenapa lagi, kak? Aku kan tadi udah jelasin. Kalau aku salah kirim." Alika bersikeras bahwa ia hanya salah mengirim pesan.
"Tapi, aku ngerasa kaya lagi ada yang gak beres, ya." Adnan mencoba mencari celah untuk mengetahui penyebabnya.
"Jangan suka menerka-nerka gitu." Istrinya berusaha mengalihkan pikiran adnan.
"Aku masih gak nyangka bisa dapet balesan pesan kaya gitu dari istri sendiri." Celotehnya sembari berlalu meninggalkan istrinya.
'Aku juga gak nyangka bisa salah kirim kaya gini.' alika membatin.
Suasana dirumah berubah jadi menegangkan. Padahal alika tidak melakukan kesalahan besar. Entah apa yang harus dilakukan olehnya. Yang jelas ia akan berusaha menjelaskan kejadian sebenarnya pada sang suami.
Alika tau ini akan sulit. Tapi, ia tidak ingin menyimpannya sendirian.
Tepat setelah sholat isya. Ia menjelaskan peristiwa yang tengah dialami.
"Sebenarnya ada seseorang yang mengajakku berkenalan lewat e-mail. Dia pikir aku belum menikah." Ungkap alika setengah ragu-ragu.
__ADS_1
Suaminya tidak merespon ucapan alika. Ia hanya mendengarkan saja. Sebab, ia paham apa yang dirasakan oleh istrinya.
To be continued ~