Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Makan malam


__ADS_3

Kanaya melirik Melvin yang masih diam, di dalam mobil hanya keheningan yang terasa. Kanaya pun enggan bicara yang akan membuat suasana hati pria itu kembali memburuk.


Tiba-tiba mobil Melvin berhenti di sebuah rumah makan sederhana di pinggir jalan, Melvin keluar duluan disusul oleh Kanaya dibelakangnya.


Kanaya yang berjalan di belakang terkejut karena Melvin tiba-tiba menoleh dan menggandeng tangannya.


"Kau lama." Cibir Melvin tanpa menatap istrinya.


"Aku kan sedang hamil," balas Kanaya pelan seraya mengusap perutnya sendiri.


Melvin terkikik, ia mengusap kepala Kanaya dengan lembut. "Bisa aja hamil dijadikan alibi!" desis Melvin.


Kanaya tak menjawab lagi, ia memilih diam dan mengikuti Melvin membawanya. Kanaya duduk didepan Melvin yang sedang memesan.


"Kau mau apa?" tanya Melvin dengan tatapan fokus pada menu makanan.


"Pecel Lele." Jawab Kanaya antusias, kebetulan ia sedang ingin makan itu.


"Baiklah, aku makan pecel ayam." Timpal Melvin lalu memesan.


Sambil menunggu pesanan mereka, Melvin memainkan ponselnya begitupun dengan Kanaya, mereka sibuk dengan ponsel masing-masing. Tiba-tiba ada yang menepuk bahu Melvin dengan sedikit kasar.


"Nah kan benar, gue ngenalin banget mobil Paketu ini." Ujar Rey langsung duduk di sebelah Melvin.


"Si culun ini maksa mau kesini," timpal Reno duduk di sebelah Kanaya.


"Eh ada Neng Naya, apa kabar Sayang?" tanya Rey menaik turunkan alisnya.


Melvin memukul perut Rey disertai tatapan tajam. "Gak usah berisik, bikin pusing aja lo!" desis Melvin tak suka.


"Iya-iya gue tau dia bini lo, biasa aja dong." Celetuk Rey tapi masih melirik Kanaya.


"Gue colok mata lo ya Rey!" ancam Melvin menyadari tatapan Rey ke arah Kanaya.


"Apa kabar Nay?" tanya Reno dengan biasa.

__ADS_1


"Baik Kak."  Jawab Kanaya disertai senyuman.


Tak lama pesanan Kanaya dan Melvin datang, karena mereka tak ingin Reno dan Rey hanya melihat maka Melvin kembali memesan untuk teman-temannya.


"Lo pindah sini!" suruh Melvin meminta Reno berpindah ke tempatnya.


Kini posisinya Kanaya duduk di sebelah Melvin, Kanaya dan Melvin mulai menyantap makanan mereka, sambil menunggu pesanan Rey dan Reno, Melvin mengajak mereka tetap bicara.


"Kenapa lo?" tanya Reno melihat Melvin yang tiba-tiba diam.


Melvin tak menjawab, pria itu langsung saja berlari keluar dari rumah makan untuk memuntahkan sesuatu yang tiba-tiba membuatnya mual.


Kanaya menyusul suaminya, seperti biasa Kanaya mengusap punggung Melvin lembut.


"Ayo nanti biar aku pesankan teh hangat!" ajak Kanaya membantu suaminya kembali ke dalam.


Kanaya dan Melvin kembali, terlihat Reno dan Rey menatap keduanya dengan bingung sekaligus heran, terlebih lagi dengan Melvin yang tampak pucat.


"Mas, pesan teh manis hangat ya." Ucap Kanaya pada pelayan rumah makan disana.


"Lo kenapa Vin?" tanya Reno.


"Kok bisa, lo udah periksa ke dokter?" tanya Rey.


Namun belum sempat Melvin menjawab, pesanan Rey dan Reno datang, begitupun dengan teh pesanan Kanaya untuknya.


"Ini minum dulu." Tutur Kanaya membantu Melvin minum teh yang dipesannya.


"Aku mau makanmu Nay." Ucap Melvin tiba-tiba menginginkan makanan istrinya.


Kanaya menghela nafas, ia mengangguk dan mulai menyuapi Melvin dengan tangan kosong, ia tidak jijik bahkan biasa saja ketika merasakan tangannya masuk ke dalam mulut suaminya.


"Enak, udah gak mual?" tanya Kanaya pelan.


Melvin menggelengkan kepalanya, ia lalu melirik teman-temannya yang sedang mesam-mesem melihatnya dan Kanaya.

__ADS_1


"Kenapa kalian?" tanya Melvin pada kedua temannya.


"Lo mesra-mesraan gak ingat kita disini." Ketus Rey lalu menatap Kanaya.


"Neng Naya, ati Abang ancur ini." Celetuk Rey mengundang tatapan tajam Melvin.


"Gue gak nyuruh kalian kesini, sana pergi kalo gak mau liat." Balas Melvin tak kalah ketus.


Kanaya mengusap punggung Melvin. "Udah Kak, ini habisin dulu nanti keburu mual lagi." Lerai Kanaya membuat Melvin kembali menatapnya.


Melvin menurut, ia kembali membuka mulut saat Kanaya menyuapinya. 


"Emang kenapa sih lo mual terus?" tanya Reno yang belum mendapat jawaban dari Melvin.


"Faktor kehamilan Kanaya." Jawab Melvin membuat Rey menyemburkan air dalam mulutnya ke wajah Reno.


"Bangsatt lo!!!" umpat Reno mengelap wajahmu yang basah.


"Naya lagi hamil?!!!" tanya Rey dengan nada begitu terkejut.


"Apaan sih lo, biasa aja kali. malu-maluin!" cibir Melvin dengan mulut penuh makanan.


"Kak Reno, ini." Ucap Kanaya sambil memberikan beberapa lembar tisu pada Reno.


"Makasih Nay." Balas Reno menerima tisu yang Kanaya berikan.


"Kanaya lagi hamil,  tokcer amat lo Vin." Celetuk Rey yang mana membuat Kanaya merasa sedikit malu.


"Kak, sudah habis. Mau nambah?" tawar Kanaya dijawab gelengan kepala oleh Melvin.


"Tapi kau belum makan Nay, makanan mu kan aku yang makan." Ujar Melvin teringat pada istrinya.


Kanaya tersenyum hangat. "Aku udah kenyang, kita langsung pulang aja ya." Jawab Kanaya lembut.


Melvin mengangguk, ia merapikan rambut Kanaya yang berantakan akibat terkena hembusan angin malam, lagi-lagi Reno dan Rey hanya bisa menjadi penonton. Kanaya sendiri merasa senang dan aneh atas perubahan sikap Melvin dari sebelumnya.

__ADS_1


NEXT AKAN ADA ALASAN PERUBAHAN SIKAP MELVIN🤔🤔


BERSAMBUNG..................................


__ADS_2