Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Sikap Melvin


__ADS_3

Kanaya merasa bosan menunggu suaminya bekerja, ia sejak pagi sudah diam dikamar sambil memakan snack yang disediakan oleh pihak hotel. 


Kanaya mengusap perutnya yang semakin hari semakin besar, ia beranjak dari ranjang lalu mendekati jendela, melihat pemandangan kota Bali yang begitu indah.


"Sabar ya, Dek. Kita tunggu Papa pulang dulu kalo mau main keluar," tutur Kanaya berceloteh sambil mengusap perutnya.


Kanaya berusaha untuk tetap diam di kamar, tetapi naluri kesepiannya membuat Kanaya memilih untuk keluar kamar, sekedar mencari angin.


Kanaya memakai dress berwarna hitam dibawah lutut dengan rambut yang dicepol asal namun tetap membuatnya tampil cantik.


"Kita kemana ya, Dek. Ke taman aja ya, kita main-main disana." Ucap Kanaya pelan seraya menatap perutnya sendiri.


Kanaya akhirnya memutuskan untuk pergi ke taman sambil menunggu suaminya pulang, ia pun tak lupa membawa ponsel agar Melvin mudah jika menghubunginya nanti.


Sementara Kanaya sedang duduk di taman, Melvin sudah bersiap-siap untuk pulang karena kebetulan pekerjaannya pun telah selesai. Hari ini menurutnya sangat buruk karena harus berhadapan dengan Sesha si gadis licik yang membuatnya sampai emosi, dan tentu hanya satu obat untuk itu, apalagi jika bukan sekedar ciuman dari Kanaya.


"Aku pulang, Sayang." Gumam Melvin seraya berjalan keluar dengan jas yang disampirkan di lengannya.


Saat keluar dari kamar, Melvin berpapasan dengan Sesha yang sedang bicara dengan kedua rekan kerja nya dan juga Melvin.


"Selamat sore, Pak Melvin. Apa anda sudah mau pulang?" Tanya Sesha dengan formal.


"Ya." Jawab Melvin singkat.


"Kebetulan sekali, pekerjaan saya juga sudah selesai dan kita kan menginap di hotel yang sama. Jadi mungkin kita bisa--" ucapan Sesha yang belum selesai itu sudah terpotong oleh Melvin.


"Maaf tidak bisa, saya buru-buru. Lanjutkan pekerjaan kalian, permisi!" Potong Melvin kemudian langsung pergi dari hadapan wanita licik menurut Melvin.


Sesha menatap kepergian Melvin dengan tatapan kesal, ia mengepalkan tangannya kuat diakhiri senyuman yang begitu mencurigakan.


"Semua sifat mu hari ini itu karena gadis sialann bernama Kanaya, Vin. Aku pastikan gadis itu akan mendapat hadiah atas perbuatannya." Batin Sesha lalu pergi.


***


Melvin sampai di hotel dengan perasaan senang bercampur rindu, ia berharap akan bisa menemukan sang istri dan memeluk serta mencium istrinya yang sangat cantik itu. Dengan membawa roti keju kesukaan istrinya bahkan rela mengantri hampir 1 jam agar istrinya senang.

__ADS_1


Namun nihil, saat membuka kamarnya, suasana sepi yang menyambut, Melvin melempar jas kerjanya ke sofa lalu beralih ke balkon, tetapi Kanaya pun tak ada.


"Sayang." Panggil Melvin seraya berjalan mendekati kamar mandi.


"Sayang." Panggil Melvin lagi saat tak menemukan istrinya.


Melvin meletakkan kedua tangannya di pinggang, ia menghela nafas lalu segera keluar dari kamar untuk mencari keberadaan Kanaya yang pasti merasa bosan karena harus seharian di kamar.


Melvin pergi ke ground floor, ia celingak-celinguk lalu memutuskan untuk pergi ke taman karena ia kenal dengan Kanaya yang suka duduk di taman sambil mengusap perutnya.


Taman sore itu terlihat ramai, Melvin menyipitkan matanya saat melihat Sesha bersama beberapa orang karyawan nya yang ikut datang ke Bali sedang berkerumun.


"Ada apa itu?" Gumam Melvin segera mendekati kerumunan.


"Dia ini, cewek gak bener, berani godain Pak Melvin cuma demi uang dan saya yakin bahwa anak yang dikandung ini bukan anaknya Pak Melvin!!!!" Sarkas seorang bawahan Sesha seraya menunjuk Kanaya.


Semua karyawan Melvin tak menyadari kehadiran bos mereka yang sudah tampak menahan emosi mendengar ucapan buruk terhadap istrinya, Melvin mendorong kerumunan membuat semuanya terkejut tak terkecuali Sesha.


"Apa yang kalian lakukan, hah?!" Tanya Melvin membentak.


Terlihat tak ada yang berani menjawab Melvin, semuanya menundukkan kepalanya dengan perasaan takut.


"Kalian semua, saya tunggu di ruang rapat utama hotel ini." Tekan Melvin dengan tegas.


Melvin lalu beralih menatap istrinya yang tampak diam, namun Melvin tak menemukan kesedihan apalagi ketegangan di wajah istrinya, Kanaya tampak biasa saja dengan semua ini.


"Ayo Sayang." Ajak Melvin membantu istrinya bangun lalu mengajaknya ke ruang rapat seperti yang ia ucapkan tadi.


Melvin berdiri disamping Kanaya yang duduk dengan santai, sementara didepan mereka semua karyawan termasuk Sesha sedang berdiri dengan tatapan menunduk, tak ada yang berani menatap mata Melvin yang menyiratkan banyak amarah.


"Kau." Ucap Melvin menunjuk karyawan yang tadi mencaci Kanaya.


"Apa maksudmu menghina Kanaya?" Tanya Melvin dengan tegas.


"M-maaf, Pak. S-saya hanya disuruh oleh Bu Sesha, beliau bilang dia adalah wanita tidak baik." Jawab wanita itu terbata dengan tatapan tetap menunduk.

__ADS_1


Melvin mengepalkan tangannya, ia tak tahan sekali ingin menampar atau meninju wajah Sesha yang telah berani kurang ajar. Melvin menatap Sesha yang tampak tak nyaman dengan duduknya.


"Dengarkan baik-baik!" Tegas Melvin, bahkan suaranya sampai terdengar begitu nyaring diruangan.


"Dia Kanaya, wanita baik dan sangat sabar menghadapi ucapan tak senonoh dari kalian. Mungkin dia bisa diam, tapi saya sebagai suaminya tentu tidak dapat menerima!" Tukas Melvin pelan namun penuh ancaman.


"Ya, dia adalah istri saya. Istri sah dari atasan kalian, dan kalian berani menghina nya dengan mengatakan hal tak pantas hah?! Kalian mau saya pecat?!" Tanya Melvin menaikan suaranya.


Semua yang ada disana tampak terkejut dengan kenyataan yang sebenarnya, mereka semua tak tahu jika wanita yang tadi mereka caci maki adalah istri bos mereka.


"Maaf, Pak. Kami tidak tahu." Ucap salah seorang karyawan mewakili.


"Saya tidak peduli lagi, perusahaan saya tidak membutuhkan orang-orang bodoh seperti kalian. Kalian semua saya pecat!" Pungkas Melvin membuat semuanya tampak saling melirik dengan tatapan terkejut bercampur sedih.


"Termasuk anda Nona Sesha, saya akan pastikan kontrak kerjasama kita batal!" Lanjut Melvin dengan lantang.


"Pak, kami mohon maafkan kesalahan kami. Dan Bu, kami benar-benar minta maaf atas semuanya." Ucap karyawan yang menghina Kanaya tadi.


Kanaya menghela nafas, ia bangun dari duduknya lalu langsung menggandeng tangan suaminya manja, bahkan tanpa malu menduselkan kepalanya di dada Melvin.


"Mas, jangan marah-marah mulu ihh. Dedeknya mau makan sate lilit, ayo cari!!!!" Rengek Kanaya membuat Melvin terkekeh.


Karyawan yang ada disana tampak tercengang melihat atasan mereka yang langsung berubah karena suara rengekan istrinya, yang membuat mereka lebih terkejut adalah sikap Kanaya yang tampak tak ambil pusing dengan semua kata-kata yang mereka lontarkan.


"Ayo Sayang!!!!" Ajak Kanaya menarik tangan Melvin.


Melvin mengusap wajah Kanaya dengan lembut. "Iya Sayang, ayo." Balas Melvin dengan tatapan penuh cinta.


Melvin merubah tatapannya menjadi tajam dan menusuk saat melihat ke arah karyawannya.


"Saya akan menyelesaikan masalah ini nanti, pergilah!" Usir Melvin dingin.


SEKARANG JARANG UPDATE YA, MAAF KARENA AKU CAPEK BANGET GUYS. AKU GAK MAU BUAT KALIAN WAITING LAMA-LAMA TAPI TUGAS SEKOLAH PRA LULUS TUH ARGHHH BANGET 😭😭


BERSAMBUNG...................................................

__ADS_1


__ADS_2