
Tampak bunga-bunga bertebaran di sekitar kamar yang hanya diterangi lilin yang mengeluarkan aroma harum. Sepasang suami dan istri sedang duduk bersama di pinggir ranjang setelah selesai membersihkan diri masing-masing.
Rey menggenggam tangan Vina, ia membawa tangan gadis yang kini sudah berstatus sebagai istrinya ke bibir lalu memberikan kecupan sayang.
"Udah nikah kita, 'ya?" tanya Rey dengan aneh.
"Iya, Mas." Jawab Vina malu-malu. Ia sebenarnya agak canggung memanggil suaminya 'Mas' namun ia juga harus bisa menunjukkan rasa hormatnya pada sang suami.
"Kalau gitu sekarang kita ngapain, main bunga-bungaan?" celetuk Rey sambil terkekeh, ia tentu sengaja melakukan itu untuk membuang canggung diantara mereka.
"Mas Rey jangan bercanda." Timpal Vina terkekeh.
"Atau kamu main yang bisa bikin kaya?" tanya Rey seketika membuat kening Vina mengerut.
"Main apa, Mas?" tanya Vina bingung.
"Ngepett, kebetulan banyak lilin. Aku yang keliling, kamu jaga lilin, jangan sampai mati nanti aku digebukin." Jawab Rey seketika membuat Vina tertawa lepas.
Rey tersenyum melihat istrinya tertawa, ia tahu sejak tadi Vina merasa sedih karena kedua orangtuanya tak datang di hari pernikahannya. Bahkan karena tak ada wali, Papi Heryawan lah yang menjadi wali nikah Vina.
"Mas bercanda terus!!!" desis Vina sedikit merengek.
Rey menangkup wajah istrinya, ia mengecupi seluruh wajah Vina tanpa ada yang terlewat.
"Kok kamu cantik sih, aku kan jadi makin cinta." Ujar Rey mengusap wajah Vina lembut.
"Aku cantik karena suamiku juga tampan, masa iya suaminya udah tampan gini aku nya tetap jelek." Balas Vina mulai pandai bergurau seperti suaminya.
__ADS_1
Rey mengangguk setuju, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Vina membuat istrinya itu reflek memejamkan matanya.
"Boleh?" tanya Rey meminta izin.
Vina membuka matanya, ia bisa melihat tatapan tulus dan penuh cinta di mata sang suami. Vina bahkan sangat beruntung bisa dicintai dengan begitu besar oleh pria baik seperti Rey, dan ia berjanji akan menjadi istri yang taat kepada suami.
"Mas, aku siap kok kalau Mas mau minta malam ini." Jawab Vina dengan yakin.
"Minta apa, minta uang untuk jajan?" tanya Rey bergurau.
"Nggak, ih!! Mas yang bener dong," jawab Vina merengek kesal.
"Aku nggak mau jika kamu melakukannya terpaksa, aku cari istri bukan sekedar untuk teman seranjang, ya meski umum malam setelah pernikahan itu dijadikan untuk memadu kasih, kita bisa mengisi malam ini dengan hal lain. Seperti yang aku katakan tadi, ngepett." Balas Rey jujur.
"Aku beruntung bisa punya suami seperti kamu, aku benar-benar sudah siap Mas. Tidak ada paksaan apalagi ketidakrelaan." Ujar Vina seraya mengalungkan tangannya di leher Rey.
"Bener nih? Aku kalau dikasih lampu hijau suka amnesia sama lampu merah. Bawaanya nggak mau berhenti." Sahut Rey memastikan.
"Gitu aja ngambek, aku gigit boleh gak?" tanya Rey mengusap bibir ranum istrinya.
Tanpa menunggu jawaban dari Vina, Rey langsung mendaratkan ciuman di bibir istrinya, ia juga mengusap pinggang Vina untuk memberikan kenyamanan pada Vina yang pasti baru pertama kali melakukan sama sepertinya.
Vina berusaha membalas ciuman dari suaminya meski amatir, ia lebih banyak diam dan membiarkan Rey yang bekerja dalam mulutnya.
"Emhhhhh …" erangan Vina terdengar bagai nyanyian yang begitu merdu bagi Rey.
Rey menggendong tubuh Vina, ia membawa gadis itu untuk berbaring di ranjang dengan dirinya yang berada diatasnya.
__ADS_1
"Buka ya, kan aku mau lihat." Pinta Rey seraya memereteli kancing piyama Vina.
Vina hanya bisa pasrah, ia nampak merasakan hawa dingin saat piyama yang digunakannya itu sudah berubah menjadi dua bagian. Vina merasa malu saat melihat tatapan mata Rey yang sudah sarat akan gairah.
"Boleh ya? aku janji pelan-pelan kaya naik odong-odong." Pinta Rey masih bisa bergurau.
"Mas ihh stop dulu bercandanya. Aku makin malu!!!" timpal Vina menutup wajahnya.
Rey terkekeh, ia mulai melucuti pakaian istrinya disusul dirinya hingga kini mereka berdua sudah sama-sama polos. Vina tampak memejamkan matanya tak berani menatap tubuh suaminya, terutama alat tempur milik Rey yang bergoyang sana sini.
"Kok tutup mata sih, kamu mau ajak aku main petak umpet dulu?" tanya Ren menciumi pipi Vina.
"A-aku malu, Mas." Jawab Vina gugup.
"Nggak ada batal ya, kalau batal nanti dedeknya kapan jadi." Ujar Rey mulai memainkan apapun ditubuh Vina.
"Shhhh …. Emhhh …" Vina mengerang sambil tetap memejamkan matanya.
"Kok mereka lucu sih, buat mainan aku aja ya." Ucap Rey sambil terus memainkan dada istrinya.
"Mas … ahh …" teriak Vina dengan keras.
Rey perlahan mulai memasukkan miliknya ke dalam milik Vina, ia sempat mengerem saat merasakan miliknya yang dijepit, ia merasa bahagia karena dirinya lah yang pertama bagi Vina.
"Makasih Sayang udah jadikan aku yang pertama, aku mencintaimu." Ucap Rey kemudian mulai memompa semangat untuk menggauli istrinya.
Vina hanya bisa mengerang dibawah suaminya, ia meremat tangan Rey yang berotot hingga kukunya menancap. Rasa sakit yang ia rasakan sebelumnya tergantikan oleh nikmat serta candaan yang tak henti keluar dari bibir suaminya.
__ADS_1
BANYAKIN AJA BERCANDANYA REY, 😭😭
BERSAMBUNG...................................