Menikah Di Usia 16

Menikah Di Usia 16
Alika hamil? Pt.II


__ADS_3

"Akhir nya kamu siuman juga." Bu lyla dengan cepat memeluk tubuh menantu nya tersebut. Dan adnan segera memberikan secangkir teh hangat dan kayu putih.


"Mumpung masih hangat. Hati-hati saat meminumnya dan ini kayu putih untuk menghilangkan pening." Perhatian suami nya yang satu ini sangat menyentuh hati alika. Padahal cinta belum juga tumbuh diantara mereka berdua. Namun, kasih sayang dan perhatian dari suami nya itu sudah dapat alika rasakan.


'Aku sangat bahagia. Perhatian yang berikan melebihi cinta nya pada wanita itu. Aku bisa merasakan nya. Dia pria dengan sifat yang sederhana. Tidak neko-neko. Dia hanya ingin memiliki keluarga kecil diusia nya kini.' Tanpa alika sadari ia menatap dalam-dalam suami nya itu.


Bu lyla yang melihat momen manis tersebut segera mengabadikan nya lewat kamera ponsel. Ia menjepret wajah alika yang tengah memandangi adnan. Sayang nya flash kamera beliau menyala dan membuat alika tersentak.


Ia mengerjapkan kedua mata nya karena silau akibat flash kamera ponsel bu lyla.


"Hihi... alika lucu." Bu lyla terkekeh.


"Ibu.. jangan begitu. Biarkan alika istirahat sebentar." Adnan merasa risih dengan sikap ibu nya pada sang istri.


"Ibu sangat bahagia. Karena alika memandangimu." Hal-hal kecil seperti ini sudah membuat bu lyla senang. Ia tidak perlu menantu yang sempurna. Ia hanya perlu menantu yang dapat baik dan penurut.


Dulu, arin memang calon menantu idaman nya. Wanita itu sangat sempurna. Selain, cantik ia juga pandai dalam segala hal. Namun, satu kesalahan yang ia perbuat telah mengecewakan beliau.

__ADS_1


Ia datang dan menemui anak nya disaat arin menemui kegagalan. Bahkan, saat itu dia berani meninggalkan adnan demi memenuhi keinginan kedua orang tua nya.


Padahal anak nya sangat menyayangi arin dan tidak pernah sekalipun menyakiti nya. Adnan selalu berusaha menjadi pria yang baik untuk sang mantan kekasih.


Begitupun dengan bu lyla. Beliau menerima arin dan telah merestui hubungan nya dengan adnan.


"Aku tau ibu sangat kecewa pada arin. Tapi, aku mohon lupakan kesalahan yang pernah ia perbuat pada ku." Kata-kata yang keluar dari mulut anak nya tidak mencerminkan perasaan nya saat ini.


Ia tau bagaimana hati adnan yang hancur berkeping-keping karena sikap arin. Tapi, ia tetap berusaha memaafkan dan melupakan apa yang telah terjadi.


"Iya bu adnan mengerti."


"Ibu sudah tau pertemuan mu dengan arin beberapa waktu yang lalu." Bu lyla tidak dapat menahan apa yang diketahui nya.


"Dia menemui ku karena ingin meminta maaf atas apa yang telah dia lakukan pada kami." Ucap adnan.


Bu lyla yang terlanjur kecewa tidak dapat begitu saja mempercayai penjelasan anak nya tersebut. Adnan sudah menduga jika penjelasan nya hanya akan membuat sang ibu semakin kecewa.

__ADS_1


Jadi, ia mengalah dan berhenti berbicara. Ia lebih memilih untuk fokus merawat istri nya supaya lekas pulih.


Kesehatan alika menjadi prioritas utama bagi adnan. Sebelum kembali ke kota untuk pergi bekerja ia lebih banyak menghabiskan waktu nya dengan alika.


Ia ingin membahagiakan sang istri yang sedang mengandung buah hati nya.


Perlahan-lahan rasa itu ada pada alika. Memiliki nya jauh lebih menenangkan daripada mengenal arin. Istri nya memang jauh dari kata sempurna dan usia nya masih sangat muda.


Namun, perasaan tidak dapat dibohongi. Adnan sangat bersyukur karena menikah dengan nya.


Karena ia jadi dapat banyak mengambil pelajaran dalam kehidupan ini.


"Meskipun aku belum bisa mencintai nya. Tapi, aku sangat bahagia menikah dengan alika." Ucap adnan pada sang ibu.


"Jodoh pilihan ibu memang tidak salah." Timpal bu lyla. Mereka berdua sangat senang walaupun sebenarnya apa yang diharapkan adnan dan bu lyla tidak sesuai dengan apa yang tengah dirasakan oleh alika.


BERSAMBUNG~~

__ADS_1


__ADS_2