
Alika mengingat-ngingat lagi perkataan suami nya kemarin. "Bohong! Kaya nya kamu gak suka ya aku ngobrol sama arin." Bagi nya Itu adalah ucapan terindah yang keluar dari mulut sang suami.
Bagaimana tidak? Sang suami bisa membuat nya jatuh cinta dengan sikap nya yang luar biasa baik dan sabar.
Ia jadi tidak begitu takut. Jika, adnan kembali pada arin. Karena alika percaya suami nya tidak akan menghianati nya.
Hari demi hari ia lalui dengan penuh suka cita. Apalagi sejak afnan lahir kedunia. Walaupun mengurus bayi itu cukup sulit dan melelahkan. Alika merawat nya dengan setulus hati.
"Hari ini kita pergi berlibur." Ajak sang suami pada alika yang sedang menyisir rambut nya.
"Liburan?"
"Iya bawa afnan. Kamu siap-siap ya. Kita berangkat sekarang." Perintah nya.
"Tapi, hari ini kan ibu mau datang lagi. Kata nya kangen sama afnan." Teriak alika yang tidak di dengar oleh sang suami.
"Ibu juga mau aku ajak liburan." Sahut adnan.
"Liburan kemana, kak? Kok mendadak sih!" Alika menggerutu. Ia kesal tapi hati nya senang. Karena sang suami mengajak nya pergi ke suatu tempat.
Alika pun mengoleskan lipstik berwarna merah terang ke bibir nya dan juga memilih baju yang paling cantik untuk di kenakan.
Ia ingin memberikan penampilan yang terbaik untuk suami tercinta. Baru pertama kali nya alika merasakan hati nya meletup-letup. Seperti kena percikan api asmara yang tengah membara.
Suami sekaligus cinta pertama nya itu sangat sempurna di mata nya.
"Aku gak boleh keliatan kucel depan kak adnan." Tak lupa alika juga menebalkan bedak nya, menambahkan sedikit blush on berwarna pink di tulang pipi nya.
"Kamu lagi ngapain? Afnan udah kamu urus?" Tanya adnan dengan nada lembut.
Sontak alika menutup wajah dengan kedua tangan nya. Ia tidak ingin sang suami melihat hasil riasan nya sebelum berangkat.
"Tinggal nyiapin keperluan afnan."
"Cepet ya. Keburu siang. Soal nya kita mau jemput ibu di rumah nya." Ucap adnan yang baru beres mengenakan pakaian yang paling bagus.
'Ya ampun dia tampan sekali.' Alika senyum-senyum tidak jelas sembari menatap cermin.
"Kamu kenapa?"
"Oh.. aku?" Alika reflek menunjuk diri nya sendiri dengan jari telunjuk nya.
"Cepet siapin keperluan afnan!" Ujar adnan yang mulai tidak sabar.
"Iya kak." Dengan segera ia menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan oleh anak nya.
"Aku mau ngeluarin motor dulu ya." Ucap adnan.
"Iya kak."
__ADS_1
Perasaan cemburu nya meluap begitu saja. Bersamaan dengan muncul nya rasa cinta pada sang suami.
Ia mulai terserang virus bucin seperti nya. Karena yang ada di pikiran nya hanya sang suami.
Tubuh mungil itu di angkat nya usai menyiapkan barang apa saja yang harus di bawa. Ibu muda yang sedang jatuh cinta tersebut melangkah kan kaki menuju pekarangan rumah nya.
"Udah siap nih." Seru alika dengan riang.
"Ayo kita berangkat sekarang!" Ujar adnan.
Alika mulai naik ke atas motor. Ia sedikit kerepotan karena harus menggendong bayi nya. Tapi, ia dapat mengatasi itu dengan sigap.
"Mau jemput ibu ?"
"Iya."
"Kita kan cuman naik motor. Mana bisa bawa ibu ." Ucap alika.
"Ibu naik motor sama irene. Temen sekantor ku." Jawab adnan.
Motor pun melaju dengan kecepatan sedang. Di sepanjang perjalanan, sesekali alika membenarkan mengecek anak nya yang tertidur pulas dalam pangkuan nya.
Sebenar nya ia sedikit pegal karena jarak tempuh rumah mereka ke rumah ibu mertua nya lumayan jauh.
Saat sampai di sana. Mereka berdua sudah mendapati ibu mertua dan irene siap untuk berangkat. Tanpa perlu berbasa-basi lagi. Mereka segera meninggalkan tempat tersebut.
"Adnan..!" Teriak ibu nya ketika hendak menancapkan gas.
"Berikan afnan pada ibu. Biar ibu yang gendong. Kalian boncengan aja berdua." Ucap bu lyla.
"Gak apa-apa, bu. Biar alika aja yang gendong." Alika menolak dengan halus tawaran bu lyla.
Ia tidak ingin beliau repot dengan menggendong bayi nya.
"Ibu kangen sama afnan. Pengen gendong dia." Rengek bu lyla.
"Irene, tolong ambil afnan dari alika." Bu lyla tidak kehabisan cara.
Irene pun menuruti kemauan bu lyla. Ia turun dari atas motor. Kemudian sedikit memaksa alika, Untuk menyerahkan bayi nya.
"Beneran gak apa-apa?" Tanya alika dengan perasaan tidak enak pada ibu mertua nya.
"Jangan banyak bicara lagi. Cepat bawa kesini!" Ujar bu lyla pada irene.
"Iya bu." Dengan sedikit tergesa-gesa irene menghampiri nya. Dan menyerahkan bayi alika pada bu lyla.
"Nah, ini yang bener. Jadi, kalian berdua bisa pacaran." Goda bu lyla.
Khawatir matahari semakin naik dan panas. Mereka berempat cepat-cepat pergi ke sebuah tempat yang belum pernah di kunjungi.
__ADS_1
Keempat nya berlibur di sebuah tempat singgah yang dulu sering di datangi oleh keluarga besar bu lyla.
Tempat yang berada di antara hamparan pesawahan. Pemandangan di sana sangat indah dan udara nya juga sejuk.
"Kamu pake make up?" Tanya adnan begitu mereka sampai di sana.
Alika gelagapan. Dia malu karena ketauan pakai make up yang menurut nya bagus.
"Hfft.. bagus." Adnan seperti akan tertawa tapi tidak jadi. Ia langsung berdalih. Ia takut jika sang istri malah jadi down gara-gara dia.
'Ah masa? Tapi, kenapa wajah kak adnan kaya lagi ngeliat sesuatu yang lucu.' Dalam benak nya bertanya-tanya.
"make up kakak kaya emak-emak anak 6. Maaf ya kak aku ngomong sesuai fakta." Celetuk irene yang sedang sibuk menata barang bawaan mereka.
Alika mengerutkan kening nya. Dia tersinggung dengan ucapan irene. Udah di panggil kakak meledek lagi. Padahal irene lebih tua dari alika.
"Mau aku benerin?"
Alika nampak berpikir sejenak mengenai tawaran irene. Beberapa menit kemudian ia setuju dengan penawaran nya.
"Tapi, jangan sampai keliatan sampai kak adnan ya." Ucap alika.
"Iya, kak. Kita cari tempat yang aman untuk ngebenerin nya."
Diam-diam irene mencari tempat untuk memperbaiki riasan alika. Setelah menemukan nya irene langsung me recovery make up yang ada di wajah nya.
"Duh.. lipstik nya ketebelan. Mana warna nya merah terang lagi. Apalagi ini blush on menor banget. Terus ini eye liner nya kemana-mana. Sama baju nya kurang matching sama umur kamu. Kamu gak perlu pake baju yang gaya nya jadul gini. Pake baju yang kekinian juga gak apa-apa, kok." Irene sangat prihatin dengan usaha alika yang gagal untuk tampil cantik di depan suami nya.
Irene terus mengoceh sepanjang me recovery make up alika. Sedangkan alika tak bergeming. Sebenar nya ia risih dengan sikap irene yang so akrab.
"Taraaa... udah selesai." Tak butuh waktu lama irene menyelesaikan tugas nya.
Alika di buat jauh lebih baik dan natural dari sebelum nya. Irene sangat mahir dalam menggunakan alat-alat make up.
"Whoaa bagus banget riasan nya." Ia terpana dengan riasan yang ada di wajah nya.
"Terima kasih."
"Alika kamu di mana?" Teriak adnan yang mencari-cari istri nya.
"Eh itu kak adnan.. nyariin kakak ...tuh."
"Btw, jangan panggil aku kakak. Aku masih 16 tahun." Ucap alika seraya beranjak dari tempat tersebut.
Irene mengganggukkan kepala nya.
Alika menemui suami nya di ruang keluarga (tempat berkumpul nya keluarga).
Sang suami langsung terpesona dengan riasan alika yang baru. Mata nya tak berhenti memandang wajah nya. Kalau di liat-liat alika jauh lebih cantik, Kalau sedikit dipoles dengan make up.
__ADS_1
BERSAMBUNG~~