
Alika kembali ketempat semula setelah dari toilet. Namun, ditengah jalan ia tak sengaja berpapasan dengan bu lyla, nenek nya dan adnan. Beliau menyapa nya terlebih dahulu.
"Alika, cantik sekali kamu." Bu lyla sangat kagum melihat nya memakai riasan
"Terima kasih, bu. Ibu juga cantik hari ini." Alika tersipu malu.
Nenek alika tidak banyak bicara. Ia hanya tersenyum senang melihat sang cucu mengenakan pakaian yang begitu indah dan riasan yang bagus.
Ia juga bangga dengan nya karena selalu percaya diri dan ramah dimanapun alika berada.
"Nek.." Alika menghampiri nenek nya. Lalu, menggandeng tangan nya.
"Ada apa nih?" Tanya bu lyla yang kebingungan.
"Alika, antar nenek ke tempat makanan. Alika yang akan ambilkan makanan untuk nenek." Ucapan alika membuat bu lyla cemburu.
"Bagaimana dengan ibu dan adnan?" Bu lyla merasa diri nya dilupakan oleh alika. Alika tersenyum melihat tingkah laku beliau.
Adnan yang sedari tadi diam mencoba untuk mengeluarkan suaranya.
"Bu, adnan mau ambil makanan ringan dulu." Ucap adnan yang berhasil mengambil perhatian alika.
Sontak ia menoleh kearah adnan. Postur tubuh tinggi dan tegap, wajah tampan serta ramah. Itu yang pertama kali alika lihat. Ternyata suara dan paras nya selaras. Ia benar-benar terpesona pada sosok adnan.
Sebelum nya ia tidak pernah membayangkan rupa adnan. Dari pertama adnan datang mereka sama sekali belum bertemu. Bu lyla juga lupa memperkenalkan anak nya pada alika.
"Oiya, ibu hampir aja lupa mau kenalin adnan sama alika." Ucap bu lyla.
"Dari awal den adnan dan alika belum bertemu." Sahut nenek alika.
Nenek nya yang sangat ingin mempertemukan anak bu lyla dengan sang cucu hanya bisa memendam keinginan nya tersebut. Karena tidak ada perintah apapun dari beliau. Jadi, nek yu tidak berani bertindak.
__ADS_1
"Nek yu bukannya bilang." Ucap bu lyla.
"Maaf, bu. Saya tidak berani." Jawab nenek yu.
"Alika, ini anak ibu. Namanya adnan pratama." Bu lyla memperkenalkan anak nya pada alika.
"Adnan, ini alika salsabila. Dia cucu dari nek yu." Lanjut bu lyla.
Alika dan adnan pun tersenyum sambil mengganggukkan pelan kepala mereka masing-masing.
Perkenalan mereka kedua nya cukup singkat. Tidak ada yang istimewa. Mereka pun dikenalkan oleh bu lyla. Jadi, tidak begitu intens. Dan sebuah senyuman menjadi tanda dari mereka untuk bisa saling menyapa satu sama lain.
Setelah itu alika mengajak bu lyla dan yang lainnya ke tempat makanan. Seperti nya Perut mereka perlu diisi untuk menambah energi yang mulai terkuras.
Sayang jika datang hanya untuk sekedar hadir disebuah pernikahan tanpa mencicipi makanan-makanan nya.
Mereka mengantri terlebih dahulu dengan para tamu yang hadir saat itu. Sampai mereka mendapat giliran untuk mengambil makanan yang sudah dihidangkan diatas meja.
Tak lupa beliau juga memperhatikan satu-persatu wanita yang sedang bertugas menjaga makanan. Tujuan nya hanya satu yaitu mencari jodoh untuk anak nya.
Dan saat di barisan terakhir. Beliau bertemu dengan seorang gadis yang menarik perhatian nya. Gadis itu tidak asing. Bu lyla mencoba mengingat nya.
"Arin?" Yakin tidak yakin beliau memberanikan diri untuk menyebut nama nya. Wajah gadis itu memang tidak asing.
"Bu lyla?" Ternyata ia masih mengingat nama nya.
Arin adalah mantan kekasih adnan. Oleh karena itu bu lyla mengetahui nya. Mereka menjalin hubungan lama sekali. Hingga pada akhirnya mereka harus berpisah karena gadis itu akan menikah dengan laki-laki pilihan kedua orang tua nya.
Adnan sangat mencintai nya. Sampai memiliki niat untuk menikahi arin. Namun, impian itu harus hilang karena tanpa sepengetahuan diri nya arin menikah dengan yang lain. Dan setelah itu ia dibawa oleh suami nya ke kota lain untuk menetap.
"Arin, apa kabar nak?" tanya bu lyla. Meskipun, beliau masih menyimpan kekecewaan nya pada arin. Beliau tetap ingin menyapa nya.
__ADS_1
"Baik bu." Jawab arin.
"Bisa temani ibu makan? Dari dulu ibu ingin sekali berbicara dengan mu." Bu lyla mengajak arin untuk berbincang dengan nya sebentar. Karena semenjak kejadian itu arin hilang kontak. Ia sangat sulit untuk dihubungi dan menggantung hubungan nya dengan adnan.
Tak ada pesan terakhir atau apapun itu untuk adnan.
"Tapi, bu." Arin sedikit ragu dengan ajakan nya.
"Mumpung adnan sedang ditempat makanan ringan." Bu lyla paham dengan gerak-gerik arin. Ia tak ingin pertemuan nya tersebut diketahui oleh adnan yang saat itu tidak sedang bersama ibu nya.
"Baik bu." Arin pun menuruti keinginan bu lyla karena merasa bersalah pada nya.
Sebelum nya mereka sudah meminta izin pada penjaga makanan yang lain nya. Dan untung nya arin diizinkan untuk ikut sementara dengan bu lyla.
Mereka memilih tempat duduk yang jauh dengan keramaian orang.
"Nak, kamu semakin cantik setelah menikah dengan laki-laki pilihan ibu dan bapak mu." Ucap bu lyla.
"Ibu mu memang pintar mencarikan jodoh untukmu." Sebenar nya bu lyla sangat getir mengatakan hal itu pada arin.Jauh dalam lubuk hati nya ia masih kecewa pada wanita cantik yang nyaris jadi menantu nya tersebut.
Arin nampak merasa bersalah. Ia tidak tau harus bagaimana. Karena disisi lain pernikahan nya pun tidak seindah yang dibayangkan oleh beliau. Semua nya sudah berakhir. Berakhir dengan penyesalan yang amat sangat menyiksa batin nya.
"Sebelum nya arin minta maaf yang sebesar-besar nya pada ibu dan adnan. Arin salah. Seharus nya arin tidak boleh seenak nya memutuskan ini sendirian. Arin mengerti kondisi ibu dan adnan sekarang. Arin memang bodoh karena bertindak tanpa memikirian itu terlebih dahulu. Tadi nya arin hanya ingin berbakti pada ibu dan bapak." Meskipun berat untuk mengungkapkan perasaan nya pada bu lyla. Ia harus tetap melakukan nya.
Disini bu lyla berusaha untuk mengerti keadaan nya yang berat. Ia tau saat itu adnan masih belum bisa bersikap dewasa dan masih banyak bergantung pada beliau. Jadi, anak nya pantas tidak dipilih oleh arin.
"Tidak apa-apa, nak. Ibu mengerti. Ibu juga bangga pernah mengenal wanita sebaik kamu. Wanita yang pernah mengisi hari-hari anak ibu. Adnan juga sangat bahagia memiliki kekasih secantik, arin. Tapi, ibu tidak tau bagaimana kondisi nya sekarang. Yang jelas sejak kejadian itu adnan jadi sulit untuk menemukan jodoh. Ia berubah jadi laki-laki yang pemilih. Ibu sampai lelah mengenalkan banyak gadis pada nya." Bu lyla mencoba mengeluarkan semua isi hati nya.
Arin terdiam sejenak. Ia tidak menyangka akan jadi seperti ini. Ia semakin merasa bersalah.
'Maafkan aku. Maafkan aku. Aku memang wanita yang bodoh dan egois.' Arin mengutuk dirinya sendiri dalam hati.
__ADS_1
BERSAMBUNG~~