
"Wah, wangi sekali!" Alika menghirup aroma masakan yang berasal dari dapur. Dengan wajah yang belum dibilas oleh air dan masih mengenakan pakaian tidur alika menghampiri nenek nya yang sedang memasak.
"Sedang masak apa, nek? Padahal ini masih subuh." Tanya alika seraya mengambil segelas air putih.
"Nenek sedang masak udang balado, kesukaan den adnan." Sahut nya. Sang nenek kelihatan kelelahan. Namun, masih tetap bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaan yang sudah dilakukan nya dari jam 4 subuh.
Alika ingin membantu nenek nya. Tapi, ia belum melaksanakan sholat subuh.
"Sholat subuh dulu, nak. Baru kamu bisa bantu nenek." Ujar sang nenek.
"Iya, nek." Alika pun pergi kekamar mandi untuk ambil wudhu. Kemudian ia melaksanakan sholat subuh dikamar nya.
Tidak sampai 20 menit ia selesai. Lalu, kembali ke dapur untuk membantu nenek nya.
Sekarang beliau terlihat sedang mengolah makanan yang lain. Alika menawarkan diri supaya dia yang membuat nya. Tempe bumbu favorit bu lyla yang akan di buat oleh alika.
Pertama kali nya alika membuatkan makanan untuk orang yang sudah baik pada nya. Dia sangat gugup dan takut masakan nya tidak enak. Meskipun begitu ia tidak boleh menyerah.
Nenek alika senang melihat cucu kesayangan nya itu mau membantu diri nya. Beliau menatap alika dengan tatapan penuh harapan supaya ia mendapatkan pria baik yang akan menjadi pendamping hidup nya kelak.
Beliau tidak ingin banyak menuntut pada nya. Karena ia sadar jika diri nya tidak bisa memberikan kehidupan yang layak seperti orang pada umumnya.
Diusia alika yang tergolong masih remaja. Ia sudah harus memikul beban orang dewasa. Alika harus membagi waktu nya untuk sekolah dan bekerja membantu diri nya.
'Semoga suatu saat nanti kau bertemu dengan pria yang bisa membuat mu bahagia untuk selamanya. Maafkan aku nak.. karena tak bisa membuat mu hidup nyaman dan mudah. Nenek, hanyalah orang tua renta yang hanya bisa menyusahkan kalian.' Jauh dalam lubuk hati nya beliau tidak tega melihat cucu nya harus hidup seperti ini.
"Nek, nenek kenapa melamun? Itu ikan nya jadi
gosong." Alika berusaha menyadarkan sang nenek dari lamunan nya.
"Astagfirullohaladzim.." Nenek nya terkejut karena mendapati ikan yang sudah gosong.
Dengan sigap beliau langsung mematikan kompor yang sedang menyala.
__ADS_1
"Nek, kepikiran ibu ya?" Alika memegang kedua bahu nenek nya.
Walau nenek nya tidak memikirkan ibu alika. Beliau membenarkan pertanyaan nya. Karena ia tak ingin sang cucu tau apa yang sedang di pikirkan oleh nya.
"Nak, sudah buat tempe bumbu nya?" Tanya nya seraya memeriksa pekerjaan alika.
"Ini nek, tinggal ditumis. Bumbu nya sudah diblender juga." Ucap alika.
Nenek nya mengganti wajan penggorengan bekas ikan tadi dengan wajan yang bersih. Tak lupa ia beliau juga memasukkan minyak goreng secukup nya. Dan terakhir menambahkan bumbu beserta tempe yang sudah dipotong dadu oleh alika.
"Biar alika lanjutkan." Alika mencoba mengambil alih tugas nenek nya.
"Tidak usah, biar nenek saja. Lebih baik kamu mandi karena sebentar lagi kita akan berangkat kerumah bu lyla. Lagi pula semua masakan nya hampir selesai." Ucap beliau. Saat itu juga alika langsung menuruti perintah nenek nya.
Setelah semua nya siap. Mereka berdua segera berangkat menuju rumah bu lyla. Kedua nya menenteng plastik yang berisi makanan.
***
Setiba nya dirumah bu lyla. Mereka langsung masuk melalui pintu belakang yang terhubung dengan dapur.
"Nak, simpan diatas meja makan saja. Kalau ikan nya simpan dulu dikulkas. Nanti kalau bu lola bangun nenek akan goreng ikannya." Ujar sang nenek.
"Iya, nek." Alika menyimpan nya sesuai dengan yang diperintahkan oleh nenek nya.
"Sebelum pergi bantu nenek buatkan jus mangga dicampur yogurt, ya. Soal nya anak nya bu lyla suka banget minum itu setiap pagi. Tapi, jangan pake es." Karena beliau sibuk menyiapkan wadah yang akan digunakan nanti untuk makanan. nenek nya meminta tolong untuk dibuatkan jus kesukaan anak bu lyla.
"Baik nek." Alika pun bergegas ketempat dimana bahan-bahan itu disimpan.
Mereka akhir nya sibuk dengan tugas nya masing-masing. Setelah selesai alika pamit untuk pergi kesekolah. Kebetulan ia sudah mengenakan seragam dan membawa perlengkapan sekolah nya dari rumah.
Tepat disaat alika hendak keluar dari tempat tersebut. Adnan yang merupakan anak dari bu lyla melihat nya. Dia memperhatikan alika diam-diam dari atas balkon rumah nya.
Jika pulang kampung adnan sering bangun lebih awal untuk berolahraga di atas balkon setelah itu ia akan berlari mengelilingi desa.
__ADS_1
Namun, kali ini ia lebih memilih olahraga dirumah nya saja. Dan kebetulan pagi ini ia melihat ada seorang gadis asing keluar dari pintu belakang rumah nya. Adnan memandang gadis itu sampai ia menghilang dari penglihatan nya.
Karena Penasaran ia menghampiri nek yu yang ada didapur.
"Nek yu.. Pas tadi aku olahraga di atas. Aku lihat ada gadis pake seragam keluar dari rumah ini. Itu siapa ya?" Tanya adnan.
"Oh alika. cucu nenek." Jawab beliau sambil sibuk menggoreng ikan.
"Oh kirain siapa."
"Memang nya kenapa, den? cantik ya cucu nenek. Kamu suka?" Goda nek yu. Seketika adnan salah tingkah. Ia masih belum mengerti dengan sikap nek yu yang suka usil kalau diri nya bertanya perihal seorang gadis.
"Hm... tidak. Aku cuman pengen tanya aja." Sanggah adnan.
"Ini den, jus nya. Ini buatan cucu nenek yang tadi loh." Lagi-lagi nek yu menggoda nya.
"Kira-kira jus ini seenak buatan ibu gak ya. Kalau enak__" Ucapan adnan terhenti karena mulut nya lebih memilih untuk menyeruput jus buatan alika.
"Kalau enak cucu nenek jadi istrinya den adnan." Celetuk nek yu sambil tertawa bahagia.
Adnan langsung terbatuk-batuk ketika mendengar nya. Nek yu pun merasa bersalah dan dengan sigap menepuk-nepuk bahu nya.
"Maaf ya den." Ucap nek yu.
"Tidak apa-apa nek. Cuman keselek aja kok." Dari wajah adnan yang merah padam nek yu tidak mudah dibohongi.
"Ini nek yu bawain air hangat. Diminum ya." Nek yu memberikan segelas air hangat untuk meredakan tenggorokan nya.
"Terima kasih, nek."
"Tidak usah dipikirkan. Nenek tadi hanya bercanda." Ucap nek yu pada adnan yang kini sedang meminum air hangat pemberian nek yu.
Bukan nya adnan tidak suka dengan ucapan nek yu. Tapi, ia hanya sedikit terkejut karena adnan tidak pernah menduga nek yu akan berkata seperti itu.
__ADS_1
"Iya nek." Sahut adnan.
BERSAMBUNG~~