Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Kedatangan Sepupu


__ADS_3

Hari ini Kanaya telat bangun akibat seluruh tubuhnya terasa remuk setelah melayani suaminya semalam, janji satu ronde ternyata di kali tiga hingga kini berakibat pada keterlambatan bangun dari biasanya.


Kanaya sudah tampak ribet menyiapkan pakaian suaminya, tetapi Melvin justru masih asik bergulung dibawa selimut sambil memeluk guling.


"Mas, bangun. Udah siang, nanti kamu telat ke kantor loh!" ucap Kanaya sambil meletakkan pakaian Melvin di sofa.


Melvin tak bergeming, ia diam dengan posisinya dan hanya dengkuran halus yang terdengar oleh Kanaya.


Kanaya menghela nafas, ia mendekati Melvin dan langsung duduk di sebelah pria yang menyandang status sebagai suaminya itu.


"Mas, bangun ihh. Udah siang, nanti kamu telat." Ucap Kanaya sambil menggoyangkan tubuh Melvin.


Melvin menggeliat, perlahan kedua mata pria itu terbuka dan yang pertama kali ia lihat adalah wajah cantik istrinya yang ditekuk.


"Morning, Sayang." Sapa Melvin dengan suara khas bangun tidur.


"Morning apanya, lihat udah jam 9." Balas Kanaya sewot.


Mendengar itu lantas membuat Melvin menoleh ke arah jam dinding, bukannya panik si Melvin malah menarik tangan Kanaya hingga kepala wanita itu jatuh didada bidangnya.


Kebetulan hari ini jadwal Melvin kosong, bahkan niatnya ia tak ingin masuk kerja dan lebih baik leha-leha di rumah bersama istri tercintanya.


"Mas, ihh bukannya bangun malah kaya gini. Ayo bangun!!!" pinta Kanaya melepaskan pelukan suaminya.


"Hei Sayang, kenapa sih? Aku juga gak ada kerjaan di kantor, aku mau liburan hari ini." Tukas Melvin mengunyel pipi istrinya.


"Ya tapi tetap aja dong, Mas. Kita harus bangun, gak enak sama Mami Papi." Ujar Kanaya beranjak dari ranjang lalu segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Sayang ikut!!!!" teriak Melvin mendapat balasan berupa gebrakan pintu yang tertutup.


Melvin bergidik melihat istrinya, ia tentu tahu bahwa Kanaya marah karena napsu gilanya semalam. Ya maklum saja, hampir seminggu tak dapat jatah dari sang istri sehingga saat di kasih kesempatan maka bagai semut diberi gula.


Setelah 15 menit, Kanaya keluar dengan penampilan yang sudah rapi dan bersih, ia menggunakan baju terusan ibu hamil berwana dongker sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Melvin yang melihat istrinya sudah keluar langsung saja memeluk Kanaya dari belakang, menghirup aroma segar dan harum dari tubuh istrinya.

__ADS_1


"Sayang, jalan-jalan yuk!" ajak Melvin masih dengan posisi memeluk istrinya.


"Hmmm, kemana?" tanya Kanaya mengusap wajah Melvin pelan.


"Kemana aja, intinya aku mau menghabiskan waktu sama kamu." Jawab Melvin seraya melepaskan pelukannya dan membalik posisi Kanaya hingga kini mereka saling berhadapan.


"Iya, Mas. Apa sih yang nggak buat suami," pungkas Kanaya menarik hidung mancung suaminya.


"Ya udah sana mandi, aku buatin kamu kopi dulu." Tutur Kanaya yang langsung dianggukki oleh Melvin.


Setelah melihat Melvin masuk ke dalam kamar mandi, Kanaya bergegas membereskan kamarnya, memasukkan pakaian yang berserakan di lantai ke dalam keranjang cucian kotor. Tak lupa mengganti sprei serta selimut dengan yang bersih.


"Hari ini kita jalan-jalan sama Papa, Dedek senang gak?" tanya Kanaya berceloteh dengan bayi dalam kandungannya.


Kanaya terkikik sendiri, ia lalu menyimpan pakaian kantor yang sudah ia siapkan sebelumnya ke dalam lemari dan menggantinya dengan pakaian santai berupa kaos hitam dan celana cream.


Setelah urusan di kamar beres, Kanaya lantas turun ke dapur untuk membuatkan kopi. Saat sampai di lantai bawah, ia mendengar suara tawa Mami nya yang sepertinya sedang berbincang dengan seseorang.


"Selamat pagi, Mami." Sapa Kanaya seraya menghampiri Mami Yuli.


"Tante, ini istrinya Melvin?" tanya seorang wanita cantik yang duduk bersebrangan dengan Kanaya.


"Iya, Vin. Dia Kanaya, istrinya Melvin." Jawab Mami Yuli memperkenalkan.


"Dan Naya, dia Vina. Sepupunya Melvin, mungkin kamu baru lihat karena dia baru saja menyelesaikan kuliahnya di Jerman." Tambah Mami Yuli.


Kanaya tersenyum, ia lantas menyalami tangan wanita itu. "Kanaya." Ucap Kanaya memperkenalkan diri.


"Cantik banget sih, Melvin pintar pilih istri. Oh iya, aku Vina." Balas Vina tak kalah ramah.


Akhirnya niat Kanaya membuatkan suaminya kopi berubah begitu saja dan malah asik berbincang ringan dengan mertua dan sepupu suaminya itu. Ditengah-tengah keasikan bicara, suara Melvin memanggil Kanaya langsung memenuhi seisi rumah.


"Sayang!!!" panggil Melvin seraya menuruni anak tangga.


"Sini, Mas." Sahut Kanaya bangun dari duduknya.

__ADS_1


Melihat istrinya lantas membuat Melvin mendekat, namun sesaat kemudian ia sedikit terkejut melihat ada sepupunya disana.


"Mi, ada orang jauh rupanya. Ngapain nih orang Jepang kesini?" celetuk Melvin.


"Jepang Mbah mu." Balas Vina sewot.


"Kapan sampe?" tanya Melvin seraya duduk di sebelah istrinya.


"Tadi pagi, niatnya sih mau nginep di hotel dulu tapi kalo dipikir mending langsung kesini." Jawab Vina menjelaskan.


"Si Vina ini mau menginap disini selama kurang lebih satu bulan lah sekalian temu kangen dengan kita." Jelas Mami Yuli.


"Lo mau nginep apa mau minggat sampe sebulan gitu?" celetuk Melvin mendapat pukulan kecil dari istrinya.


"Mas, apa sih. Kok ngomongnya gitu," pungkas Kanaya tak suka.


"Nggak apa-apa, Nay. Si Melvin emang ember mulutnya," ucap Vina mendengar suara Kanaya.


"Kalian mau pergi ya?" tanya Mami Yuli melihat anak dan menantunya sudah rapi.


"Iya, Mi. Aku dan Kanaya mau jalan-jalan sebentar," jawab Melvin menggenggam tangan istrinya.


"Ya udah sana, hati-hati dan jangan sampai Kanaya kelelahan ya." Tutur Mami Yuli dibalas manggut-mangut oleh Melvin.


"Gue sama istri gue pergi dulu, lo istirahat sana dan jangan manja kalo disini." Ketus Melvin lagi-lagi mendapatkan pukulan dari Kanaya.


"Hahaha, lo tenang aja. Empat tahun kuliah udah bikin hidup gue lebih mandiri," balas Vina terkekeh.


"Ya udah, Mi, Vin. Kita pergi dulu ya, kamu istirahat aja." Pamit Kanaya dibalas senyuman oleh Vina.


Setelah itu Melvin dan Kanaya pamit pergi, mereka mungkin akan sarapan sambil meminum segelas kopi pahit di kafe karena Kanaya pun lupa membuatkan untuk sang suami karena asik mengobrol dengan sepupu Melvin.


MAAF YA KALO BAB SEBELUMNYA BANYAK TYPO, KEDEPANNYA AKU AKAN PERHATIKAN LAGI UNTUK PENULISAN NYA😊 TENCU GUYS🌹


BERSAMBUNG...................................................

__ADS_1


__ADS_2