
Kanaya tersenyum melihat Melvin yang begitu telaten menyuapinya makan, padahal ia ingin makan sendiri tetapi Melvin memaksa dan kekeh ingin menyuapinya.
"Kak, aku ini cuma sakit biasa, bukan sekarat. Sini aku makan sendiri," ujar Kanaya bermaksud bercanda.
Melvin terdiam mendengar ucapan Kanaya barusan, ia menatap wanita itu lalu meletakkan piring makan itu di nakas.
"Kenapa ngomong gitu Nay? Kamu sehat!" timpal Melvin yang tak suka dengan ucapan Kanaya soal kata 'sekarat' tadi.
Kanaya terdiam, ia tak paham dengan ucapan Melvin. "Kenapa Kak?" tanya Kanaya mengusap wajah tampan Melvin.
"Aku gak suka kamu bilang 'sekarat' kaya tadi." Jawab Melvin menekuk wajahnya.
Kanaya terkekeh, ia lalu memberanikan diri untuk mencium bibir suaminya cepat. "Iya, maaf ya." Ujar Kanaya setelah melepas ciuman mereka.
"Ya udah mana makanan aku, dedek nya laper nih!!" pinta Kanaya merengek.
Melvin tertawa, ia mengambil makanan Kanaya lalu kembali menyuapinya. Keduanya tak sadar jika saat ini Mami Yuli sedang memperhatikan mereka dari luar kamar yang pintunya tak tertutup.
"Mami bersyukur Melvin nikah sama kamu, Nay. Mami juga gak nyangka jika candaan kami dulu akan menjadi kenyataan." Gumam Mami Yuli tersenyum bahagia.
Setelah membantu Kanaya makan, kini Melvin membantu Kanaya untuk membersihkan diri. Kanaya sudah memberontak untuk diturunkan, tetapi Melvin memaksa ingin menggendong nya ke kamar mandi.
"Kak, aku baik-baik aja. Ngapain sih digendong gini?!" tanya Kanaya tak mendapat balasan dari Melvin.
Melvin mendudukkan Kanaya di wastafel kamar mandi yang belakangnya terdapat sebuah kaca besar, tangan Melvin memegang ujung kaos yang Kanaya pakai dan hendak membuka nya, namun dihentikan oleh Kanaya.
"Malu." Cicit Kanaya pelan.
Melvin memegang dagu Kanaya, ia usap dengan lembut. "Kenapa malu? Aku kan suami kamu, kita juga udah sering main polos-polosan." Timpal Melvin mendapat tabokan di bahunya.
"Enggak! Aku bisa sendiri, Kak. Keluarlah!" usir Kanaya namun Melvin bukannya pergi justru semakin merengkuh pinggang Kanaya.
"Ck, Kak! Mami panggil kamu tuh," bohong Kanaya agar bisa lepas dari suaminya.
Melvin menggelengkan kepalanya, ia mencium bibir istrinya yang tak henti memintanya keluar dari kamar mandi dengan alasan malu.
__ADS_1
"Aku mandiin atau kita disini sampai subuh?" tawar Melvin menaik turunkan alisnya.
Kanaya tak menjawab, akhirnya ia pasrah dimandikan oleh Melvin yang sesekali menggodanya dengan mencium beberapa titik tubuhnya yang sensitif, namun Melvin tak berbuat semakin jauh, ia tahu bahwa istrinya sedang sakit.
Setelah selesai mandi dan berpakaian, Kanaya memaksa Melvin ke lantai bawah untuk makan malam, namun Melvin menolaknya.
"Aku gak laper, aku mau disini aja." Tolak Melvin dengan kepala yang jatuh di pangkuan Kanaya.
"Tapi kamu belum makan, tadi kan aku udah." Tutur Kanaya lembut seraya mengusap kepala suaminya.
Melvin menatap wajah Kanaya, ia kini sadar bahwa Kanaya begitu cantik dan juga sangat lembut.
"Kenapa liatin kaya gitu?" tanya Kanaya membalas menatap mata Melvin.
"Gak, cuma baru tahu kalo Nadia punya adik secantik ini." Jawab Melvin membuat Kanaya terkekeh.
Ketika sedang asik tiduran, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar mereka. Kanaya hendak bangun, namun dihentikan dan Melvin.
"Masuk, pintunya tidak dikunci." Ujar Melvin dengan posisi berubah menjadi menghadap perut Kanaya dan memeluknya.
"Vin, ya ampun masih sore bisa-bisanya udah main peluk-peluk aja lo!!" desis Rey dengan berisik nya.
"Sirik, sono pulang aja." Timpal Melvin ketus.
Sementara Nadia dan Reno hanya diam memperhatikan pasangan suami istri itu.
"Kak, bangun dulu, gak enak sama mereka." Pinta Kanaya dengan lembut.
Melvin akhirnya nurut meski ogah-ogahan, ia turun dari ranjang lalu duduk di sofa bersama Reno dan membiarkan Nadia bicara pada Kanaya.
"Gimana kabar lo, Nay?" tanya Nadia memperhatikan Kanaya dengan seksama.
"Aku gak apa-apa, Kak. Tadi juga udah diperiksa dokter," jawab Kanaya mengangguk kecil.
"Naya, gimana kabar kamu Sayang?" tanya Rey bergurau dan hendak ikut naik ke ranjang.
__ADS_1
"Lo sentuh tempat tidur gue, abis jari lo sama gue Rey. Apalagi lo sentuh bini gue!" ancam Melvin tak main-main.
"Galak banget sih, Pak suami." Decak Rey lalu ikut duduk bersama Reno dan Melvin.
"Vin, nih kita bawa buah buat Kanaya, tadi Nadia yang kasih tau soal Naya, makanya kita langsung kesini." Ujar Reno memberikan tentengan yang ia bawa.
"Tapi gak langsung ke kamar juga kali, kan gue mau tidur." Celetuk Melvin ketus.
"Eh Mami lo yang minta langsung kesini, lagian masih sore mau istirahat atau nengok anak lo?" tanya Rey mendapat tonjokan dari sikut Melvin.
Kanaya terkekeh, ia turun dari ranjang membuat Melvin ikut bangun dari duduknya lalu menghampiri istrinya.
"Mau kemana?" tanya Melvin membenarkan rambut Kanaya yang berantakan.
"Bikin minum, kamu mau aku ambilin makan sekalian?" tawar Kanaya namun buru-buru Melvin menggeleng.
"Ayo semuanya kita ke bawah, jangan ngerepotin bini gue buat bikin minum!" ajak Melvin dan hendak menyuruh Kanaya kembali berbaring.
"Ikut." Pinta Kanaya memelas.
Melvin gemas, ia lantas mengangguk lalu mengecup bibir istrinya tanpa malu di depan teman-teman dan kakak iparnya.
"Vin, masih ada kita!!" tegur Nadia lalu segera keluar.
"Astaga Neng Naya!!!" teriak Rey frustasi.
"Jangan lebay lo anak uler!" desis Reno lalu menarik tangan Rey keluar dari kamar Kanaya dan Melvin.
Sementara Kanaya hanya tersenyum, ia juga menahan malu dengan sikap suaminya barusan, tetapi ia juga senang karena nya.
"Yuk!" ajak Melvin lalu menggandeng tangan istrinya.
MAS MELVIN MAKIN BIKIN BAPER DEH😂
BERSAMBUNG.............................................
__ADS_1