Menikah Di Usia 16

Menikah Di Usia 16
Kembali ke kampung halaman


__ADS_3

Adnan mantap mengundurkan diri dari pekerjaan lama nya dan memilih untuk pulang serta tinggal bersama istri nya.


Ia menghirup udara segar sambil menikmati suasana kampung halaman nya dipagi hari. Ada rasa lega karena telah menuruti keinginan sang ibu. Tapi, disisi lain ia merasa kehilangan teman-teman seperjuangan nya dikantor.


Sudah lebih dari 10 tahun adnan bekerja di kota. Banyak sekali kenangan yang sulit untuk dilupakan. Apalagi ia akan dipromosikan oleh atasan nya. Sebagai bentuk penghargaan karena loyalitas nya terhadap pekerjaan.


"Adnan.." Terika bu lyla dari dalam rumah. Ia membalikkan badan nya, Lalu segera menghampiri sang ibu yang tengah berada diruang tengah.


"Iya bu?" Sahut adnan.


"Bantu alika membersihkan halaman belakang. Ibu ingin istirahat karena lelah." Perintah nya.


"Baik bu."


"Sering-seringlah mengobrol dengan istri mu. Agar kalian dapat lebih mengenal satu sama lain." Ucap bu lyla.


"Iya bu. Kalau begitu adnan ke halaman belakang dulu." Tanpa berkata lagi ia langsung pergi menuju halaman belakang, Dimana alika berada.

__ADS_1


Ia melihat sang istri tengah sibuk menyapu dedaunan yang berjatuhan. Perlahan adnan mendekati alika. Kemudian menawarkan bantuan pada nya.


Dengan senang hati alika menerima bantuan suami nya tersebut. Ia memperlihatkan senyum terbaik nya, Karena sedikit demi sedikit sang suami mulai menikmati peran nya sebagai kepala rumah tangga.


Mereka membagi tugas. Supaya pekerjaan terasa ringan dan cepat selesai sebelum menjelang makan siang.


"Aku akan menguras kolam ikan ini. Dan kau hanya perlu menyapu juga memotong tanaman yang sudah layu." Jelas adnan dengan nada lembut.


"Iya kak." Alika sedikit gugup. Sebab, ia masih belum terbiasa sedekat itu dengan suami nya.


Adnan dan alika diam sejenak untuk melepas rasa lelah mereka di sebuah gazebo yang terbuat dari kayu jati, Letak nya tepat di samping kolam ikan.


Adnan merebahkan tubuh nya diatas lantai gazebo. Sedangkan sang istri hanya duduk seraya menyeka keringat yang ada di dahi nya.


"Aku sangat lelah. Jika, kau ingin melakukan hal yang sama jangan sungkan. Lagipula kita sudah sah menjadi suami istri." Kata-kata nya membuat bulu roma alika berdiri.


Dan ia merasakan aliran darah nya mengalir lebih cepat. Entah perasaan apa ini. Yang jelas alika baru mengalami nya.

__ADS_1


"Aku.." Ucapan alika tergantung.


"Dari hari pertama kita menikah. Kita sama sekali belum bersentuhan. Dan aku belum berani menyentuh mu. Jadi, jangan takut akan terjadi sesuatu yang membuat mu tidak nyaman." Ungkap nya.


Walaupun begitu alika tidak akan merebahkan tubuh nya disamping lelaki yang kini sudah sah menjadi suami nya tersebut.


Gadis itu memang sulit dimengerti. Padahal disana banyak gadis seumuran nya, Berlomba-lomba mendekati dan genit pada adnan.


Mereka yang putus sekolah lebih baik mencari perjaka yang memiliki pekerjaan untuk dijadikan suami.


Awal mula datang ke desa, Alika mengalami culture shock. Namun, seiring berjalan nya waktu ia mulai terbiasa dengan keadaan desa nya yang seperti itu.


"Sejujur nya aku belum siap. Ku harap kak adnan mengerti, Aku masih ingin mengikuti ujian kelulusan. Sayang jika harus berhenti karena alasan menikah." Ucap alika dengan perasaan gundah gulana.


Mendengar perkataan sang istri, Hati adnan luluh total. Ia semakin tak tega menyuruh alika mengandung sebelum lulus SMA.


BERSAMBUNG~~

__ADS_1


__ADS_2