
Keresahan alika sudah tidak bisa di pungkiri lagi. Bekerja memang kewajiban nya. Tapi, ia juga butuh waktu bersama dengan sang suami. Alika ingin suami nya tidak bekerja sampai larut malam. Di saat-saat seperti ini.
Rasa cinta yang selama ini belum ada. Kini, timbul di sertai dengan bertambah nya kebahagiaan. Yaitu hadir nya malaikat kecil yang akan menjadi pelindung mereka di hari tua nanti.
Harapan indah akan selalu menyertai nya. Ia tidak akan pernah menceritakan kepahitan hidup yang pernah menimpa nya kepada anak tercinta.
Setelah ini ia janji akan berusaha menjadi ibu dan istri yang baik untuk keluarga kecil nya. Terlebih sang suami yang sudah menjadi separuh nafas nya.
"Aku sangat menyayangi mu." Alika tersenyum sambil pandangan nya tak lepas dari foto pernikahan nya yang terpajang di dinding kamar.
Sebelum nya alika belum pernah menjalin hubungan dengan siapapun. Bahkan, berkenalan dengan laki-laki saja sering gugup setengah mati.
Maka nya butuh waktu yang lama untuk bisa mencintai dan menyayangi suami nya.
"Afnan.. sayang. Semoga kelak kamu jadi anak yang sholeh, rendah hati dan bisa jadi melindungi mamah." Alika menatap dengan tatapan hangat sang buah hati.
TOK!TOK! Tiba-tiba terdengar seseorang mengetuk pintu.
"Tengah malam begini siapa yang mengetuk pintu." Ucap alika dalam hati nya.
Suara ketukan itu terus terdengar. Hingga menimbulkan ketakutan pada alika.
Dari balik jendela kamar nya, Ia mengintip. Benar saja seseorang tengah mengetuk pintu sangat kencang.
Alika tidak tau harus berbuat apa. Karena ia khawatir itu adalah orang jahat. Alika mondar mandir sambil mengigit jari telunjuk nya.
"Alika.... buka. Ini aku." Teriak seorang pria.
Ia langsung terperangah seraya membelalakkan kedua mata nya. Dalam benak nya alika bertanya-tanya.
Namun, ia tetap tidak ingin membukakan pintu. Alika memutuskan untuk kembali tidur. Sebelum itu ia mencium kening anak nya.
"Alika.... buka pintu nya!!!" Lagi-lagi teriakan tersebut terdengar. Kali ini ia mulai penasaran.
Alika pun mengurungkan niat untuk tidur. Untuk menghilangkan rasa penasaran nya. Ia berusaha membesarkan nyali nya. Alika turun dari tempat tidur. Kemudian pergi menuju pintu utama.
"Siapa yang malam-malam begini bertamu. Menganggu saja!" Ketus nya.
Untuk berjaga-jaga. Alika mengintip kembali dari lubang kecil, Khusus untuk melihat siapa orang yang ada di luar rumah nya.
__ADS_1
"Alika... ini aku." Suara nya mirip adnan.
Di saat alika hendak membuka pintu. Tiba-tiba saja sebuah pesan masuk ke ponsel nya.
Pesan tersebut dari sang suami.
'KALAU ADA YANG MENGETUK PINTU DAN MEMANGGIL NAMA MU. JANGAN DI BUKA! BIARKAN SAJA. ITU BUKAN AKU.'
Sontak saja alika ketakutan. Tangan nya gemetaran dan sekujur tubuh nya membeku.
"Sial!! Aku gagal lagi." Ucap seseorang di luar sana. Ternyata itu adalah orang asing yang ingin berbuat jahat pada alika.
Seperti nya bukan orang suruhan. Melainkan orang asing yang mencoba menerobos masuk kedalam rumah. Alika mulai bernafas lega, Saat orang tersebut gagal melakukan aksi nya.
'UNTUNG SAJA KAK ADNAN CEPAT MENGIRIM PESAN. TERNYATA ITU ADALAH ORANG YANG PUNYA NIAT GAK BENER SAMA RUMAH KITA.'
Setelah itu alika kembali ke kamar nya. Untuk beristirahat.
Di malam yang hening ini ia terlelap dengan bayi nya yang lucu.
***
Semilir angin pagi menyibakkan rambut ibu muda yang tengah menyesap secangkir kopi, Dengan di temani oleh sang buah hati.
"Ayo nak... kita mandi dulu." Karena tidak ingin berlarut-larut memikirkan hal yang sudah berlalu. Alika memilih untuk mengalihkan perhatian nya pada yang lain.
"Oeekkkk...." Ia sangat menyayangi afnan, Buah hati nya dengan adnan.
Meski menjadi seorang istri itu sangat berat. Dan terkadang ia masih mengingat masa remaja. Alika selalu senang saat mendengar suara anak nya yang menggemaskan.
Kebahagiaan seperti ini sulit di jelaskan dengan kata-kata. Hanya bisa di rasakan.
"Nak... ibu datang." Di saat yang bersamaan ibu mertua datang bersama arin.
Deg!Alika langsung tersentak. Apa yang harus ia lakukan? Bagaimana cara nya bersikap di depan mantan kekasih sang suami tersebut. Sementara, arin datang dengan menunjukkan wajah bahagia.
"Selamat pagi, alika." Sapa arin.
Alika membalas nya dengan senyuman. Seperti nya ia tak perlu banyak berbasa-basi.
__ADS_1
"Wah... rupa nya cucu nenek mau mandi." Bu lyla mengambil afnan dari pangkuan alika.
"Silahkan duduk, kak arin." Ucap alika.
Arin mengangguk. Lalu, duduk. Dan melihat ke sekeliling ruang tengah. Pandangan nya tak teralihkan begitu ia menemukan foto pernikahan.
"Pasti kau sangat bahagia hidup dengan nya." Celetuk arin dengan nada sinis.
"Iya.." Respon alika sangat singkat. Pasti dia hanya ingin membuat hati alika memanas saja. Jadi, ia tidak begitu antusias merespon nya.
"Adnan memang laki-laki yang baik. Begitupun perlakuan nya pada ku." Arin malah mencoba memancing emosi nya.
Alika terdiam sejenak sambil mengatur nafas nya. Dan sebisa mungkin untuk menahan diri.
"Menarik. Dia tidak salah memilih seorang istri. Kau baik dan penurut." Dia terdengar seperti sedang meledek.
Alika masih bisa sabar. Meskipun, dia berusaha memancing emosi nya lagi.
"Tidak seperti aku."
"Jangan merendahkan diri mu sendiri. Kau hanya sedang tidak percaya diri." Sebenar nya alika merasa kasihan pada arin. Karena wanita itu sedang rapuh hati nya.
Arin merenungi ucapa alika. Ia memang sedang rendah diri. Semenjak berpisah dengan suami nya. Se akan-akan dia yang paling menderita. Arin jadi mudah kesal pada masalah sepele.
Ia juga kerap gelisah di malam hari. Dan sangat marah pada kedua orang tua nya. Dia terlalu menyayangi mereka sehingga tidak bisa mengikuti kata hati nya.
"Terlepas dari semua yang telah terjadi. Kau memang wanita paling baik yang pernah ku kenal. Kau tidak perlu menyesal karena menuruti perintah kedua orang tua mu." Ucap alika seolah mengetahui isi hati arin.
"Kau hanya perlu melihat ke depan dan melupakan masa lalu mu." Lanjut alika.
Dia hanya menyimak perkataan nya. Sebab, arin tidak ingin sampai masalah yang sudah berlalu. Terungkit lagi.
Arin merasa istri adnan ini telah memberi nya pelajaran yang cukup berharga hari ini. Niat buruk yang sudah di rencanakan nya tadi, Seketika lenyap di pikiran nya.
"Cckkk.... sulit sekali membuat mu marah." Ucap arin yang gengsi.
"Kalian kelihatan akrab sekali." Ucap bu lyla yang muncul dari arah dapur, Seraya menggendong afnan yang sudah di mandikan.
Arin dan alika kompak tersenyum. Berusaha nampak baik-baik saja di hadapan beliau.
__ADS_1
"Assalamualaikum..." Sementara itu dari luar terdengar suara adnan, Yang habis pulang bekerja.
BERSAMBUNG~~