
"Aku masih tidak mengerti cara nya memperlakukan istri ku." Celetuk adnan.
"Bodoh." Difa nampak meremehkan nya. Ia yang belum pernah berpacaran saja mengerti cara nya memperlakukan perempuan.
"Aku hanya berusaha semampu ku untuk membuat nya bahagia." Setelah menikah tidak ada yang berubah, Adnan masih kaku dalam percintaan.
"Setidak nya kau sudah berusaha. Gadis itu kelihatan baik dan tidak akan menyusahkan mu." Difa mencoba menenangkan nya.
"Alika memang gadis baik dan penurut. Tapi, aku khawatir tidak bisa membuat nya nyaman saat berada didekat ku." Jawab adnan.
"Semua akan indah pada waktu nya. Kau hanya perlu bersabar." Kata-kata yang keluar dari jomblo sejati malah terdengar sumbang ditelinga adnan.
Difa memang sahabat nya yang so' bijak. Seperti tong kosong nyaring bunyi nya. Difa selalu memberi petuah pada adnan, Seolah-olah dia telah berpengalaman soal percintaan. Padahal orang - orang pun bisa melihat jika difa hanya pria yang membujang sama seperti diri nya dulu.
Dia sering dijuluki sad boy karena cinta nya sering ditolak. Namun, difa tidak pernah menyerah untuk menemukan cinta sejati nya.
Mereka mengobrol sampai malam hari. Alika sedikit risih karena suami nya masih asyik bersenda gurau dengan sahabat nya tersebut.
__ADS_1
"Nan, aku pulang dulu ya!" Pamit difa.
"Iya,fa." Sahut adnan.
Alika melihat difa dari jendela, Berlalu meninggalkan rumah mereka. Dan sang suami melangkah kaki nya masuk kedalam rumah.
"Sedang apa kau disini?" Alika tidak menyadari suami nya sudah berada di dekat nya.
"Hmm.. maaf aku hanya penasaran dengan orang itu." Ucap alika seraya menunjukkan wajah penuh curiga.
Alika menganggukan kepala nya. Ia mencoba untuk mengerti dengan kehidupan pribadi suami nya. Dia juga punya kehidupan selain dengan nya.
'Kurasa aku mulai menaruh simpati pada nya. Seperti nya alika bukan orang yang sulit menerima kehidupan pribadi ku.' Batin adnan.
"Kak, tadi kak arin mengirimi pesan. Kata nya jika kak adnan ingin bekerja. Dia siap menerima kak adnan untuk bekerja di tempat kakek nya." Ungkap alika.
Seketika wajah adnan berubah menjadi datar. Wanita itu masih saja memperdulikan nya. Apa mungkin arin merasa sangat bersalah kepada nya?
__ADS_1
Sulit menebak isi hati arin. Jika semua nya telah berlalu kenapa dia tidak berhenti untuk mencari tau semua tentang adnan?
Hati nya sekarang sudah membeku. Lidah terlalu kelu untuk berkata. Perasaan nya juga tidak karuan.
Alika paham betul apa yang tengah suami nya rasakan tersebut. Jika bukan mengenai pekerjaan, Alika tidak akan menyampaikan pesan apapun itu dari arin.
"Tidak usah direspon pesan nya. Nanti aku pikirkan terlebih dahulu. Lagi pula aku akan mencoba untuk mengelola kembali peternakan ayam milik alm. ayah." Tegas adnan.
Istri nya hanya bisa diam mendengar hal itu. Tak banyak yang ia bisa lakukan untuk sang suami. Terlebih alika hanya gadis ingusan yang memiliki segudang harapan.
"Baiklah."
"Aku tau ini sangat sulit untuk kita berdua. Tapi, aku yakin kita bisa melewati semua nya. Aku akan berusaha mencari solusi nya." Ucap nya sembari menepuk pundak istri nya.
Alika sedikit tersentak oleh tangan adnan. Lalu , ia pun menatap mata suami nya lekat-lekat.
BERSAMBUNG~~
__ADS_1