Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Perdebatan?


__ADS_3

Kanaya menatap rumah keluarga Melvin dengan sendu, ini akan menjadi rumah dimana ia memulai kehidupannya sebagai seorang istri dan calon ibu dari anak Melvin.


Sebelum masuk, Kanaya menoleh ke belakang dimana Nadia masih berdiri di dekat taksi. Kanaya lantas menghampiri Nadia, memeluk sang Kakak dan membisikkan banyak kata maaf.


"Hiks … Kakak maafkan aku, maaf karena sudah mengecewakan mu." Lirih Kanaya sambil memeluk Nadia.


"Ssssttt … Sudah cukup lo nangis Nay, sekarang masuk lah ke rumah baru lo." Balas Nadia melepas pelukan Kanaya.


Nadia menepuk bahu Kanaya pelan. "Bilang sama gue kalo Melvin macam-macam sama lo, okay?" lanjut Nadia berusaha tersenyum.


"Iya Kak, kakak jaga diri baik-baik ya." Balas Kanaya diangguki oleh Nadia.


Kanaya meninggalkan Nadia masuk ke dalam rumah Melvin, ia sebenarnya belum cukup kuat meninggalkan Nadia yang selama ini selalu bersama dengannya, tempatnya mengadu dan bermanja-manja, dan sekarang ia terpaksa harus meninggalkan nya.


"Lama banget sih lo!" desis Melvin lalu masuk duluan ke dalam rumah.


Kanaya hanya diam, ia tak berniat membalas apalagi berdebat dengan suaminya. Kanaya langsung masuk dan di sambut hangat oleh kedua mertuanya.


"Selamat datang di rumah, Kanaya." Ucap Mami Yuli dengan tangan terbuka.


Kanaya tersenyum, ia lantas memeluk ibu mertuanya, pelukan seorang ibu yang telah lama menghilang dari Kanaya, kini kembali di rasakan nya.


"Terima kasih, Mami." Balas Kanaya tersenyum hangat.


"Melvin, Kanaya pasti lelah, jadi ajak dia ke kamar dan makan malam nya biar dibawa bibi ke kamar kalian." Ucap Papi Heryawan.

__ADS_1


Melvin mengangguk, ia lalu menggandeng tangan Kanaya dan mengajak nya ke kamar mereka yang ada di lantai dua, tak lupa sebelum pergi mereka berpamitan dulu dengan kedua Mami dan Papi mereka.


Kanaya pasrah saat Melvin menarik tangan nya sedikit kasar ke dalam sebuah kamar mewah yang luas dan nyaman. Disana ada kasus yang besar, lemari lebar dan juga barang lainnya yang tampak bagus.


"Kenapa lo gak nurutin apa kata gue Nay?" tanya Melvin tanpa menatap Kanaya.


"Karena kak Nadia sudah tahu tentang kehamilan ini." Jawab Kanaya melihat ke arah Melvin.


"Kenapa bisa? Seharusnya lo bisa sembunyikan ini semua!" tukas Melvin dengan nada tinggi.


"Dia gak akan pernah tahu kalo lo gak bodoh atau kasih tau dia." Lanjut Melvin membuat Kanaya terkejut dengan ucapan Melvin barusan.


"Kamu juga gak bisa egois, aku udah sabar nunggu kepastian selama hampir dua bulan, harusnya kamu mikir bahwa selama itu aku udah sangat berusaha." Sahut Kanaya tak terima. 


"Kamu bilang aku apa? Bodoh? Iya aku bodoh, bodoh karena percaya dan bukan laporin kamu ke polisi!" lanjut Kanaya sebelum berlari ke dalam kamar mandi dan menangis disana.


Melvin hendak menghampiri Kanaya, tetapi suara ketukan pintu menghentikan langkahnya dan beralih membuka pintu.


"Selamat malam Den, nyonya meminta saya membawakan makan malam untuk anda dan nona Kanaya." Ucap salah satu pelayan di rumah Melvin.


Melvin mengangguk. "Masuklah dan letakkan di meja saja." Balas Melvin datar.


Setelah pelayan itu pergi, Melvin menutup bahkan mengunci pintu kamar nya, ia harus kembali bicara pada gadis itu.


Melvin menunggu sambil memainkan ponselnya, ia melihat pesan dari teman-temannya tanpa berniat membalas. Setelah hampir 20 menit, Kanaya keluar hanya dengan menggunakan bathrobe saja.

__ADS_1


"Nay, duduk! gue mau ngomong!" perintah Melvin menepuk sofa di sebelahnya.


Kanaya menelan salivanya sedikit kesulitan, apakah harus, mengingat saat ini dirinya belum berpakaian dan harus duduk di sebelah Melvin rasanya tak enak.


"Nay." Tekan Melvin membuat Kanaya buru-buru duduk di sebelah Melvin.


Kanaya akhirnya menurut, ia duduk di sebelah Melvin tetapi di posisi paling ujung sofa, ia enggan berdekatan dengan Melvin.


"Lo pasti tahu bahwa pernikahan ini di lakukan karena terpaksa." Ucap Melvin lalu menoleh menatap Melvin.


"Iya, lalu?" tanya Kanaya tanpa membalas tatapan Melvin.


"Jadi gue mau pernikahan kita jangan sampai ada yang tahu sampai waktu yang gue tentukan." Jawab Melvin datar.


"Kenapa begitu, kamu malu mengakui aku sebagai istri?" tanya Kanaya berani.


Melvin kembali menoleh ke arah Kanaya, kepalanya menggeleng. "Tidak, bukan itu." Jawab Melvin lalu mengalihkan tatapanya.


"Lalu apa? Apa anak dalam kandungan ku?" tanya Kanaya semakin berani.


"Cukup Nay, dari awal gue bilang kalo gue belum siap menikah, jadi kasih gue waktu untuk menerima pernikahan ini dan juga lo sebagai istri gue!!" jawab Melvin dengan tegas.


Kanaya tersenyum miris, ia lalu beranjak dari tempatnya untuk berpakaian, Kanaya mengambil baju dalam koper lalu membawanya ke dalam kamar mandi.


Sementara Melvin, ia menjambak rambutnya frustrasi, ia tak tahu apa keputusan nya itu benar atau tidak, tapi ia mengatakan apa yang ada di hatinya.

__ADS_1


NEXT EPS BAKAL PANAS NIH, SIAPIN KIPAS WOYY😂


BERSAMBUNG.................................


__ADS_2