Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Emosi Melvin


__ADS_3

Kanaya membantu suaminya bersiap-siap untuk bekerja, hari ini adalah hari pertamanya melakukan pertemuan dengan para pebisnis di Bali. Sebagai seorang istri yang baik, Kanaya tak mau jika penampilan Melvin kurang sopan, jika urusan tampan maka jangan diragukan.


Melvin yang sedang dibantu memakai dasi lantas mengambil kesempatan, ia merengkuh pinggang ramping istrinya sambil menciumi kepala Kanaya.


"Ck, Mas. Aku lagi pakaikan kamu dasi. Diam ah!" Seru Kanaya kesal.


"Eeee kok kesal, padahal semalam lagi sayang-sayangan." Canda Melvin asik menggoda istrinya di pagi hari.


"Sayang!!!!!!" pekik Kanaya malu mengingat tingkahnya semalam, ia benar-benar tak menyangka dengan sifatnya sendiri.


Melvin terkekeh, ia lantas memeluk sambil mengusap punggung Kanaya dengan sayang. Melvin tak keberatan jika sifat Kanaya semalam selalu wanita itu tunjukkan, tetapi hanya padanya.


"Ikut?" Tawar Melvin melepas pelukannya dan beralih mengusap wajah halus Kanaya.


"Enggak, aku mau istirahat aja. Badan aku pegel semua, gak tau deh kaya abis ketimpa kayu." Tolak Kanaya dibarengi sindiran seraya memijat tengkuknya.


"Ya abis gimana, ketimpa kayu model begituan kan malah enak." Celetuk Melvin mendapat tatapan tajam dari istrinya.


"Udah ah, kamu serem banget kalo natap. Mending makan ayo!" Ajak Melvin menarik tangan istrinya untuk duduk di sofa.


Kanaya menurut, ia mengambil nasi goreng yang dipesan oleh Melvin lalu mulai menyuapi suaminya dengan telaten. Melvin sendiri tak menolak, ia bahkan menjadi bisa menghemat waktu untuk mengirim pesan kepada rekan nya sambil tetap disuapi oleh istrinya.


Setelah cukup lama dengan sisa nasi goreng yang sedikit, Melvin pun selesai menghubungi rekan nya. Ia meletakkan ponselnya dimeja lalu beralih mengambil bubur yang Kanaya inginkan.


"Sini gantian, aku yang suapin." Tutur Melvin lalu menyodorkan sesendok bubur pada Kanaya.


Kanaya membuka mulutnya, ia mengangguk sebagai bentuk ucapan 'enak' atas bubur yang tengah dimakannya. Ternyata bubur dari hotel rasanya tak buruk.


Setelah hampir 20 menit saling menyuapi, Melvin akhirnya pamit karena harus pergi dan mulai bekerja. Ia memeluk tubuh mungil istrinya yang semakin hari semakin seksi karena kehamilannya dengan berat, rasanya ia ingin berbaring di ranjang saja dengan Kanaya seharian.

__ADS_1


"Mau nya sih rebahan terus sama kamu, Sayang." Rengek Melvin menciumi bahu Kanaya.


"Ehh gak boleh, nanti Dedek makan apa kalo Papa nya gak kerja!" Balas Kanaya menggelengkan kepalanya disertai candaan.


Melvin terkekeh, ia lantas berlutut di depan perut Kanaya dan mencium nya tulus.


"Adek jagain Mama, 'ya?" Bisik Melvin semakin mengusap lembut perut istrinya.


"Iya, Papa. Aku akan menjaga Mama dan menunggu Papa pulang," balas Kanaya menirukan suara anak kecil.


Melvin lantas mendongak dan tersenyum, ia bangun lalu kembali memeluk Kanaya untuk yang kesekian kalinya, jika begini terus maka Melvin bisa tak jadi bekerja.


"Udah ah sana, kan harus berangkat kerja!" Usir Kanaya yang mengingat waktu.


"Iya Sayang iya, aku berangkat ya. Assalamualaikum," pamit Melvin seraya membuka pintu.


"Waalaikumsalam." Balas Kanaya lalu menutup pintu kamar hotelnya kembali.


Melvin begitu sibuk memperhatikan apa yang sedang dijelaskan oleh salah satu rekan kerjanya, ia benar-benar tak ingin melewatkan satu bait kata saja dari pengusaha yang cukup terkenal di kota Bali.


Sementara Melvin fokus pada pekerjaannya, Sesha justru hanya sibuk menatap Melvin, wanita licik itu juga telah menyusun sebuah rencana untuk bisa memisahkan Melvin dan Kanaya.


Sesha tak ingin bermain lama, ia hanya butuh waktu untuk menyingkirkan Kanaya agar ia bisa kembali mendekati Melvin, bahkan jika bisa sampai menikah.


"Vin, sejak dulu aku gak pernah lelah mengejar kamu. Jika kamu menganggap aku akan menyerah setelah semua yang aku lakukan selama ini, maka kamu salah!" Batin Sesha tersenyum miring.


Pertemuan yang memakan waktu hampir 2 jam itu akhirnya telah usai, Melvin berjabat tangan kepada semua pengusaha dengan senyuman lebar atas hasil yang didapatkan nya. Ia berhasil menjalin kerjasama dengan beberapa pengusaha terkenal di kota tersebut.


"Semoga kita bisa menjadi partner kerja yang sehat dan sukses, Pak Melvin." Ucap rekan Melvin dengan masih menjabat tangannya.

__ADS_1


"Tentu, saya akan berusaha untuk itu." Balas Melvin terkekeh.


Setelah dari pertemuan, Melvin tak langsung kembali ke hotel, ia masih ada pekerjaan di perusahaan cabang untuk melihat statistika bisnis yang dijalani keluarganya.


Dalam pekerjaan kali ini, Sesha seharusnya tak diperlukan, tatapi seperti biasa bahwa wanita itu akan mencari kesempatan agar bisa dekat dengan Melvin.


"Vin, aku ikut ya." Ucap Sesha seraya merangkul mesra lengan Melvin.


"Apa-apaan kau ini, lepaskan!" Desis Melvin menepis tangan Sesha kasar.


"Kok kamu gitu sama aku, Vin. Aku lebih cantik dan lebih besar mencintai kamu dibandingkan Kanaya!" tukas Sesha membuat Melvin harus banyak-banyak menahan emosinya.


"Wah … wah … Pak Melvin dan Bu Sesha, apa semuanya baik?" Tanya seorang rekan Melvin yang belum pulang sehabis pertemuan.


"Iya, Pak. Semuanya baik," balas Melvin berusaha tersenyum meski hatinya sedang kesal.


"Kalian benar-benar cocok, saya tidak menyangka jika kalian memiliki hubungan. Selamat ya," ucap pria berjas biru tersebut.


"Terima kasih, Pak. Anda pandai sekali menilai orang," ujar Sesha senang atas ucapan rekan Melvin barusan.


Setelah rekan kerja Melvin pergi, Melvin yang sejak tadi sudah kesal langsung menepis tangan Sesha dari pergelangan tangan nya. Ia menatap wanita itu tajam dan ingin sekali menampar nya.


"Kau, aku bisa saja melakukan sesuatu atas tindakan tak sopan mu!" Desis Melvin dengan jari mengacung di depan wajah Sesha.


"Haha, Vin. Semua orang tahu bahwa kita ini cocok, sementara istrimu itu tidak sama sekali, dia hanya kau jadikan sebagai pelarian bukan?" Tebak Sesha yang langsung mendapat cekalan kuat dari Melvin.


"Tutup mulutmu, sebelum aku yang membuatmu bungkam untuk selamanya." Tekan Melvin kemudian langsung pergi dari hadapan wanita gila tersebut.


JASA TITIPAN BUAT NAMPAR SI SESHA CHECK πŸ˜œπŸ˜‚

__ADS_1


BERSAMBUNG.................................................


__ADS_2