Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Skakmat dari Kanaya


__ADS_3

Melvin sampai di kantor bersamaan dengan sebuah mobil yang begitu dikenali oleh Melvin, ia memberikan kunci mobilnya pada penjaga kantornya, sementara dirinya berjalan mendekati mobil hitam dibelakangnya.


"Keluar." Pinta Melvin mengetuk kaca mobil tersebut.


Tak lama Reno keluar dari mobilnya, ia berjalan mengitari mobil lalu berdiri di sebelah Melvin. Reno menatap Melvin sesaat lalu mendorong pelan badan pria itu agar menggeser posisi nya.


"Minggir, Pak. Calon bini gue mau keluar." Ucap Reno seraya membukakan pintu mobil untuk Nadia.


Melvin menatap Reno dengan cengo, ia lalu beralih menatap Nadia yang tampak gugup sambil menenteng tas kerjanya dengan cengkraman kuat.


"Tumben lo nganterin Nadia, kantor lo kan lumayan jauh. Ada something nih?" Tanya Melvin dengan alis yang terangkat.


"Gue tau lo gak tuli, Vin. Tadi lo gak denger, gue bilang dia calon bini gue." Jawab Reno asal.


Melvin manggut-manggut, ia lalu menepuk bahu Reno pelan dan menatap Nadia sesaat.


"Gue butuh penjelasan, siang ini gue sama Naya mau cek kandungan, dan gue harap lo sama Nadia bisa datang untuk makan siang bareng." Ucap Melvin membuat Nadia langsung menatapnya.


"Vin, jangan bilang apapun sama Naya. Gue sama Reno cuma bercanda aja," timpal Nadia mengundang tatapan Reno.


"Hey, what's wrong? we are really getting married." Tanya Reno menangkup wajah Nadia.


"No, Reno." Jawab Nadia lalu segera pergi meninggalkan Reno dan Melvin yang menatap kepergiannya dengan tatapan sendu.


Melvin menatap sang sahabat, ia mengusap punggung pria itu sesaat.


"Gue yakin lo bisa, Nadia bukan cewek keras kepala karena istri gue juga gitu." Ucap Melvin tulus.


"Thanks, Vin. Gue akan butuh bantuan lo." Balas Reno dianggukkan oleh Melvin.


Setelah Melvin masuk ke dalam kantornya, Reno juga segera masuk ke dalam mobilnya. Ia harus berusaha keras untuk mendapatkan hati Nadia.

__ADS_1


"Gue pasti bisa, Nad. Gue cinta sama lo itu tulus," gumam Reno lalu segera tancap gas menuju kantornya.


***


Kanaya sedang berdandan sebaik mungkin untuk bertemu istrinya, setelah dirasa cukup, sebelum pergi Kanaya akan meminum vitamin dahulu sesuai perintah dokter.


Setelah menenggak satu vitamin, Kanaya mengambil tas selempang miliknya lalu segera pergi. Sebelum keluar, Kanaya akan berpamitan dulu kepada Mertuanya.


"Mami, ini Naya." Ucap Kanaya sembari mengetuk pintu kamar mertuanya.


Tak lama pintu terbuka, Mami Yuli tersenyum melihat menantunya yang sudah cantik.


"Kenapa Sayang, kamu cantik sekali. Mau kemana?" Tanya Mami Yuli dengan lembut.


"Aku mau ke kantor Mas Melvin, Mi sekalian makan siang. Mami mau ikut?" Tawar Kanaya dijawab gelengan kepala oleh Mami Yuli.


"Enggak Sayang, Mami dirumah saja, lagipula Papi akan pulang dari Bandung sore ini jadi dia minta Mami masakan sesuatu." Balas Mami Yuli menolak.


"Oh gitu, Mi. Ya udah, aku pergi ya Mi." Pamit Kanaya mencium punggung tangan Mami mertuanya.


Kanaya keluar dari rumah dan langsung masuk ke dalam mobil, ia akan diantar oleh sopir pribadi sesuai perintah Melvin. Sambil menunggu sampai di kantor, Kanaya memainkan ponselnya, ia sedang berkirim pesan dengan sang teman.


Tak terasa sudah satu jam, Kanaya akhirnya sampai di kantor Melvin. Ia segera keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam kantor sang suami.


"Selamat siang, Bu Kanaya." Sapa seorang karyawan dengan sopan.


Kanaya membalasnya dengan anggukan dan senyuman ramah, tak jarang semua karyawan melakukan hal yang sama dengan menyapa Kanaya sopan. Namun, ada seorang karyawan keras kepala yang justru menatapnya angkuh bahkan berani menghalangi jalannya.


"Anda punya mata kan? Kantor suami saya cukup luas untuk anda berjalan, menyingkirlah." Ucap Kanaya dengan ketus.


"Kau sudah bisa sombong rupanya, kau lupa dengan ancaman ku sebelumnya?" Tanya Sesha dengan seringai diwajahnya.

__ADS_1


"Ancaman pisau maksud anda? Astaga kenapa bisa melupakan itu." Jawab Kanaya menepuk jidatnya.


"Permisi, apa disini ada yang tahu nomor kantor polisi?" Tanya Kanaya sedikit keras hingga karyawan yang lain bisa mendengarnya.


Semua karyawan yang mendengar pertanyaan Kanaya lantas saling melirik, entah mengapa istri bos mereka menanyakan nomor kantor polisi.


Lain dengan karyawan yang saling bertanya, Sesha justru mendadak pucat, ia melirik sekitar dengan jantung yang mulai berdetak tak beraturan.


"Kanaya, kau pasti akan ku balas!" Tekan Sesha dengan tatapan tajam.


"Balas dendam? Sebelum kau berhasil balas dendam pada adikku, akan aku pasikan anggota tubuhmu tak akan lengkap lagi!!" Desis Nadia yang mendengar ancaman Sesha.


Sesha menoleh dengan tatapan tak suka, ia hendak mengeluarkan umpatan kepada Nadia, namun belum sempat bicara Melvin sudah datang.


"Ada apa ini?" Tanya Melvin dengan tegas.


"Sayang!!!!!" Panggil Kanaya manja seraya mendekati suaminya.


Melvin mengubah wajah datarnya memjadi lembut saat menatap sang istri, ia membuka tangan untuk menerima pelukan dari Kanaya.


"Kenapa hmm, apa wanita itu mengganggu mu lagi?" Tanya Melvin dengan lembut.


"Tidak, tapi aku lapar." Jawab Kanaya asal.


Melvin terkekeh, ia lantas mengusap wajah halus istrinya kemudian mengajaknya mendekati Nadia.


"Gue tunggu lo sama Reno." Ucap Melvin pada Nadia yang hanya diam tak menjawab.


"Dan anda, saya memiliki sesuatu untuk anda. Asisten saya sudah meletakkan nya di meja kerja Anda." Lanjut Melvin pada Sesha.


Setelah beres, Melvin menggandeng tangan istrinya keluar dari kantornya. Mobilnya sudah menunggu dan siap mengantarkan Baginda Ratu untuk cek kandungan.

__ADS_1


KAN SESHA MAIN-MAIN SIH SAMA IBU HAMIL🤪🤣🤣


BERSAMBUNG.........................................


__ADS_2