Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Hukuman Kanaya lagi?


__ADS_3

Melvin dan Kanaya sudah ada di Bandara bersama orangtua, dan teman temannya. Mereka sudah siap untuk pergi ke Bali, bukan bulan madu ataupun liburan, melainkan menemani Melvin bekerja. Kanaya sendiri tak yakin bahwa ke Bali kali ini akan ditemani dengan adegan romantis, mengingat sikap Melvin yang masih cuek padanya.


Keduanya berpamitan dengan Papi dan Mami lebih dulu, mereka saling berpelukan.


"Hati-hati disana ya, jaga kesehatan dan jangan sampai telat makan." Tutur Mami Yuli berpesan.


"Iya, Mi." Balas Kanaya menganggukkan kepalanya.


"Vin, awas ya macam-macam sama Mantu Papi." Ucap Papi Heryawan seraya mengusap kepala menantunya.


"Iya, Pi." Balas Melvin singkat.


Lalu Kanaya beralih memeluk Nadia, ia menyerap kehangatan dari pelukan Nadia yang begitu hangat sebagai seorang Kakak. Nadia adalah keluarga satu-satunya, dan ia sangat menyayanginya.


"Meski disana gak lama, tetap aja gue khawatir karena jarak. Lo harus baik-baik, jagain ponakan gue." Ujar Nadia seraya melepaskan pelukan mereka.


"Ishhh, bawel. Iya kak," balas Kanaya menekuk wajahnya.


Sementara itu Melvin berdiri di depan kedua temannya yang selalu reseh, tak ada menit tanpa menggoda jika mereka sudah saling bertemu.


"Titip istri kita ya, Vin. Jangan sampai dia telat makan apalagi nangis," canda Rey seraya ingin memeluk Kanaya.


"Gue seset kulit lo, mau?" Tawar Melvin dingin membuat gerakan Rey terhenti.


"Sialann, gue kan bercanda doang!" Celetuk Rey memukul udara kesal.


"Nay, kalo dia bikin lo nangis kasih kabar ya, nanti biar gue ceburin ke laut." Ujar Reno menatap istri temannya itu.


"Heh, lo kan temen gue, kenapa jadi menyudutkan. Lagian nih ya, gak mungkin gue nyakitin Naya, secara dia kan istri gue." Jelas Melvin membuat Kanaya tersenyum tipis.

__ADS_1


"Ya udah kita percaya, hati-hati." Timpal Nadia dibalas anggukan kepala oleh keduanya.


Tak lama pengumuman keberangkatan terdengar, Kanaya dan Melvin segera masuk ke dalam pintu keberangkatan lalu tersenyum kepada semuanya yang turut mengantar mereka pergi.


Kanaya menggandeng tangan suaminya, Melvin tak menolak ataupun merespon, ia hanya diam membuat Kanaya lagi-lagi sedih, semalam saja sudah gagal membuat suaminya senang karena kantuk yang menyerangnya.


"Sayang, dari kemarin loh kamu diemin aku." Ucap Kanaya dengan sedih.


"Mas, kamu marah?" Tanya Kanaya menatap suaminya dengan puppy eyes nya.


"Enggak, siapa yang marah." Jawab Melvin tanpa menatap istrinya.


"Tapi kamu gak manja-manja, gak elusin perut aku, terus kamu juga gak bawel kaya sebelumnya." Cetus Kanaya semakin menekuk wajahnya.


Melvin melirik sedikit ke arah Kanaya, ia menahan tawa karena berhasil mengerjai bumil cantik disebelahnya. Pura-pura marah demi bonus.


Melvin check-in di hotel yang sama dengan beberapa rekan kantornya, bedanya adalah ia berangkat duluan dibandingkan yang lain karena ia ingin menjaga dan menghabiskan waktu bersama istrinya sebelum besok mulai bekerja.


Karyawan Melvin termasuk Sesha akan berangkat sore nanti, sementara dirinya justru sudah sampai dan tinggal merebahkan diri.


"Mas, kamu belum pesan makanan?" Tanya Kanaya yang baru selesai membersihkan diri.


Melvin tak menjawab, ia tangah menghirup dalam-dalam aroma harum dari tubuh Kanaya yang sangat menenangkan pikiran, mereka memakai sabun yang sama, namun entah mengapa Kanaya lebih wangi menurutnya.


"Mas!" Panggil Kanaya lagi membuat Melvin tersadar.


"Apa, makan? Aku udah pesan." Sahut Melvin ketus membuat Kanaya benar-benar ingin menangis.


"Kamu kenapa sih, kenapa jadi marahin aku?" Tanya Kanaya dengan suara berat karena menahan tangis.

__ADS_1


"Ya lagian kamu bawel, aku udah pesan makanan jadi jangan banyak tanya." Jawab Melvin semakin memancing perdebatan.


"Hiks … hiks … kamu jahat!!!" desis Kanaya hendak keluar namun Melvin buru-buru melompat dari ranjang dan memeluk tubuh mungilnya dari belakang.


"Mau kemana hmm?" tanya Melvin masih dengan posisi memeluk istrinya.


"Pulang, kamu jahat, aku kan laper, dedeknya mau makan tapi kamu malah marah-marah." Jawab Kanaya menyeka air matanya kasar.


Melvin tertawa, ia membalik tubuh istrinya membuat Kanaya bingung melihat suaminya tertawa tanpa ada alasan.


"Sayang, aku gak kuat lagi buat ngerjain kamu. Kasian banget sih istriku," ujar Melvin lalu menarik Kanaya ke dalam pelukannya.


"Jadi dari kemarin kamu diemin aku itu cuma pura-pura?" Tanya Kanaya terkejut.


Melvin mengangguk lalu mengecup bibir manis istrinya.


"Iya, ya kali aku marah beneran sama kamu." Jawab Melvin membuat Kanaya melotot dan langsung memukuli bahu suaminya.


"Jahat!!!!" Pekik Kanaya tertawa dibarengi dengan tangisan.


"Maaf Sayang, udah ya jangan nangis." Ujar Melvin lembut lalu menyeka air mata istrinya lembut.


Kanaya menggeleng, ia langsung melingkarkan tangannya di leher Melvin dan melompat untuk bisa digendong oleh suaminya. Melvin melonggarkan pelukan istrinya, ia masih waras dan mengingat kandungan Kanaya yang hampir saja tertindih.


"Gak boleh tengok Dedek sampai kita balik ke Jakarta!" Seru Kanaya kejam sebagai hukuman untuk suaminya yang telah membuatnya kembali menangis.


NAH KAN, BORO-BORO BONUS VIN😂😂


BERSAMBUNG............................................

__ADS_1


__ADS_2