Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Tunas or umbi-umbian?


__ADS_3

Kanaya tampak begitu antusias merawat anaknya, maklum ini adalah pengalaman pertamanya dalam mengurus baby, dan tentu Kanaya tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk mengurus anaknya.


Melvin yang memperhatikan kegiatan baru istrinya hanya bisa tersenyum hangat, ia turut bahagia atas kelahiran Daffin dan kebahagiaan istrinya.


"Sayang, aku berangkat ke kantor, 'ya." Ucap Melvin menghampiri istrinya yang baru selesai memandikan memandikan Daffin.


"Lho, nggak sarapan?" tanya Kanaya menghampiri sang istri dan membiarkan Mama mertuanya yang membedong Daffin.


"Nggak Sayang, aku ada meeting 1 jam lagi dan itu penting." Jawab Melvin dengan hangat.


Kanaya menggeleng tak suka, ia lantas mengambil alih tas kerja suaminya. Kanaya menatap Mami Yuli yang tampak mengajak bicara Daffin.


"Mi, boleh aku titip Daffin bentar? aku mau urus Melvin sarapan dulu?" tanya Kanaya tampak ragu.


"Iya, Sayang. Pergilah, sebentar lagi Mami nyusul sambil bawa Daffin." Jawab Mami Yuli mengangguk.


Kanaya segera menggandeng tangan sang suami, ia menarik Melvin keluar dari kamar lalu langsung ke meja makan yang sudah tersedia sarapan buatan Bibi disana.


"Sini duduk, kamu mau makan apa?" tanya Kanaya membalik piring yang ada di depan sang suami.


"Roti aja, Sayang." Jawab Melvin seraya menatap istrinya.


Kanaya meraih roti lalu mengoleskan nya dengan selai cokelat seperti kesukaan sang suami, setelahnya ia timpa kembali dengan roti lalu meletakkan nya di piring Melvin.


"Minumnya apa, mau susu atau jus?" tanya Kanaya seraya mengelap tangannya dengan tisu.


"Susu nya Daffin boleh nggak?" tanya Melvin usil.

__ADS_1


"Hmmm, bagus kamu Vin. Godain terus istri kamu, nggak inget anak ya!" sahut Papi Heryawan yang baru saja keluar setelah melaksanakan tugas nya sebagai umat.


"Eh Papi, bercanda aja tadi. Nggak ada seriusan," celetuk Melvin kikuk.


"Papi, mau sarapan apa biar Naya ambilkan. Mami lagi bantu bedong Daffin," tawar Kanaya dengan sopan.


"Nggak, Nay. Papi minta tolong buatin teh hijau aja, 'ya." Tukas Papi Heryawan dianggukki oleh Kanaya.


Kanaya membuatkan teh hijau untuk ayah mertuanya dan jus jeruk untuk suaminya. Ia meletakkan dua gelas itu di depan masing-masing, kemudian ikut duduk.


"Jus nya, Mas." Ujar Kanaya melihat suaminya sudah menghabiskan rotinya.


Melvin mengambil jus buatan istrinya, ia meneguk hingga tandas lalu bangkit dari duduknya diikuti oleh Kanaya.


"Pi, aku berangkat ya." Pamit Melvin menyalami tangan sang Papi.


Kanaya mengantarkan suaminya sampai ke depan rumah, ia merapikan sedikit dasi Melvin lalu meraih tangan Melvin dan menciumnya. Tak lupa Kanaya memberikan tas kerja sang suami.


"Hati-hati ya, Mas." Ucap Kanaya dengan hangat.


"Iya, Sayang. Aku berangkat ya," sahut Melvin memberikan kecupan di kening sang istri kemudian barulah benar-benar pergi.


Setelah kepergian Melvin, tak lama Daffin datang digendong oleh Mami Yuli. Papi Heryawan yang tahu cucunya sudah keluar kamar lantas mendekat, baik Mami Yuli dan Papi Heryawan sama-sama asik menggoda cucu mereka.


Sementara itu ditempat lain, Vina tampak mengurus suaminya dengan baik meski belakangan ini mual dan pusing sering menyerang nya. Vina tentu paham bahwa itu termasuk gejala yang dialami saat trimester pertama.


"Mas Rey, maaf ya aku nggak masak yang lain. Aku mual saat cium bawang," ucap Vina menatap suaminya.

__ADS_1


"Jangan masak jika kamu tidak bisa, Sayang. Aku nggak masalah kok jika nggak sarapan," tutur Rey dengan sayang.


"Iya, Vina. Jangan dipaksakan, kasihan kamu juga. Rey pasti paham jika saat ini istrinya sedang mengandung." Tukas Mama Dina yang sangat perhatian dengan menantunya.


"Kamu juga tampak pucat, Vina. Jangan bekerja terlalu berat saat sedang hamil, apalagi hamil muda." Ujar Papa Ari membuat Rey langsung menatap istrinya.


"Sayang, ihhh kok kamu pucat banget. Kita ke dokter ya, ya ampun sayangku!!" ajak Rey mulai mengeluarkan sifat kocaknya.


"Mas aku nggak apa-apa, kamu nih." Tegur Vina terkekeh pelan.


"Ketawa lagi, cium nih!" ancam Rey seketika membuat kedua orang tuanya melotot.


"Rey!" Pekik Mama Dina melempar potekan kerupuk ke arah putranya.


"Mama kenapa sih, ganggu aja pasangan pengantin baru bermesraan." Protes Rey membuat Vina benar-benar hanya bisa menghela nafas pasrah.


"Pengantin baru apaan, udah jadi tuh tunas!" ledek Papa Ari asik ikut menggoda putranya.


"Tunas apaan, emang anak aku umbi-umbian?!" Protes Rey mengusap perut Vina.


"Nah gini nih kalau sekolah kebanyakan bolos, umbi-umbian gak masuk ke tunas anak Manis." Ledek Mama Dina seketika membuat Rey terdiam.


"Emang gitu Sayang?" tanya Rey menatap istrinya yang hanya mengangguk.


MAS REY, BUANG JAUH-JAUH YOU PUNYA OTAC YA😭😭


BERSAMBUNG.................................

__ADS_1


__ADS_2