
Melvin sudah bersiap untuk menjemput istri tercintanya di kampus, ia memakai kembali jas hitamnya lalu bergegas keluar, namun baru saja membuka pintu, si pengganggu datang dengan tingkah dan gelagat khasnya.
"Apa mau anda?" tanya Melvin dingin.
"Kamu mau kemana, Vin? Masih ada tiga jam sebelum pulang." Tanya Sesha melihat jam yang melingkar di tangannya.
"Jangan pernah ikut campur dalam urusan saya, permisi." Jawab Melvin ketus, ia langsung pergi meninggalkan Sesha yang menatapnya bingung.
Sesha menatap punggung Melvin dengan mata menyipit, selama ia bekerja Melvin selalu pulang lebih awal, bahkan saat ditanya pun jauh lebih jutek dari sebelumnya. Ia curiga, terlebih lagi saat ingat ucapan Angel tentang Melvin dan Kanaya.
"Atau jangan-jangan ada hubungannya dengan si culun itu?" gumam Sesha meremat berkas yang dibawanya.
Sesha memijat keningnya sendiri, sepertinya ia harus mencari tahu hubungan Melvin dengan Kanaya, apakah dugaan Angel itu benar atau tidak karena sejujurnya ia pun belum pernah melihat mereka bersama.
Sementara itu Melvin sudah jalan menuju kampus Kanaya, ia juga sempat membelikan cokelat serta camilan lain yang sangat disukai istrinya, sengaja ia belikan agar bisa bernego untuk nanti malam.
"Aghhhh … Aku tergila-gila padamu, Nay!!" ujar Melvin jujur seraya tetap fokus mengendarai mobilnya.
Setelah 30 menit tanpa macet, Melvin akhirnya sampai di kampus istrinya, ia mengerutkan keningnya saat melihat Kanaya berdiri di bawah pohon besar sambil mengusap wajahnya yang berkeringat. Melvin tersenyum simpul, ia lantas keluar lalu menghampiri istrinya.
"Butuh bantuan, Nona manis?" tanya Melvin genit.
"Kak, disini panas sekali! Ayo masuk." Ajak Kanaya menarik tangan suaminya dan masuk ke dalam mobil dengan cepat.
Melvin duduk di kursi kemudi, ia menoleh ke arah Kanaya lalu menyeka keringat yang ada di wajah cantik istrinya, tak lupa ia juga menaikkan suhu ac nya agar si cantik ini tidak kepanasan.
"Cantik kan aku?" tanya Kanaya bergurau.
Melvin terkekeh, ia kembali merapikan anak rambut istrinya. "Iya, tapi itu bedaknya luntur." Jawab Malvin membuat Kanaya menekuk wajahnya.
__ADS_1
"Kamu!!" desis Kanaya melihat tangannya di d ada.
"Bercanda, Sayang. Nih dimakan, nanti keburu cair ice cream nya." Tutur Melvin memberikan kantung jajanan yang ia beli tadi.
Mata Kanaya berbinar, kebetulan sekali di cuaca panas dan sangat tarik, Melvin membelikan sesuatu yang bisa mengembalikan moodnya.
"Terima kasih, Mas." Ucap Kanaya dengan manis.
"Sayang, pokoknya aku mau kamu panggil aku kaya gitu terus!" ujar Melvin seraya mencolek pipi Kanaya.
"Kenapa, suka ya?" goda Kanaya menaik turunkan alisnya.
"Dalem, Sayang." Timpal Melvin membuat keduanya terkekeh.
***
Kanaya dan Melvin sampai di rumah sakit, mereka langsung menemui dokter kandungan Kanaya untuk memastikan bahwa Kanaya bisa berpergian besok, mengikuti suaminya itu bekerja.
"Kalo berhubungan bahaya gak, Dok?" tanya Melvin membuat Kanaya melotot.
"Dijaga waktunya saja, Pak. Jangan terlalu sering juga karena si bayi masih begitu kecil." Jawab Dokter menjelaskan.
"Baiklah, Dok. Kami permisi, terima kasih ya." Ucap Kanaya ingin buru-buru pergi karena malu dengan pertanyaan suaminya.
Melvin mengikuti langkah istrinya yang begitu cepat, ia lantas menggandeng tangan Kanaya agar wanita itu bisa berjalan pelan.
"Mau kemana sih, buru-buru amat kaya mau ambil gaji?" tanya Melvin dibumbui candaan.
"Lagian kamu ngapain tanya ke dokter kaya tadi, kan aku malu." Jawab Kanaya seraya menutup wajahnya.
__ADS_1
"Uhhh gemes banget deh!" celetuk Melvin mengunyel wajah Kanaya setelah ia singkirkan tangan istrinya itu.
"Kita ini pasangan suami istri, bukan selingkuh apalagi pasangan SMA yang hamidun. Kamu ngapain malu?" tanya Melvin semakin gemas dengan tingkah istrinya.
"Ya tapi tetap aja kan!!!" gerutu Kanaya diakhiri helaan nafas pelan.
"Gendong!" pinta Kanaya menatap Melvin dengan puppy eyes nya.
"Yakin, disini ramai loh, kamu gak malu?" tanya Melvin melihat sekitar.
"Gak. Kamu aja gak malu, kita kan pasangan suami istri dan bukan pasangan selingkuh, jadi--akhh!!!" belum sempat Kanaya menyelesaikan ledekannya pada sang suami, ia terkejut karena Melvin langsung menggendongnya.
"Oke." Potong Melvin seraya mengecup kening istrinya.
Kanaya terkekeh, ia kalungkan tangannya di leher sang suami dan tak lupa melempar tatapan menggoda, akhir-akhir ini menggoda suaminya ada kegemaran nya yang paling asik dibandingkan kegiatan yang lainnya.
Melvin mendudukkan Kanaya di dalam mobil, ia lalu menunduk dan menghujani bibir Kanaya dengan ciuman darinya.
Kanaya hanya terkekeh, ia bahkan turut mengusap rahang suaminya sambil tertawa.
"Udah, nanti ada satpam bisa dimarahin kita." Pinta Kanaya mendorong pelan bahu Melvin.
Melvin mengangguk setuju, ia menutup pintu mobilnya lalu ia pun segera masuk menyusul sang istri di dalam.
"Jatah aku tetap lancar kan?" tanya Melvin dengan senyuman lebar.
"Mau berapa, Mas?" timpal Kanaya membuat jakun Melvin naik turun.
UPDATE CUMA 1 KARENA AKU ADA KAGIATAN DI SEKOLAH GUYSS, NANTI KALO UDAH SELESAI AKU USAHAKAN UPDATE😙😙
__ADS_1
BERSAMBUNG............................................