Menikah Di Usia 16

Menikah Di Usia 16
Benih benih cinta


__ADS_3

Wawancara berlangsung dengan lancar. Sekarang waktu nya adnan pulang dan menunggu hasil nya. Meskipun ia setengah hati untuk bekerja ditempat milik kakek arin.


Namun, adnan tak ingin melewatkan kesempatan ini. Cari kerja di desa nya sangat sulit. Menurunkan sedikit ego dan harga diri demi mengemban tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga.


Aroma masakan tercium sampai ke ruang tengah, Begitu adnan sampai dirumah nya. Ini adalah moodbooster nya saat sedang merasa down. Emosi yang tadi nya sempat bergejolak, Akibat tak sengaja mendengar percakapan arin dan pria tersebut, Menguap begitu saja.


"Whoaa!! enak sekali bau nya.!" Seru adnan sambil menghampiri alika yang sibuk dengan pekerjaan nya di dapur.


"Kak adnan sudah pulang? Bagaimana hasil nya? Apa kakak diterima?" Ketika mendengar suara suami nya, Alika langsung menyerbu nya dengan beberapa pertanyaan.


"Kata nya aku harus menunggu 1 atau 3 hari lagi, Untuk mengetahui hasil interview tadi." Jawab adnan dengan santai.


"Oh iya."


"Kau sedang masak apa?" Adnan penasaran dengan apa yang istri nya buat.


"Masak ikan bawal bumbu, Oseng tempe ditambah sayuran, juga udang balado." Jawab alika dengan penuh semangat.


"Whoaaa! kedengaran enak." Puji sang suami.


Melihat alika memakai celemek dan rambut nya yang sebahu dicepol, Mata adnan tak berhenti memalingkan pandangan nya.

__ADS_1


Alika terlihat lebih cantik dari biasa nya. Aura nya terpancar. Apalagi saat ia tengah memunggungi suami. Ada hasrat ingin memeluk sang istri dari belakang, Seperti pemeran utama laki-laki yang ia pernah lihat di drama-drama korea. Sangat romantis.


Fantasi adnan pun jadi sedikit liar, Ia juga sama menginginkan sesuatu hal yang lebih dari istri nya. Sebuah kecupan atau pelukan hangat mungkin bisa mengurangi rasa penasaran nya.


Tapi, ia terlalu berat untuk melakukan hal tersebut. Bayang-bayang janji nya membuat adnan mengurungkan niat untuk memeluk sang istri.


"Nasi nya belum matang, kak." Suara alika membuyarkan lamunan nya. Dari tadi ia berpikir yang bukan-bukan.


"O.. iya." Adnan salah tingkah.


"Ibu tadi datang kesini. Bawa banyak makanan." Ucap alika.


"Iya.."


"Kau katakan apa pada ibu?"


"Aku katakan jika kak adnan pergi untuk wawancara kerja. Seperti nya ibu senang mendengar hal itu." Jelas alika seraya menyajikan lauk yang sudah matang di meja makan.


"Bagus kalau begitu."


"Oiya, tadi ibu berpesan sebelum pulang, Untuk memberikan ini pada kak adnan." Alika memberikan sebuah minuman aneh, Dari kemasan nya adnan belum dapat menebak minuman apa itu.

__ADS_1


"Kata nya ini baik untuk pencernaan."


"Aku akan coba setelah makan."


"Baiklah."


"Oiya, satu lagi. Kata ibu jaga kesehatan dan jangan lupa banyak istirahat. Karena dia ingin kita cepat-cepat memiliki anak, Setelah aku lulus." Lanjut alika.


"Ibu ini.. tidak sabaran." Gumam suami nya.


Ujian kelulusan alika sebentar lagi dilaksanakan, Itu artinya ia akan lulus dari sekolah menengah atas nya.


Mengetahui hal ini bu lyla, Menginginkan alika dan adnan segera memiliki anak. Jangan ditunda-tunda lagi. Begitu kata nya.


Bu lyla sudah tidak sabar memamerkan cucu yang lucu ke teman-teman nya.


Siap tidak siap. Alika harus bisa memenuhi keinginan beliau. Kenapa? Karena dia ingin membalas semua kebaikan bu lyla.


Ia termenung memikirkan nya. Tanpa ia sadari lauk yang masih ada di wajan gosong.


BERSAMBUNG~~

__ADS_1


__ADS_2