
Saat ini alika banya menghabiskan waktunya untuk menyelidiki adnan. Ia juga sempat frustasi karena sulit mendeteksi aktivitas sang suami diponselnya.
Dengan mata terpejam terus memikirkan cara untuk
"Alika, kamu udah tidur?" Tanya suaminya yang mendadak muncul dihadapannya.
"Belum."
"Tolong buatkan aku teh tawar yang panas." Ucap Adnan.
"Belum, kak."
Mendengar perintah dari suaminya, Alika langsung merasakan sesuatu yang menyayat hatinya. Ia sendiri pum tak mengerti apa maksud dari semua ini.
Biasanya alika tidak pernah merasakan hal ini. Saat sang suami meminta dirinya untuk sekedar membuatkan makanan atau minuman favorit adnan.
Sebelum bergegas pergi dari kamarnya. Alika memandang wajah suaminya yang sering kali asyik sendiri dengan aktivitas yang ada diponsel.
Meski, ia selalu mensugesti pikirannya supaya tetap berpikir positif. Alika tetap tidak mampu menahan rasa penasarannya.
"kenapa kamu liatin aku kaya gitu?" Adnan menghentikan aktivitasnya sebentar.
__ADS_1
"hmm.... Enggak." Jawab alika dengan gugup.
"Ya udah kalau gitu buatin aku teh tawar panas, ya?" Ucap adnan sambil tersenyum mencurigakan.
"Iya."
Perasaan tidak nyaman mulai hinggap didalam hati alika. Ia kurang menyukai kegiatan suami sehabis pulang bekerja tersebut. Hanya memainkan ponsel dan tak memperhatikannya sama sekali.
Ia berusaha untuk menahan emosinya. Sebab, alika tidak ingin memulai pertengkaran dengan sang suami. Mengurus anak sendirian dan seharian sudah cukup membuatnya lelah lahir dan batin.
"Banyak yang tidak aku ketahui tentangnya." Gumam alika seraya menuangkan air panas pada gelas.
Tak butuh waktu lama. Ia sudah selesai membuat satu gelas teh tawar panas. Kemudian mengantarkannya ke dalam kamar. Dimana adnan berada sekarang.
"Dengan siapa kak adnan ngobrol?" Tanpa alika sadari, akhirnya ia bertanya hal tersebut.
"Dengan rekan kerja." Sahut suaminya dengan santai.
'Ada apa dengan mulut ini?!!!' Alika menyesali perbuatannya.
"Kenapa sih? Tanya-tanya begitu." ketus adnan.
__ADS_1
Alika pun terdiam. Ia tidak tau harus menanggapinya dengan cara apa. Karena apa yang dikatakannya tadi diluar kendali alika.
Dia sama sekali tidak ada niat untuk membunuh rasa penasarannya secepat itu. Semua diluar kendalinya.
"Selama ini kamu curiga aku lagi selingkuh, ya?"
Deg! Ucapan itu berhasil membuat alika spechless. Ternyata suaminya dapat menebak isi pikirannya. Ia tak mampu berkata apa-apa lagi.
Ia hanya diam seraya menundukkan kepalanya. Sedangkan pikiran dan hatinya berkecamuk.
Suasana pun berubah jadi canggung. Alika sempat malu dengan apa yang dilakukannya selama ini.
"Maaf, ya. Selama ini aku sibuk dengan handphone setiap pulang kerja. Soalnya akhir-akhir ini aku dan partner kerja sedang ada job yang penting. Dan harus segera kami selesaikan secepatnya. Jadi, hampir setiap hari kami berkomunikasi seperti ini." Adnan mencoba menjelaskan yang sebenarnya.
Walau begitu hati kecil alika belum sepenuhnya bisa percaya. Jika, itu yang adnan ungkapkan. Kenapa ia harus menutup akses menuju hpnya. Padahal, mereka pasangan suami istri.
Ia masih belum bisa menghapus rasa ingin tahunya yang begitu besar. Alika tidak akan menyerah dan menuruti kata hati untuk tetap menyelidiki suaminya.
"Jangan berpikiran yang aneh-aneh. Aku tidak mungkin berbohong padamu." Ucap adnan yang seolah tau isi hati istrinya.
"Hanya kamu seorang, percayalah!" Lanjutnya.
__ADS_1
Tatapan alika seketika jadi sinis. Hatinya masih belum yakin dengan jawaban dari suaminya.